Ketum JMSI Minta Kawan-Kawan JMSI Kampanyekan Kasus Upaya Pembunuhan Rahimandani yang Belum Terungkap
Charger | Bengkulu – Ketua Umum Teguh Santosa meminta seluruh anggota Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) untuk turut mengkampanyekan kembali kasus dugaan upaya pembunuhan terhadap Rahimandani yang hingga kini belum terungkap.
Menurut Teguh, kasus tersebut tidak boleh dibiarkan mengendap tanpa kejelasan, mengingat peristiwa itu menyangkut keselamatan insan pers dan pengelola media, khususnya di daerah.
“Tiga tahun lalu, beliau ini jadi korban upaya pembunuhan. Ditembak dari jarak dekat, mungkin satu meter dari belakang. Alhamdulillah selamat, tapi sampai sekarang belum jelas kasusnya, tidak tahu berhenti di mana,” ujarnya.
Ia secara tegas mengajak jajaran JMSI untuk kembali mengangkat kasus ini ke ruang publik.
“Kita kampanyekan lagi penyelesaiannya. Jangan sampai kasus ini hilang begitu saja,” tegasnya.
Teguh menilai, peristiwa yang menimpa Rahimandani merupakan peringatan serius bahwa perlindungan terhadap insan pers masih menghadapi tantangan besar, terutama di daerah yang memiliki ruang gerak terbatas.
“Di daerah itu ruangnya sempit, pergerakan orang mudah diketahui. Ini berbeda dengan di kota besar. Risiko terhadap pengelola media juga sangat nyata,” katanya.
Ia menegaskan bahwa perlindungan tidak hanya harus diberikan kepada wartawan, tetapi juga kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan media siber.
“Yang harus kita lindungi bukan hanya pekerja pers, tetapi juga pengelola media. Ini penting untuk menjaga ekosistem pers tetap sehat,” ujarnya.
Teguh juga menggambarkan kondisi psikologis korban yang hingga kini masih harus hidup dalam bayang-bayang ancaman.
“Wajar kalau beliau merasa was-was. Pelaku yang mencoba membunuhnya belum ditemukan. Ini tidak boleh dibiarkan,” katanya.
Ia berharap, melalui kampanye bersama oleh JMSI, kasus tersebut dapat kembali mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum dan segera menemukan titik terang.
