charger.my.id
Fachrulsyah Serap Aspirasi Warga di Reses, Siap Ditampung dan Diperjuangkan Melalui Mekanisme DPRD

Charger | Bengkulu – Anggota DPRD Kota Bengkulu, Fachrulsyah, S.P, menggelar kegiatan Reses Masa Sidang ke III Tahun 2025 di wilayah Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar. Kegiatan ini berlangsung pada 6–8 Desember 2025 dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung aspirasi serta keluhan yang mereka hadapi.

Reses tersebut dihadiri oleh masyarakat setempat, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu yang diwakili Subkoordinator Tata Ruang, Ardiansyah, serta Lurah Betungan. Kehadiran unsur pemerintah daerah ini dinilai penting untuk memperkuat koordinasi dan memperjelas tindak lanjut aspirasi warga.

Dalam pertemuan itu, masyarakat banyak menyampaikan aspirasi terkait pembangunan infrastruktur, seperti perbaikan jalan, drainase, dan penerangan lampu jalan umum. Warga berharap pemerintah dapat segera menindaklanjuti usulan tersebut demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan lingkungan.

Fachrulsyah mengatakan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan ditampung dan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada di DPRD.

“Reses ini adalah kewajiban kami sebagai wakil rakyat untuk turun langsung dan mendengar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan warga akan kami tampung dan selanjutnya kami perjuangkan melalui mekanisme DPRD serta kami usulkan kepada Pemerintah Kota Bengkulu, termasuk ke Dinas PUPR,” ujar Fachrulsyah.

Ia juga menjelaskan bahwa Kelurahan Betungan merupakan wilayah yang luas dengan kebutuhan infrastruktur yang cukup besar. Meski demikian, wilayah tersebut telah mendapatkan perhatian pembangunan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Betungan ini wilayahnya luas, sehingga kebutuhan infrastrukturnya memang cukup banyak. Namun pada tahun-tahun sebelumnya, khususnya 2020–2021, sudah ada sejumlah pembangunan yang dilaksanakan. Ke depan, pembangunan yang merata akan terus kita dorong,” tambahnya.

Melalui kegiatan reses ini, Fachrulsyah berharap terjalin sinergi yang kuat antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah agar program pembangunan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bengkulu.

Reses DPRD Kota Bengkulu, Riuslan: Bukan Sekedar Seremonial tapi Perjuangan Aspirasi Rakyat

Charger | Bengkulu — Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi NasDem, Drs. Riuslan, M.Si, melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang ke III Tahun 2025 di Daerah Pemilihan (Dapil) II, meliputi Kecamatan Gading Cempaka dan Singaran Pati. Kegiatan tersebut digelar di Taman Mangrove Badrika Resto, Senin (8/12/2025).

Kegiatan reses ini bertujuan untuk menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat secara langsung melalui dialog terbuka antara wakil rakyat dan warga. Berbagai aspirasi disampaikan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan dan perbaikan infrastruktur, seperti jalan lingkungan, drainase, dan sarana pendukung lainnya.

Dalam keterangannya, Drs. Riuslan, M.Si menegaskan bahwa reses bukanlah kegiatan seremonial semata, melainkan momentum penting untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

“Reses ini bukan seremonial, tetapi wadah untuk mendengar langsung suara masyarakat. Memang ada beberapa usulan yang belum terealisasi pada periode sebelumnya karena keterbatasan keuangan daerah, namun hal tersebut tetap menjadi tanggung jawab kami untuk terus mengawalnya,” ujar Riuslan.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri dalam merealisasikan seluruh aspirasi masyarakat. Meski demikian, Riuslan optimistis sebagian usulan dapat terakomodasi pada tahun anggaran mendatang.

“Kami berharap pada tahun 2026, meskipun tidak seluruhnya dapat direalisasikan, setidaknya ada beberapa yang bisa ter-cover. Kami percaya pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran, walaupun tidak besar,” jelasnya.

Kegiatan reses tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu yang diwakili oleh Kepala Bidang Sumber Daya Air, serta Edy Haryanto, Anggota DPRD Kota Bengkulu. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan DPRD ini memperkaya diskusi, khususnya dalam memberikan penjelasan teknis serta memperkuat koordinasi terkait tindak lanjut aspirasi masyarakat.

Menurut Riuslan, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting agar pembangunan dapat berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Melalui reses ini, aspirasi masyarakat akan kami bawa dan perjuangkan dalam proses perencanaan serta penganggaran daerah, sehingga hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutup Riuslan.

Persiapan Menuju Persalinan Sehat, Senam Hamil Gentle Yoga Dipandu Bidan Profesional Hadir di Bengkulu

Charger | Bengkulu — Kegiatan senam hamil bersama bidan profesional kembali digelar di Bengkulu sebagai bagian dari persiapan ibu hamil menuju proses persalinan yang sehat dan nyaman. Kali ini, kelas prenatal gentle yoga dipandu oleh Bidan Febra Ayudiah, S.ST., M.H.Kes., yang dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan ibu dan anak melalui layanan mom & baby care.

Kegiatan senam hamil ini dilaksanakan di Cloud 9 Bengkulu dan terbuka bagi para ibu hamil yang ingin menjaga kebugaran tubuh, melatih pernapasan, serta mempersiapkan kondisi fisik dan mental menjelang persalinan.

Bidan Febra menjelaskan bahwa senam hamil memiliki peran penting dalam membantu ibu menghadapi proses persalinan. Manfaatnya antara lain mengurangi nyeri punggung, memperbaiki postur tubuh, meningkatkan kualitas tidur, serta melatih teknik pernapasan yang sangat dibutuhkan saat kontraksi dan persalinan.

“Senam hamil bukan hanya soal gerakan fisik, tetapi juga sarana relaksasi, bonding antara ibu dan bayi, serta persiapan mental menghadapi persalinan,” ujar Bidan Febra.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kesadaran ibu hamil akan pentingnya aktivitas fisik yang aman, terarah, dan dibimbing langsung oleh tenaga kesehatan yang kompeten, sehingga ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan lebih sehat hingga siap memasuki proses persalinan.

Solihin dan Vina: Reses DPRD Kota Bengkulu Jadi Wadah Penyaluran Aspirasi Masyarakat

Charger | Bengkulu — Anggota DPRD Kota Bengkulu melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang ke III Tahun 2025 sebagai bentuk komitmen lembaga legislatif dalam menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat secara langsung. Kegiatan ini berlangsung pada 6–8 Desember 2025 di Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu.

Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Gerindra Daerah Pemilihan IV, Solihin, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat merupakan hal yang mutlak dan menjadi dasar utama dalam perumusan kebijakan daerah.

“Kegiatan reses ini adalah komitmen DPRD untuk menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat melalui mekanisme internal DPRD. Aspirasi yang disampaikan masyarakat bersifat mutlak dan menjadi dasar bagi kami bersama Pemerintah Kota Bengkulu dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan,” ujar Solihin.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu bersama DPRD memiliki komitmen kuat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, menjaga kenyamanan, serta menciptakan ketenteraman, khususnya menjelang Bulan Suci Ramadan.

“Menjelang Ramadan, kami berharap pemerintah dan DPRD terus hadir untuk menciptakan suasana yang kondusif agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi PKB, Vinna Ledy Anggraheni, menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat telah dicatat dan akan segera ditindaklanjuti.

“Berbagai aspirasi masyarakat sudah kami terima secara langsung. Insya Allah, semua aspirasi tersebut akan kami tindak lanjuti dan kami bahas bersama rekan-rekan DPRD serta OPD terkait agar dapat direalisasikan secepat mungkin,” kata Vinna.

Vinna juga mengungkapkan bahwa kendala utama dalam pelaksanaan sejumlah program selama ini terletak pada keterbatasan anggaran daerah.

“Kendala yang kami hadapi masih pada kemampuan keuangan daerah yang terbatas. Namun kami berharap ke depan kondisi keuangan daerah semakin membaik, sehingga keluhan dan kebutuhan masyarakat dapat segera direalisasikan bersama-sama,” jelasnya.

Kegiatan reses ini dilaksanakan oleh Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan Fraksi Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) Daerah Pemilihan IV (Ratu Agung dan Ratu Samban), sebagai wujud nyata tanggung jawab wakil rakyat kepada masyarakat, yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Ratu Agung, Minggu (7/12/2025).

Warga Sampaikan Keluhan Jembatan Tanjung Agung saat Reses Andi Saputra

Charger | Kota Bengkulu — Warga memanfaatkan kegiatan Reses Masa Sidang ke-III Tahun 2025 Anggota DPRD Kota Bengkulu Fraksi PKS, Ustadz Andi Saputra, S.Pd.I, untuk menyampaikan berbagai aspirasi, khususnya terkait keluhan pembangunan Jembatan Tanjung Agung. Reses tersebut digelar di kediaman Andi Saputra, Minggu (7/12).

Dalam pertemuan tersebut, Andi Saputra menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat masih didominasi persoalan infrastruktur dan lingkungan. Sejumlah usulan yang disampaikan warga bahkan merupakan pengulangan dari tahun-tahun sebelumnya yang hingga kini belum juga terealisasi.

“Sebagian besar aspirasi yang disampaikan warga masih sama seperti tahun lalu, mulai dari perbaikan jalan, drainase, hingga persoalan persampahan,” ujar Andi.

Ia menambahkan, warga juga secara tegas menyampaikan keluhan terkait lambannya penyelesaian pembangunan Jembatan Tanjung Agung yang dinilai mengganggu aktivitas dan perekonomian masyarakat sekitar.

Menanggapi hal tersebut, Andi Saputra mengaku telah menekankan kepada pihak kontraktor dan pengawas agar pengerjaan Jembatan Tanjung Agung segera diselesaikan.

“Saya sudah berulang kali mewanti-wanti kontraktor dan pengawas agar pekerjaan ini segera dituntaskan. Targetnya Desember ini harus selesai karena kondisinya sudah sangat mengganggu aktivitas ekonomi warga,” tegasnya.

Andi menekankan bahwa pembangunan infrastruktur semestinya memberi dampak positif bagi masyarakat dan bukan sebaliknya.

Selain persoalan infrastruktur, Andi Saputra juga memanfaatkan momentum reses untuk mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal yang kerap menawarkan janji gaji besar tanpa prosedur yang jelas.

“Banyak warga yang menjadi korban karena berangkat melalui jalur tidak resmi. Saya imbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan memastikan seluruh proses dilakukan sesuai aturan,” katanya.

Sebagai bentuk edukasi, Andi menghadirkan LPK Takeka untuk memberikan pemahaman kepada warga terkait prosedur legal bekerja ke luar negeri. Pembina LPK Takeka, Sahudin, menegaskan pentingnya masyarakat memahami jalur resmi penempatan tenaga kerja.

“Semua proses harus legal dan jelas, mulai dari pelatihan, dokumen, hingga perlindungan hukum. Jangan mudah percaya pada tawaran instan tanpa legalitas,” ujar Sahudin.

Melalui kegiatan reses tersebut, Andi Saputra berharap seluruh aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah demi peningkatan kesejahteraan warga Kota Bengkulu.

Reses Anggota DPRD Kota Bengkulu Masa Sidang III Tahun 2025 Serap Aspirasi Warga Dapil III

Charger | Bengkulu – Anggota DPRD Kota Bengkulu melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang ke III Tahun 2025 pada Minggu, 7 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung pada 6–8 Desember 2025 ini bertujuan untuk menyerap serta menyalurkan aspirasi masyarakat Kota Bengkulu, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) III.

Reses dilaksanakan oleh H. Riduan, Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi NasDem (Partai Nasional Demokrat), yang meliputi wilayah Kecamatan Selebar dan Kampung Melayu. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tampak antusias menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan warga antara lain terkait macetnya distribusi air PDAM, permohonan santunan bagi keluarga miskin, bantuan untuk lanjut usia (lansia), pemasangan lampu penerangan jalan di sejumlah titik yang masih gelap, serta persoalan pengelolaan sampah di Kota Bengkulu, khususnya di wilayah Dapil III.

Menanggapi hal tersebut, H. Riduan menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan ditampung dan diperjuangkan melalui pembahasan di DPRD serta dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Reses menjadi momentum penting untuk mendengar langsung kebutuhan dan keluhan masyarakat. Semua aspirasi ini akan kami bawa ke DPRD agar dapat diperjuangkan dalam kebijakan dan program pembangunan daerah,” ungkapnya.

Kegiatan reses ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Sosial Kota Bengkulu yang mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, khususnya terkait bantuan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, hadir pula Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Baidari Citra Dewi, yang merupakan istri dari H. Riduan, sebagai bentuk sinergi antara DPRD Kota dan DPRD Provinsi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara wakil rakyat dan masyarakat serta tercipta kolaborasi yang kuat antara DPRD Kota Bengkulu, DPRD Provinsi Bengkulu, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan, khususnya di wilayah Selebar dan Kampung Melayu.

Fatmawati Serap Aspirasi Warga Terkait Sampah, Penerangan, dan BPJS dalam Reses DPRD Kota Bengkulu

Charger | Bengkulu – Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Gerindra, Fatmawati, S.Ag., melaksanakan Reses Masa Sidang ke III Tahun 2025 di Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Selebar dan Kampung Melayu. Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap serta menyalurkan aspirasi masyarakat secara langsung.

Dalam reses tersebut, isu utama yang disampaikan warga adalah permasalahan sampah, penerangan lingkungan, dan layanan BPJS Kesehatan. Meski hanya beberapa warga yang menyampaikan aspirasi secara langsung dalam forum, Fatmawati menegaskan bahwa keluhan tersebut merupakan aspirasi banyak warga yang sebelumnya juga telah disampaikan melalui pesan pribadi.

“Walaupun yang bicara tadi hanya tiga orang, sebenarnya aspirasi itu sudah banyak disampaikan ke saya lewat WhatsApp. Intinya warga meminta tolong agar persoalan sampah di lingkungan mereka bisa segera diselesaikan,” ujar Fatmawati, Minggu (7/12/2025).

Untuk menindaklanjuti persoalan sampah, Fatmawati menghadirkan Plt. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu agar dapat langsung menjawab pertanyaan masyarakat. Kegiatan reses tersebut juga dihadiri oleh Lurah Pagar Dewa serta perwakilan masyarakat dari Kampung Melayu dan Selebar.

Selain masalah sampah, warga juga mengeluhkan kurangnya penerangan di beberapa lingkungan pemukiman. Menanggapi hal tersebut, Fatmawati mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan agar pemasangan lampu penerangan dapat diprioritaskan bagi wilayah yang benar-benar membutuhkan.

“Untuk penerangan, kami akan membantu warga yang memang sama sekali belum memiliki lampu di lingkungannya. Minimal akan dipasang satu titik supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.

Namun demikian, Fatmawati menegaskan bahwa setiap pengajuan tetap akan disesuaikan dengan ketersediaan program dan anggaran pemerintah daerah.

“Data pengajuan sudah ada, tetapi saya tidak akan langsung menyetujui semuanya. Saya akan tanyakan dulu ke Dinas Perhubungan, apakah tahun ini masih ada kuota atau anggaran untuk lampu penerangan lingkungan,” tambahnya.

Dalam reses tersebut, warga juga mempertanyakan pelayanan BPJS Kesehatan, terutama terkait biaya yang masih harus dikeluarkan meskipun BPJS disebut gratis. Fatmawati mengakui bahwa persoalan tersebut masih sering dikeluhkan masyarakat.

“Banyak warga menyampaikan keluhan, katanya walaupun BPJS itu gratis, tetapi di lapangan mereka masih harus membayar. Ini yang akan saya tanyakan langsung ke pihak BPJS agar ke depan ada kejelasan bagi masyarakat,” tegas Fatmawati.

Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan ditindaklanjuti dan dikomunikasikan dengan instansi terkait sebagai bentuk tanggung jawab wakil rakyat.

“Reses ini memang ruang untuk masyarakat menyampaikan persoalan nyata yang mereka hadapi. Apa yang menjadi keluhan warga akan saya perjuangkan dan koordinasikan dengan dinas terkait,” pungkasnya.

Nuzuludin Serap Aspirasi Warga Singaran Pati, Jalan Usaha Tani Target Selesai 2026

Charger | Bengkulu – Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Gerindra, Nuzuludin, SE, menggelar kegiatan reses Masa Sidang ke III Tahun 2025 di Daerah Pemilihan II Kecamatan Gading Cempaka dan Singaran Pati, pada 6–8 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung aspirasi dan permasalahan yang dihadapi di lingkungan mereka.

Dalam reses tersebut, Nuzuludin menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan infrastruktur penunjang. Ia menyampaikan bahwa pemerintah bersama DPRD telah menyiapkan anggaran untuk mendukung pembangunan jalan usaha tani yang direncanakan rampung pada tahun 2026.

“Di wilayah ini banyak masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Karena itu, fasilitas pertanian harus menjadi perhatian. Insyaallah tahun 2026 pemerintah bersama DPRD akan menggelontorkan anggaran untuk pembangunan jalan usaha tani, dan kita targetkan selesai pada tahun tersebut,” ujar Nuzuludin, Sabtu (6/12/2025).

Kegiatan reses ini turut dihadiri oleh Camat Kecamatan Singaran Pati, Anggota DPRD Kota Bengkulu Sudisman, serta lurah setempat. Kehadiran sejumlah unsur pemerintahan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat di lapangan.

Selain persoalan pertanian, warga juga banyak menyampaikan keluhan terkait infrastruktur lingkungan, khususnya masalah drainase yang masih mengalami sumbatan di beberapa titik. Menanggapi hal tersebut, Nuzuludin menilai bahwa penyelesaiannya membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

“Memang kondisinya tidak terlalu parah, tapi ada beberapa saluran drainase yang tersumbat. Pemerintah akan melakukan perbaikan, namun partisipasi masyarakat juga sangat penting, misalnya melalui gotong royong membersihkan drainase yang tersumbat tanah atau sampah,” jelasnya.

Terkait lambatnya pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan, Nuzuludin menjelaskan bahwa sebagian merupakan kewenangan pemerintah pusat. Meski demikian, pihaknya akan tetap mendorong percepatan melalui koordinasi dan penyampaian aspirasi kepada pihak terkait.

“Perlu dipahami bahwa ada proyek yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Walaupun begitu, sebagai anggota DPRD Kota Bengkulu kami tetap akan mengimbau dan mendorong agar pelaksanaannya bisa dipercepat, khususnya di wilayah Tanjung Agung,” kata Nuzuludin.

Ia juga menyinggung persoalan banjir yang selama ini kerap terjadi di wilayah Tanjung Agung. Menurutnya, selain dukungan pemerintah, kesiapsiagaan masyarakat dalam mitigasi bencana juga sangat diperlukan.

“Mitigasi bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah. Masyarakat juga harus punya inisiatif, seperti menyesuaikan ketinggian rumah dan rutin membersihkan drainase agar risiko banjir bisa dikurangi,” pungkas Nuzuludin.

Melalui kegiatan reses ini, Nuzuludin berharap seluruh aspirasi masyarakat dapat dihimpun dan diperjuangkan melalui jalur legislatif demi terwujudnya pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kota Bengkulu.

Reses DPRD Kota Bengkulu, Repelita Fithri Paparkan Solusi Sampah Berbasis Masyarakat

Charger | Bengkulu – Dalam rangka menjalankan fungsi legislatif sekaligus menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat Kota Bengkulu, Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Daerah Pemilihan II Gading Cempaka–Singaran Pati, Repelita Fithri, S.E., melaksanakan Reses Masa Sidang Ke III Tahun 2025 pada tanggal 6–8 September 2025.

Kegiatan reses tersebut menjadi wadah pertemuan langsung antara wakil rakyat dan masyarakat. Dalam dialog yang berlangsung, warga menyampaikan berbagai persoalan lingkungan dan infrastruktur, dengan persoalan sampah menjadi salah satu isu utama yang mendapat perhatian khusus.

Menanggapi hal tersebut, Repelita Fithri menegaskan perlunya penanganan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan, tidak hanya bergantung pada penambahan lahan atau armada, tetapi juga melalui keterlibatan aktif masyarakat.

“Seharusnya tidak selalu dengan menambah lahan. Sampah itu bisa diberdayakan, dibuat kompos, dimanfaatkan untuk tanaman. Tetapi memang harus dimulai dari RT, RW, dan masyarakat,” ujar Repelita Fithri, S.E.

Selain mendorong solusi berbasis masyarakat, Repelita juga mengakui bahwa dari sisi teknis dan operasional masih diperlukan dukungan anggaran, mengingat kondisi armada pengangkut sampah saat ini sudah cukup tua.

“Untuk persoalan sampah, nanti akan kita sampaikan ke bagian anggaran. Kemungkinan perlu ada penambahan anggaran karena kondisi mobil pengangkut sudah tua dan operasionalnya juga berat,” jelasnya.

Selain isu sampah, warga juga menyampaikan aspirasi terkait lampu penerangan jalan, drainase, dan banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Dapil II. Repelita menyebut persoalan drainase sudah bersifat mendesak dan harus segera ditangani.

“Terkait lampu jalan dan drainase, ini memang menjadi perhatian utama karena banjir sering terjadi. Drainase harus segera ditangani,” tambahnya.

Aspirasi di bidang kesehatan juga menjadi pembahasan dalam reses tersebut. Repelita menyampaikan harapannya agar sektor kesehatan dapat menjadi perhatian serius dalam perencanaan pembangunan dan penganggaran tahun 2026.

“Masalah kesehatan juga menjadi catatan penting. Mudah-mudahan di tahun 2026 bisa kita dorong dan kita perjuangkan,” kata Repelita.

Terkait program normalisasi (renasir) di kawasan rawan banjir, Repelita menyatakan wilayah tersebut sudah sangat mendesak untuk ditangani. Meskipun belum dapat direalisasikan pada tahun ini, ia memastikan akan terus mengawal pembahasan di tingkat anggaran.

“Kawasan ini sudah urgent. Tahun ini belum bisa terlaksana, tapi ke depan akan tetap kita kawal. Kendalanya memang kembali ke anggaran,” pungkasnya.

Melalui kegiatan reses ini, Repelita Fithri, S.E. menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Gading Cempaka dan Singaran Pati, khususnya terkait penanganan sampah dan perbaikan infrastruktur lingkungan, agar dapat direalisasikan dalam kebijakan pembangunan Kota Bengkulu.

Reses DPRD Kota Bengkulu, Edi Hariyanto Tegaskan Administrasi BPJS Tak Boleh Hambat Layanan Kesehatan

Charger | Bengkulu – Dalam kegiatan Reses Masa Sidang ke III Tahun 2025, Anggota DPRD Kota Bengkulu Dapil III (Selebar–Kampung Melayu), Edi Hariyanto, S.P., MM, menegaskan bahwa persoalan administrasi BPJS tidak boleh menjadi penghambat pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Reses yang berlangsung pada 6–8 Desember 2025 ini dimanfaatkan sebagai ajang menyerap dan menyalurkan aspirasi warga secara langsung.

“Administrasi itu urusan belakangan. Yang utama adalah keselamatan dan penanganan pasien. Masyarakat harus tetap dilayani terlebih dahulu,” kata Edi Hariyanto saat menyampaikan penegasan terkait pelayanan BPJS.

Menurut Edi, masih ditemukan warga yang mengalami kendala pelayanan karena status BPJS mandiri yang menunggak. Padahal, sesuai dengan program Pemerintah Kota Bengkulu, masyarakat tetap dapat memanfaatkan BPJS gratis dari pemerintah daerah.

Kegiatan reses tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari pelayanan BPJS kesehatan, persoalan infrastruktur, hingga permasalahan lalu lintas dan penerangan jalan.

Reses ini juga dihadiri oleh perwakilan OPD terkait, antara lain Dinas PUPR Kota Bengkulu yang diwakili Yosep Akmal Hariadi, BPJS Kesehatan yang diwakili Riko, serta Dinas Perhubungan Kota Bengkulu yang diwakili Sony. Kehadiran OPD dinilai penting untuk mempercepat tindak lanjut terhadap aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Selain isu BPJS, Edi juga menyoroti persoalan badan jalan dan rawannya kecelakaan lalu lintas, khususnya di Jalan Arung Jajar. Menurutnya, jarak putar balik yang terlalu jauh mendorong masyarakat mengambil jalan pintas yang berisiko.

“Kondisi ini harus segera dicarikan solusi melalui koordinasi dengan instansi terkait, karena keselamatan pengguna jalan juga menjadi prioritas,” ujarnya.

Edi menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses ini akan dikawal dan diperjuangkan di DPRD Kota Bengkulu agar dapat direalisasikan sesuai kewenangan masing-masing OPD.