charger.my.id
Gubernur Bengkulu Syukuri Pelantikan Direktur Kepatuhan, Soroti Prestasi dan Program Semarak Merah Putih

Charger | Bengkulu — Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyampaikan rasa syukur atas pelantikan Direktur Kepatuhan di PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu yang dinilainya sebagai langkah penting dalam memperkuat kinerja perbankan daerah.

“Ya, kita bersyukur. Alhamdulillah telah ditemukan direktur terbaik. Karena waktunya cukup lama mencarinya,” ujar Helmi Hasan usai pelantikan yang digelar di Aula H. Mochtar Azehari Graha Bank Bengkulu Lantai 7, Kamis (30/4/2026).

Menurut Helmi, posisi Direktur Kepatuhan memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga operasional bank tetap berjalan sesuai aturan. Ia menegaskan bahwa fungsi utama jabatan tersebut adalah memastikan seluruh aktivitas bank berada pada jalur yang benar.

“Direktur Kepatuhan ini sangat penting. Fungsinya mengawal dan memastikan agar Bank Bengkulu berjalan on the track. Kalau sudah sesuai aturan, efektif dan efisien, maka bank akan tampil jauh lebih bermanfaat dan lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, Helmi juga mengungkapkan capaian membanggakan Provinsi Bengkulu di tingkat regional Sumatera. Ia menyebut Bengkulu berhasil meraih peringkat pertama dalam pengendalian inflasi.

“Kita diberikan hadiah oleh Mendagri. Kita menang se-Sumatera dalam pengendalian inflasi. Bengkulu diadu dengan Sumbar, Sumut, Sumsel, dan lainnya, dan kita nomor satu,” katanya.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu memperoleh penghargaan berupa dana sebesar Rp3 miliar. Tidak hanya itu, Bengkulu juga mencatatkan prestasi dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan, yang kembali diganjar hadiah Rp3 miliar.

“Total ada enam miliar rupiah yang kita terima. Ini akan kita manfaatkan untuk kegiatan masyarakat,” tambahnya.

Dana tersebut, lanjut Helmi, akan digunakan untuk menggelar program “Semarak Merah Putih” di 12 titik di seluruh wilayah Bengkulu. Setiap titik akan berlangsung selama 10 hari dengan berbagai kegiatan hiburan dan pemberdayaan ekonomi.

“Nanti ada artis nasional, mungkin ulama nasional, juga hiburan yang disukai masyarakat. Tujuannya agar banyak orang datang dan UMKM bisa berkembang karena dagangannya laku,” jelas Helmi.

Kegiatan ini akan digelar di seluruh kabupaten/kota, termasuk di Lebong, Mukomuko, Kaur, Bengkulu Selatan, hingga tingkat provinsi, serta satu titik tambahan di Universitas Bengkulu.

“Konsepnya seperti PRJ (Pekan Raya Jakarta), ada permainan anak-anak dan berbagai hiburan. Harapannya bisa mendorong ekonomi rakyat,” tutupnya.

Pelantikan Direktur Kepatuhan Bank Bengkulu, Gubernur Tekankan Pentingnya Integritas dan Kepatuhan

Charger | Bengkulu – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, melantik Somi Mohamad Yunus sebagai Direktur Kepatuhan PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu. Pelantikan tersebut berlangsung di Aula H. Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu, Kamis (30/4).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini didasarkan pada Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu Nomor 05 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Direktur Kepatuhan untuk masa jabatan 16 April 2026 hingga 15 April 2030.

Gubernur menyampaikan bahwa proses pemilihan Direktur Kepatuhan berlangsung cukup panjang. Oleh karena itu, ia berharap pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kualitas yang baik.

“Dengan penantian dan proses yang lama itu, tentu kita harapkan kualitasnya betul-betul baik, sehingga Bank Bengkulu tidak memiliki persoalan, baik internal maupun eksternal,” ujarnya.

Direktur Kepatuhan merupakan bagian dari jajaran direksi yang bertanggung jawab memastikan seluruh operasional perusahaan, khususnya di sektor perbankan, mematuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hukum yang berlaku, serta standar kebijakan internal. Peran ini sangat penting dalam membangun budaya kepatuhan, mengelola risiko, serta menghindari sanksi hukum.

Selain itu, Direktur Kepatuhan juga berperan sebagai pengawas internal yang independen dalam struktur organisasi. Ia memastikan prinsip Good Corporate Governance (GCG) berjalan dengan baik serta menjaga konsistensi kepatuhan demi mempertahankan reputasi perusahaan.

“Ke depan, Direktur Kepatuhan Bank Bengkulu harus bekerja lebih keras, mengawal agar setiap insan di Bank Bengkulu taat pada aturan,” tambah Helmi.

Pada kesempatan tersebut, gubernur juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah mengantarkan Provinsi Bengkulu meraih dua predikat terbaik dari Kementerian Dalam Negeri, yaitu peringkat pertama dalam pengendalian inflasi dan penurunan angka pengangguran.

“Satu kategori hadiahnya sebesar tiga miliar rupiah. Kita meraih dua kategori terbaik, sehingga totalnya enam miliar rupiah. Dana tersebut akan dimanfaatkan melalui kegiatan bertajuk Semarak Merah Putih selama sepuluh hari di 12 titik, dengan melibatkan banyak pihak, terutama pelaku UMKM. Dengan demikian, perputaran uang meningkat, ekonomi bergerak, dan inflasi dapat dikendalikan. Saya optimistis Provinsi Bengkulu akan terus maju,” pungkasnya.

BI Dorong Bank Bengkulu Jadi Local Champion di Usia ke-55

Charger | Bengkulu – Perayaan hari jadi ke-55 Bank Bengkulu terasa berbeda tahun ini. Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu memberikan kejutan sederhana namun sarat makna berupa tumpeng pempek berhias angka “55”.

Tumpeng tersebut dibawa langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, dan diserahkan kepada Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Bengkulu, H. Iswahyudi.

Momen ini bukan sekadar simbol perayaan, tetapi juga menjadi penegasan harapan besar terhadap peran strategis Bank Bengkulu ke depan. Di usia yang semakin matang, Wahyu menilai Bank Bengkulu memiliki posisi istimewa sebagai satu-satunya bank pembangunan daerah yang berkantor pusat di Provinsi Bengkulu.

“Di Bengkulu ini hanya ada satu bank daerah. Maka harapannya jelas, Bank Bengkulu bisa menjadi local champion dan bergerak searah dengan visi pembangunan daerah,” ujar Wahyu, Senin (13/4/2026).

Ia menekankan bahwa sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank Bengkulu harus mampu menjadi motor penggerak berbagai program strategis, khususnya yang berkaitan dengan pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah percepatan digitalisasi transaksi pemerintah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Menurut Wahyu, peran Bank Bengkulu harus lebih dominan dalam mendukung sistem pembayaran, belanja, hingga penerimaan pendapatan asli daerah (PAD).

“Karena banyak rekening pemerintah daerah ada di sana, maka fasilitas yang dimiliki Bank Bengkulu harus dioptimalkan,” jelasnya.

Selain itu, Wahyu juga menaruh harapan besar terhadap kontribusi Bank Bengkulu dalam pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menilai kedekatan bank daerah dengan masyarakat menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan bank nasional.

“Bank Bengkulu lebih tahu wilayahnya, lebih dekat dengan masyarakat, dan paham potensi UMKM yang perlu didorong. Ini harus dimaksimalkan,” katanya.

Menurutnya, penguatan peran Bank Bengkulu dapat difokuskan pada dua sektor utama, yakni korporasi dan UMKM, dengan perhatian lebih besar pada UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Di akhir pernyataannya, Wahyu menyampaikan pesan tegas agar Bank Bengkulu melakukan perubahan pola pikir dalam menjalankan perannya.

“Kalau saran, lebih militan saja. Jangan lagi seperti stigma lama—menunggu di ‘menara gading’. Sekarang harus lebih agresif, lebih mendekat, jemput bola,” tegasnya.

Perayaan sederhana dengan tumpeng pempek ini pun menjadi simbol harapan bahwa di usia ke-55, Bank Bengkulu tidak hanya bertambah usia, tetapi juga semakin kuat, adaptif, dan hadir nyata di tengah masyarakat.

Bank Bengkulu Perkuat Dewan Komisaris, Andaru Pranata Resmi Dilantik sebagai Komisaris Nonindependen

Charger | Bengkulu – Guna memperkuat tata kelola perusahaan serta mendukung peningkatan kinerja Bank Bengkulu dalam menjalankan perannya sebagai bank pembangunan daerah yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Provinsi Bengkulu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan resmi melantik Andaru Pranata, S.E. sebagai Komisaris Nonindependen PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu masa jabatan 2026–2030.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut digelar pada Ahad (8/3) di Aula H. Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu lantai 7.

Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu Nomor 02 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Komisaris Nonindependen PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu tertanggal 6 Maret 2026.

Dalam struktur dewan komisaris, Andaru mendampingi Elva Hartati yang juga menjabat sebagai Komisaris Nonindependen.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Eko Kurnia Ningsih, para pemegang saham PT Bank Bengkulu, jajaran direksi dan komisaris Bank Bengkulu, serta tamu undangan lainnya.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan berharap kehadiran Andaru dapat memperkuat fungsi pengawasan serta mendorong peningkatan kinerja Bank Bengkulu.

“Kehadiran Komisaris Nonindependen yang dilantik hari ini diharapkan dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan, memberikan arahan strategis, serta mendorong kinerja Bank Bengkulu agar semakin sehat, kuat, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan daerah, baik di kota maupun kabupaten,” ujar Helmi.

Gubernur juga menyampaikan bahwa posisi Direktur Kepatuhan dan Direktur Utama Bank Bengkulu saat ini masih dalam proses.

Di sisi lain, Andaru Pranata merupakan putra daerah Bengkulu yang lahir di Ketahun pada 13 Januari 1993. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret.

Sebelum diangkat sebagai Komisaris Nonindependen Bank Bengkulu, Andaru memiliki pengalaman di berbagai bidang, baik di sektor swasta, kewirausahaan, maupun pemerintahan. Karier profesionalnya dimulai sebagai Human Resource Development Manager di PT Muhibat Jaya Abadi pada periode 2015–2016. Setelah itu, ia menjalankan usaha mandiri di bidang perkebunan.

Pada periode 2019–2024, Andaru menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dan dipercaya sebagai pimpinan Komisi III. Ia juga terlibat dalam berbagai alat kelengkapan dewan, seperti Badan Anggaran, Badan Musyawarah, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), serta sejumlah panitia khusus, antara lain Pansus RTRW, Pansus RPJMD, Pansus P4GN, dan Pansus Perizinan Tertentu.

Dalam perannya tersebut, ia turut mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat, antara lain dukungan bagi pelaku UMKM, bantuan sarana budi daya perikanan bagi nelayan, dukungan sarana pertanian bagi kelompok tani, serta percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Provinsi Bengkulu.

Selain itu, Andaru juga aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu periode 2025–2027 serta pernah menjadi Ketua Karang Taruna Kabupaten Bengkulu Utara dan sejumlah organisasi lainnya.

 

Pelaksana Tugas Komisaris Utama Independen Bank Bengkulu, Riduan, menjelaskan bahwa dalam rangka memperkuat kompetensi di bidang tata kelola dan pengawasan perbankan, Andaru juga telah mengikuti berbagai program pengembangan profesional. Di antaranya Executive Overview for Board of Commissioner of Banking Industry yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia serta memperoleh Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 6 dari LSP BSMR.

“Dengan pengalaman yang dimiliki, kehadiran Andaru Pranata di jajaran Dewan Komisaris diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat fungsi pengawasan serta mendukung pengembangan Bank Bengkulu agar semakin sehat, kuat, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah,” ujar Riduan.

Samsat Desa Hadir di KCP Bank Bengkulu Bengkulu Tengah, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah

Bengkulu Tengah | Charger – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meresmikan layanan Samsat Desa di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Bengkulu Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Ahad (1/3/2025). Kehadiran layanan ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendekatkan pelayanan pembayaran pajak kendaraan kepada masyarakat hingga ke wilayah kecamatan dan desa.

Program Samsat Desa yang dihadirkan Pemerintah Provinsi Bengkulu tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Warga menilai layanan ini memberikan kemudahan karena tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat kota untuk membayar pajak kendaraan bermotor.

Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa Samsat Desa merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mempermudah masyarakat memenuhi kewajiban perpajakan.

“Kita ingin masyarakat lebih mudah membayar pajak. Tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota, cukup di kecamatan, bahkan dekat dengan desa masing-masing,” kata Helmi usai peresmian.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bengkulu yang selama ini telah taat membayar pajak. Menurutnya, pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dirasakan melalui berbagai program pembangunan.

“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah taat pajak. Pajak ini kembali lagi untuk rakyat melalui program Bantu Rakyat. Pembangunan jalan mulus sudah ratusan kilometer dibangun serta layanan ambulans gratis telah dibagikan dalam jumlah ratusan unit. Semuanya untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Salah seorang wajib pajak, Erwin (30), mengaku terbantu dengan hadirnya Samsat Desa di wilayah Bengkulu Tengah. Menurutnya, selama ini masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi dan kebutuhan lain saat membayar pajak ke kota.

“Alhamdulillah, sekarang sudah dekat untuk membayar pajak. Harapan kami, pelayanannya tetap cepat dan mudah sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan atau harus ke kota,” ujarnya.

Lanjut Erwin, proses pelayanan dinilai cepat dan efisien sehingga tidak memakan waktu lama. “Program ini sangat membantu kami dan prosesnya cepat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bengkulu, Hadiyanto, menjelaskan bahwa Samsat Desa dirancang sebagai inovasi pelayanan publik yang sederhana dan cepat.

“Estimasi pelayanan hanya sekitar dua hingga lima menit. Jika ada kendala, petugas siap membantu agar masyarakat benar-benar merasakan kemudahan pelayanan,” jelasnya.

Dengan hadirnya Samsat Desa di KCP Bank Bengkulu, pemerintah berharap tingkat kepatuhan pajak kendaraan bermotor semakin meningkat sekaligus mendekatkan layanan publik hingga ke masyarakat pedesaan.

Samsat Desa Resmi Beroperasi di KCP Bank Bengkulu Bengkulu Utara

Charger | Bengkulu Utara – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, didampingi Wakil Gubernur Mian, secara resmi meluncurkan program Samsat Desa di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Bengkulu, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, Sabtu (28/2).

Peluncuran Samsat Desa ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mendekatkan layanan publik hingga ke tingkat desa, sekaligus mempermudah masyarakat dalam mengakses pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Dalam sambutannya, Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa kehadiran Samsat Desa bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya warga yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke ibu kota kabupaten atau kota untuk membayar pajak.

“Samsat Desa ini kita hadirkan untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan. Tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota, cukup di kecamatan bahkan dekat dengan desa masing-masing,” ujar Helmi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Bengkulu yang selama ini taat membayar pajak. Menurutnya, kepatuhan tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah taat pajak. Pajak yang dibayarkan akan kembali kepada rakyat melalui program Bantu Rakyat, pembangunan infrastruktur Jalan Mulus, serta layanan Ambulans Gratis yang seluruhnya untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Program Samsat Desa melibatkan sejumlah mitra pelayanan guna memastikan proses berjalan cepat, tertib, dan akuntabel. Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bengkulu, Hadiyanto, menjelaskan bahwa Samsat Desa merupakan inovasi pelayanan untuk meningkatkan kemudahan dan efisiensi pembayaran pajak.

“Seluruh proses pelayanan berlangsung cepat, estimasinya hanya sekitar dua hingga lima menit. Jika masyarakat mengalami kendala, petugas kami siap membantu agar pelayanan semakin mudah dan pendapatan daerah dapat meningkat,” jelasnya.

Kehadiran Samsat Desa disambut positif oleh masyarakat. Salah seorang wajib pajak, Pujiono (52), mengaku sangat terbantu dengan layanan tersebut.

“Alhamdulillah, sekarang bayar pajak jadi mudah. Dulu harus ke kota, sekarang dekat. Programnya bagus, semoga pelayanannya semakin baik sehingga masyarakat benar-benar terbantu,” ungkapnya.

Melalui program Samsat Desa, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap pelayanan publik semakin inklusif, efisien, serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga pelosok desa. Langkah ini menjadi wujud nyata upaya pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang ramah, cepat, dan berdampak langsung bagi rakyat.

Samsat Desa di Seluma Diresmikan Gubernur, Bank Bengkulu Jadi Pusat Layanan Pajak Kendaraan

Charger | Seluma – Helmi Hasan meresmikan layanan Samsat Desa di halaman Kantor Bank Bengkulu, Desa Sukaraja, Kabupaten Seluma, Kamis (19/2). Kehadiran layanan ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor tanpa harus pergi ke ibu kota kabupaten maupun kota.

Dalam sambutannya, Helmi Hasan menegaskan bahwa Samsat Desa merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Kita ingin masyarakat lebih mudah. Tidak perlu jauh-jauh lagi. Samsat Desa ini adalah komitmen kami agar pelayanan lebih cepat, mudah, dan transparan,” ujar Helmi.

Program Samsat Desa menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mendorong kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor. Menurut Helmi, pajak kendaraan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

“Pajak kendaraan ini kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan jalan, jembatan, pendidikan, kesehatan, dan program desa. Jadi, mari kita taat pajak sebagai kontribusi membangun daerah,” katanya.

Pelayanan Samsat Desa didukung sejumlah mitra, antara lain Direktorat Lalu Lintas Polda Bengkulu, PT Jasa Raharja, serta Bank Bengkulu sebagai mitra perbankan, guna memastikan layanan berjalan cepat, tertib, dan akuntabel.

Sementara itu, Rahmat (45), warga Kabupaten Seluma, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya Samsat Desa. Ia menilai layanan tersebut lebih praktis dan menghemat waktu.

“Sekarang lebih dekat dan praktis. Kami tidak perlu ke kota lagi. Ini sangat memudahkan dan tentu kami sebagai masyarakat jadi lebih semangat untuk taat pajak,” tuturnya.

Selain peningkatan pelayanan pajak, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga menargetkan pembangunan infrastruktur jalan provinsi di Kabupaten Seluma pada tahun 2025 dengan anggaran sekitar Rp72,2 miliar hingga Rp85 miliar. Pembangunan difokuskan pada perbaikan jalan rusak berat, di antaranya ruas Pasar Talo–Kembang Mumpo–Pring Baru, Simpang Tiga Ngalam–Pasar Ngalam, serta Sukaraja–Padang Capo.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Seluma.

RUPS Tetapkan Dua Calon Komisaris Independen Bank Bengkulu Memenuhi Persyaratan

Charger | Bengkulu — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Bengkulu yang dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026, menetapkan dua kandidat Calon Komisaris Independen Bank Bengkulu yang dinyatakan memenuhi persyaratan berdasarkan hasil penilaian administratif, kompetensi, pengalaman, serta dukungan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku.

Dua kandidat tersebut adalah Aprikie Putra Wijaya dan Sulian Risman. Keduanya memperoleh nilai komposit tertinggi (5) dan dinilai layak untuk melanjutkan ke tahapan penetapan selanjutnya sesuai mekanisme yang berlaku.

Aprikie Putra Wijaya, berusia 39 tahun, memperoleh dukungan pemegang saham yang signifikan, termasuk dari Gubernur Provinsi Bengkulu serta sejumlah kepala daerah kabupaten/kota. Secara akademik, Aprikie merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan telah memiliki Sertifikat Manajemen Risiko Jenjang 7 yang berlaku hingga tahun 2026.

Dari sisi pengalaman, Aprikie memiliki rekam jejak yang relevan di bidang keuangan dan kebijakan publik. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Bisnis di PT. Royal Samudera Nusantara, Tenaga Ahli Pimpinan Komisi XI DPR RI, serta saat ini menjabat sebagai Komisaris PT Sarana Mandiri Mukti. Pengalaman tersebut dinilai mendukung pelaksanaan fungsi pengawasan dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik di Bank Bengkulu.

Sementara itu, Sulian Risman, SE yang berusia 50 tahun, memiliki pengalaman panjang di sektor perbankan dan keuangan. Lulusan Ilmu Ekonomi Pembangunan Universitas Bengkulu (UNIB) ini mengawali karier sebagai pegawai Bank BRI selama lebih dari dua dekade. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Kastara Karya Persada serta Anggota Komite Pemantau Risiko.

Sulian Risman juga telah mengantongi Sertifikat Manajemen Risiko Jenjang 7 yang berlaku hingga tahun 2025. Dukungan pemegang saham yang diperolehnya secara akumulatif telah memenuhi ketentuan minimal sebagaimana dipersyaratkan.

RUPS menegaskan bahwa seluruh proses penilaian dan penetapan dilakukan secara objektif dan transparan dengan mengedepankan prinsip good corporate governance serta mengacu pada regulasi perbankan yang berlaku. Keputusan ini diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan dan kinerja Bank Bengkulu ke depan. (Sudarwan Yusuf).

RUPS Bank Bengkulu Ajukan Aprikie Putra Wijaya dan Sulian Rusman sebagai Komisaris Independen

Charger | Bengkulu – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Bengkulu yang digelar pada Rabu (28/1/2026) memutuskan adanya penambahan posisi komisaris independen. Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Komisaris Utama Bank Bengkulu, Riduan.

Dalam RUPS tersebut, manajemen mengajukan dua nama untuk mengisi posisi komisaris independen, yakni Aprikie Putra Wijaya dan Sulian Rusman. Keduanya akan diajukan untuk mengikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Riduan menjelaskan, pengajuan dua nama tersebut telah sesuai dengan ketentuan Surat Edaran OJK Nomor 39/SEOJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan, yang mengatur bahwa dalam satu lowongan jabatan, maksimal dua orang dapat diajukan untuk mengikuti uji tersebut.

“Secara administratif, keduanya telah memenuhi persyaratan. Mereka memiliki sertifikat manajemen risiko jenjang 7 serta pengalaman di bidang perbankan dan keuangan,” ujar Riduan.

Terkait nama Andaru Pranata, Riduan menyebutkan bahwa persetujuan terhadap yang bersangkutan sebenarnya telah ada. Namun, pelantikannya masih terkendala oleh komposisi Dewan Komisaris yang harus memenuhi ketentuan regulasi.

Berdasarkan Peraturan OJK (POJK) Nomor 17 Tahun 2023, jumlah komisaris independen harus lebih banyak atau minimal 50 persen dari komisaris non-independen. Selain itu, jumlah komisaris juga tidak boleh melebihi jumlah direksi.

“Karena itu, pelantikan Andaru Pranata masih menunggu persetujuan OJK terhadap jajaran direksi yang diajukan, yakni Direktur Utama dan Direktur Kepatuhan. Setelah komposisi direksi disetujui, barulah Andaru dapat dilantik,” jelasnya.

Manajemen Bank Bengkulu berharap seluruh proses persetujuan dari OJK dapat berjalan lancar agar struktur pengurus perseroan segera lengkap dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Sudarwan Yusuf).

Bank Bengkulu Catat Kinerja Positif, Aset Tumbuh Jadi Rp11,19 Triliun di 2025

Charger | Bengkulu – PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) terus menunjukkan kinerja keuangan yang positif dan berkelanjutan di tengah dinamika perekonomian global serta tantangan penguatan permodalan industri perbankan.
Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula H. Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu, Rabu (28/1).

Dalam kesempatan itu, manajemen memaparkan laporan kinerja keuangan Bank Bengkulu sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan, total aset Bank Bengkulu tercatat sebesar Rp11,190 triliun, atau tumbuh 8,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini mencerminkan fundamental keuangan bank yang tetap terjaga serta pengelolaan usaha yang dilakukan secara prudent dan profesional.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, selaku pemegang saham, menyampaikan apresiasi atas kinerja positif yang berhasil diraih Bank Bengkulu. Ia berharap Bank Bengkulu dapat terus meningkatkan perannya dalam mendukung pembangunan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu.

“Dengan semangat transformasi, profesionalisme, dan kolaborasi, kita optimistis Bank Bengkulu akan terus memperkuat perannya sebagai penggerak perekonomian daerah, mitra pembangunan yang terpercaya, serta institusi perbankan yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ujar Helmi Hasan.

Selain membahas laporan kinerja, RUPS juga mengagendakan sejumlah pembahasan penting lainnya, termasuk usulan calon Komisaris Independen Bank Bengkulu, yakni Aprikie Putra Wijaya dan Sulian Risman.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 kinerja intermediasi bank terus menunjukkan tren positif. Penyaluran kredit tercatat tumbuh 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun, sedangkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 2,52 persen dengan total mencapai Rp8,205 triliun.

“Dari sisi profitabilitas, Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, atau tumbuh 34,70 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Iswahyudi.

Kinerja tersebut ditopang oleh rasio keuangan yang berada pada level sehat, antara lain Return on Assets (ROA) sebesar 1,64 persen, Return on Equity (ROE) sebesar 9,51 persen, serta Capital Adequacy Ratio (CAR) yang mencapai 25,11 persen. Adapun posisi modal inti Bank Bengkulu per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun, yang semakin memperkuat struktur permodalan bank dalam mendukung pengembangan bisnis secara berkelanjutan.

Iswahyudi menambahkan, Bank Bengkulu tetap berkomitmen untuk memperkuat dukungan terhadap sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebagai salah satu motor penggerak perekonomian daerah. Selain itu, sinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terus ditingkatkan guna menghadapi tantangan digitalisasi serta ketidakpastian ekonomi global.

“Komitmen dan kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Bank Bengkulu dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Sudarwan Yusuf)