charger.my.id
AN Dilaporkan, Diduga Gelapkan Surat Tanah dan iPhone Milik SG, Arif: Abaikan Ultimatum, Kini Berhadapan dengan Hukum

Charger | Bengkulu — Dugaan tindak pidana penggelapan kembali mencuat di Kota Bengkulu. Seorang berinisial AN resmi dilaporkan ke Polresta Bengkulu oleh kuasa hukum SG, Arif Hidayatullah, SH, atas dugaan penggelapan berupa satu unit iPhone dan surat tanah milik kliennya, Senin (30/3/2026).

Arif Hidayatullah, SH yang didampingi keluarga SG menyampaikan bahwa laporan tersebut dibuat setelah pihaknya memberikan kesempatan kepada AN untuk mengembalikan barang-barang milik SG, namun tidak diindahkan.

“Saya selaku penasehat hukum SG hari ini telah melaporkan dugaan tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh AN. Yang bersangkutan diduga telah menggelapkan satu unit HP iPhone dan surat tanah milik klien saya,” tegas Arif.

Menurut Arif, sebelumnya pihaknya telah melayangkan ultimatum kepada AN selama 4×24 jam agar segera mengembalikan barang tersebut. Namun, hingga batas waktu yang diberikan, AN tidak menunjukkan itikad baik.

“Kami sudah memberikan kesempatan, sudah kami ultimatum 4×24 jam untuk mengembalikan hak-hak klien kami. Tapi tidak ada respons, tidak ada pengembalian. Maka kami putuskan menempuh jalur hukum,” lanjutnya.

Tak hanya soal penggelapan, Arif juga mengungkap adanya dugaan tindak kekerasan yang dialami SG sebelum peristiwa lain terjadi. Berdasarkan keterangan kliennya, SG sempat mengalami penganiayaan.

“Ada fakta yang kami dapatkan dari klien kami, bahwa sebelum kejadian, SG sempat dianiaya. Ada bukti berupa luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Ini nanti akan kami dalami lebih lanjut, tidak menutup kemungkinan akan kami laporkan juga sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan,” jelasnya.

Selain itu, pihak kuasa hukum juga telah mengajukan penangguhan penahanan yang saat ini sedang diproses di Polresta Bengkulu.

“Terkait penangguhan penahanan sudah kami ajukan ke Kasium Polresta Bengkulu. Dalam dua hari ke depan kami harapkan sudah ada kepastian,” tutup Arif.

Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian dan diharapkan dapat segera menemukan titik terang terkait dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh AN.

Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan SG, Tegaskan Hubungan dengan Korban adalah Pasangan Siri

Charger | Bengkulu – Kuasa hukum SG, Arif Hidayatullah, SH, mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap kliennya di Mapolresta Bengkulu, Sabtu (18/3/2026). SG diketahui merupakan terduga pelaku pembakaran terhadap Ahmad Nugroho alias Amek.

Selain itu, pihak keluarga juga meluruskan bahwa hubungan antara SG dan korban bukan sekadar pacaran, melainkan pasangan suami istri secara siri.

Arif menjelaskan, permohonan penangguhan diajukan karena kondisi kesehatan SG yang mengalami luka bakar dan membutuhkan perawatan segera.

“Agenda kami datang ke Polresta Bengkulu dalam rangka memberikan surat permohonan penangguhan penahanan untuk klien kami, SG. Karena SG menderita luka bakar juga yang harus diobati segera,” ujar Arif.

Ia menambahkan, luka yang dialami SG tergolong cukup serius. “Kalau dari saya lihat di foto yang dikirim kakaknya, itu cukup parah di bagian perut sebelah kanan. Jadi harus mendapatkan pengobatan yang intensif,” katanya.

Terkait isu yang menyebut peristiwa pembakaran telah direncanakan, pihak keluarga memberikan versi berbeda. Kakak kandung SG, Windi, menyebut kejadian bermula dari cekcok antara keduanya.

“Saya juga dengar mereka sempat cek cok. Setelah itu, Sela mengalami kekerasan dari Amek, katanya diterjang. Karena membela diri, di situ ada bensin di pojok, lalu disiramkan,” ungkap Windi.

Ia melanjutkan, situasi kemudian memanas hingga terjadi pembakaran. “Memang yang membawa korek itu Sela. Dia sempat mengancam, ‘aku bakar kamu ya’. Lalu si Amek bilang ‘bakarlah’. Dari situ terjadi kebakaran,” jelasnya.

Namun demikian, Windi mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab awal pertikaian tersebut. “Kalau kilas balik sebelumnya, itu kami masih kurang tahu,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Arif juga menyampaikan pesan dari kliennya kepada pihak korban untuk mengembalikan sejumlah barang.

“Saudara korban, ada pesan dari klien kami, SG, tolong kembalikan yang dipegang oleh korban. Saya tunggu 4×24 jam,” tegasnya.

Adapun barang yang dimaksud berupa surat tanah dan telepon genggam. “Surat tanah sama handphone iPhone. Saya kasih waktu 4×24 jam untuk segera dikembalikan,” lanjut Arif.

Sementara itu, Windi menegaskan bahwa hubungan SG dan Amek merupakan pasangan suami istri siri yang telah diketahui keluarga.

“Sudah tahu. Daripada berbuat dosa, jadi SG memperkenalkan Amek ke keluarga besar kami. Bahkan Amek sempat ke Lampung saat Idul Fitri 2025,” jelasnya.

Ia mengatakan, saat itu keluarga menerima hubungan tersebut. “Mereka menerangkan sudah menikah. Ya sudah terjadi, tidak apa-apa,” katanya.

Meski insiden pembakaran terjadi, Windi menegaskan status hubungan keduanya masih sebagai suami istri.

“Masih dong, karena belum ada talak. Tidak bisa tiba-tiba ditinggalkan begitu saja,” pungkasnya.

Polda Bengkulu Ungkap Kasus Peredaran Ganja di Bengkulu, Satu Tersangka Diamankan

Charger | Bengkulu – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Bengkulu kembali mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I jenis ganja di wilayah Kota Bengkulu. Dalam operasi yang digelar pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial SG (29), yang berprofesi sebagai wiraswasta.

Tersangka yang merupakan warga Jalan Murai, Kelurahan Anggut Dalam, Kecamatan Ratu Samban, ditangkap di dua lokasi berbeda. Penangkapan pertama dilakukan di Jalan Semangka 3, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati. Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan di sebuah bedengan di kawasan Jalan Mayjen Sutoyo, Tanah Patah, Kecamatan Ratu Agung.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait maraknya transaksi ganja di wilayah tersebut.

Menindaklanjuti informasi itu, personel Ditresnarkoba melakukan observasi melalui metode pembelian terselubung (undercover buy) serta pengintaian (surveillance).

Dari hasil penggeledahan di dua tempat kejadian perkara (TKP), polisi menyita barang bukti berupa tiga paket besar ganja serta satu unit telepon genggam merek Realme warna hijau yang diduga digunakan sebagai sarana transaksi.

“Tersangka dan barang bukti telah dibawa ke Direktorat Narkoba Polda Bengkulu untuk proses lebih lanjut,” ujar Kabid Humas Polda Bengkulu.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol. Ichsan Nur, S.I.K., menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam merespons cepat setiap laporan masyarakat.

“Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah memberikan informasi. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara profesional. Polda Bengkulu berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkotika demi melindungi generasi muda dari bahaya narkoba,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Saat ini, penyidik masih melengkapi administrasi penyidikan, memeriksa saksi dan tersangka, serta melakukan uji timbang barang bukti.

Polisi juga terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran ganja yang lebih luas di wilayah Bengkulu.

Bank Indonesia Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Bengkulu Jelang Idulfitri melalui High Level Meeting

Charger | Bengkulu – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan. Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu Mian dan dihadiri oleh sejumlah kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat, serta Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Bengkulu.

Forum tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri yang biasanya diikuti dengan peningkatan permintaan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa kondisi inflasi di Provinsi Bengkulu masih relatif terkendali. Berdasarkan data terbaru, tingkat inflasi tercatat sebesar 3,88 persen secara tahunan (year on year).

Wakil Gubernur Bengkulu Mian menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar.

Menurutnya, koordinasi melalui TPID selama ini terbukti efektif dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga, terutama pada komoditas pangan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Pemerintah daerah juga secara rutin melakukan pemantauan perkembangan harga di pasar tradisional maupun modern untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat menjelaskan bahwa perekonomian saat ini menghadapi berbagai tantangan, terutama akibat dinamika geopolitik global yang dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

Menurutnya, faktor eksternal seperti fluktuasi nilai tukar, kenaikan harga bahan bakar, serta meningkatnya harga barang impor berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi di daerah. Namun demikian, berbagai langkah pengendalian yang dilakukan TPID dinilai mampu menjaga stabilitas harga sejumlah komoditas penting seperti cabai, daging sapi, dan ayam ras.

Selain itu, beberapa sektor produksi juga menunjukkan perkembangan positif. Produksi cabai merah dan bawang merah mengalami peningkatan, begitu pula dengan sektor perikanan tangkap yang menunjukkan tren produktivitas yang semakin baik.

Dalam forum tersebut juga dibahas berbagai langkah konkret yang telah dilakukan TPID dalam mengendalikan inflasi di daerah. Tercatat ada sembilan strategi utama yang dijalankan secara konsisten oleh pemerintah daerah bersama instansi terkait.

Langkah-langkah tersebut antara lain pemantauan harga secara berkala di pasar, menjaga kelancaran distribusi bahan pokok, serta menggelar operasi pasar murah bagi masyarakat.

Pemerintah daerah juga melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional guna memastikan tidak terjadi praktik penimbunan barang yang berpotensi memicu kenaikan harga.

Pemanfaatan anggaran daerah turut diarahkan untuk mendukung berbagai program pengendalian inflasi, terutama dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan menjelang hari besar keagamaan.

Dalam rapat tersebut, persoalan distribusi gas elpiji juga menjadi salah satu isu yang dibahas. Beberapa daerah sebelumnya sempat melaporkan adanya kelangkaan gas elpiji di tingkat masyarakat.

Pihak Pertamina menjelaskan bahwa secara umum stok gas elpiji masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Namun kelangkaan yang terjadi di lapangan diduga disebabkan oleh distribusi yang tidak tepat sasaran atau adanya praktik penimbunan oleh oknum tertentu.

Karena itu, pemerintah daerah diminta untuk memperkuat pengawasan terhadap distribusi gas bersubsidi agar benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan sejumlah penandatanganan kerja sama strategis untuk mendukung pengendalian inflasi di Bengkulu.

Salah satunya adalah penandatanganan nota kesepahaman antara TPID Provinsi Bengkulu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan konsumsi dan stabilitas pangan.

Selain itu, juga dilakukan kerja sama antar daerah dalam penyediaan komoditas cabai serta kerja sama antara pemerintah daerah dengan Perum Bulog Perwakilan Bengkulu guna memperkuat ketahanan pangan.

Melalui berbagai langkah kolaboratif tersebut, pemerintah optimistis stabilitas harga di Provinsi Bengkulu dapat terus terjaga, sehingga kondisi ekonomi daerah tetap stabil dan kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik.

Hangatnya Bukber Pemkot Bengkulu Bersama Satpol PP, Satlinmas dan Wartawan di Momen HUT ke-76

Charger | Kota Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu menggelar buka puasa bersama keluarga besar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), serta para wartawan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satlinmas di Hotel Adeeva, Kota Bengkulu, Minggu (15/3/2026).

Acara yang berlangsung penuh keakraban itu dihadiri Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Kepala Satpol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang, jajaran Satpol PP, anggota Satlinmas, para wartawan, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Kepala Satpol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang mengatakan peringatan hari jadi tahun ini digelar secara sederhana namun tetap sarat makna kebersamaan.

“Momentum ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan keluarga besar Satpol PP, Satlinmas dan rekan-rekan wartawan. Walaupun sederhana, semangat pengabdian tetap menjadi yang utama,” ujar Sahat.

Ia menjelaskan, tahun ini Pemerintah Kota Bengkulu tidak menggelar upacara besar di tingkat kota. Peringatan lebih difokuskan pada kegiatan keagamaan dan silaturahmi seperti buka puasa bersama.

Menurutnya, secara nasional peringatan HUT Satpol PP dan Satlinmas akan dipusatkan pada 30 Maret mendatang di Kota Palembang dengan agenda berskala nasional.

Sementara itu, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Satpol PP yang selama ini membantu pemerintah menjaga ketertiban umum dan menegakkan peraturan daerah.

“Saya merasa perlu hadir di tengah keluarga besar Satpol PP karena mereka bagian penting yang membantu pemerintah bekerja siang dan malam menjaga ketertiban di Kota Bengkulu,” kata Dedy.

Ia menegaskan, Satpol PP memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menciptakan ketertiban masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.

Dedy juga memuji kepemimpinan Kepala Satpol PP Kota Bengkulu yang dinilai aktif turun langsung ke lapangan bersama anggota.

“Sepanjang yang saya lihat, beliau tidak hanya memberi perintah, tetapi juga turun langsung bersama anggota. Ini menunjukkan jiwa kepemimpinan yang kuat dan menjadi contoh bagi seluruh personel,” ujarnya.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain mempererat silaturahmi antara pemerintah, Satpol PP, Satlinmas, dan wartawan, kegiatan ini juga diharapkan semakin memperkuat soliditas dalam menjaga ketertiban serta mendukung pembangunan di Kota Bengkulu.

HIPMI Bengkulu dan Yodan Land Bangkitkan Semangat Wirausaha 400 Anak Muda di Seminar Entrepreneur Blueprint

Charger | Bengkulu, 12 Maret 2026 – Semangat kewirausahaan generasi muda Bengkulu kembali mendapat dorongan kuat melalui Seminar Entrepreneur Blueprint: Membangun Bisnis Tangguh di Era Kompetitif yang diselenggarakan oleh BPD HIPMI Bengkulu di Ballroom Hotel Two K Azana Style Bengkulu, Rabu (12/3). Kegiatan ini dihadiri sekitar 400 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pengurus organisasi kepemudaan, serta pengurus daerah dan cabang HIPMI se-Provinsi Bengkulu.

Seminar ini menjadi ruang inspiratif bagi generasi muda untuk memperluas wawasan kewirausahaan, memahami strategi bisnis modern, serta membangun karakter kepemimpinan di tengah persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu sekaligus Direktur Utama PT. Yodan Land Group, Yosia Yodan, sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, ia membagikan pengalaman serta strategi membangun bisnis yang berkelanjutan di era modern.

Turut mendampingi, Lili Yodan, Founder Le Petit Yodan Bakery dan Kraving, yang berbagi kisah sukses membangun brand kuliner serta pentingnya inovasi dalam mempertahankan bisnis di tengah persaingan pasar.

Dalam sambutannya, Yosia Yodan menekankan pentingnya keberanian generasi muda untuk memulai usaha sejak dini serta memanfaatkan peluang di era digital.

“Anak muda tidak perlu menunggu sempurna untuk memulai. Yang terpenting adalah keberanian untuk melangkah, belajar dari proses, dan terus berinovasi agar mampu bersaing di era kompetitif,” ujarnya di hadapan ratusan peserta.

Selain pembicara utama, seminar ini juga menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai bidang bisnis yang memberikan materi praktis dan aplikatif, di antaranya Julian Tanel selaku Ketua Organizing Committee sekaligus Sekretaris Umum BPD HIPMI Bengkulu, Veren Oktarisa (Head Sales Marketing Corporate PT. Yodan Land Group) yang membawakan materi marketing, serta Yuliana Rotua (Direktur Operasional PT. Yodan Land Group) yang menyampaikan materi operasional dan cost control.

Materi lainnya disampaikan oleh Wendri Surya Pratama, Ketua IPK Indonesia Wilayah Bengkulu – Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu, yang membahas pentingnya karakter dalam dunia usaha, serta Ricky Sukma Wijaya, Direktur Pajak dan Pengembangan Bisnis PT. Yodan Land Group, yang mengupas strategi pengelolaan pajak dan keuangan bagi pelaku bisnis.

Acara ini juga dihadiri oleh anak muda berprestasi sekaligus pengurus BPD HIPMI Bengkulu, yaitu Master Dedi, Deni Arif, dan Deni Daffa, yang turut memberikan motivasi kepada peserta agar aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Peserta seminar berasal dari berbagai Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI se-Provinsi Bengkulu, di antaranya BPC Seluma, BPC Bengkulu Selatan, BPC Kaur, BPC Kepahiang, BPC Rejang Lebong, BPC Kota Bengkulu, BPC Bengkulu Utara, BPC Mukomuko, dan BPC Bengkulu Tengah.

Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai organisasi dan mahasiswa dari sejumlah kampus serta komunitas pemuda di Bengkulu seperti Putera Puteri Kampus Bengkulu, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bengkulu, HIMATANSI Universitas Bengkulu, Bujang Gadis Kota Bengkulu, Putra Putri Kebudayaan Bengkulu, Fakultas Hukum Universitas Prof. Dr. Hazairin (UNIHAZ), serta komunitas SANS Bengkulu.

Ketua Organizing Committee Julian Tanel menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya HIPMI Bengkulu untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di kalangan generasi muda.

“Melalui seminar ini, kami berharap lahir lebih banyak pengusaha muda yang tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.

Dengan tingginya antusiasme peserta yang mencapai 400 orang, seminar ini menjadi bukti bahwa semangat kewirausahaan di kalangan anak muda Bengkulu terus tumbuh dan berkembang, sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi daerah di masa depan.

STIA Bengkulu Ajak Anak Yatim dan Lansia Belanja Persiapan Lebaran di Bencoolen Mall

Charger | Bengkulu – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bengkulu menggelar kegiatan sosial bertajuk STIA Peduli Anak Yatim, Fakir Miskin, dan Lansia dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Bencoolen Mall, Jumat (13/3).

Kegiatan ini dihadiri Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bengkulu Bidang Administrasi Umum Nandar Munadi, Ketua STIA Bengkulu Gustini, jajaran pengurus yayasan, sivitas akademika STIA Bengkulu, serta para penerima bantuan yang terdiri dari anak yatim, masyarakat kurang mampu, dan lansia.

Dalam laporannya, panitia menyampaikan bahwa program sosial tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Bantuan yang disalurkan berasal dari dukungan berbagai pihak dan difokuskan kepada masyarakat di lingkungan sekitar kampus, termasuk melalui rekomendasi dari ketua rukun tetangga (RT) serta sejumlah pihak terkait.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan ini juga diisi dengan agenda belanja bersama bagi para penerima manfaat di Hypermart Bencoolen Mall Bengkulu sebagai persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri.

Ketua STIA Bengkulu, Gustini, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian kampus terhadap masyarakat, khususnya anak yatim, lansia, dan masyarakat yang membutuhkan.

“Kegiatan ini merupakan agenda yang setiap tahun kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan sesama, khususnya kepada anak-anak yatim, para lansia, dan masyarakat yang membutuhkan. Harapan kami, melalui kegiatan ini mereka dapat merasakan kebahagiaan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri,” ujarnya.

Ia juga berharap keberadaan STIA Bengkulu dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya di Provinsi Bengkulu.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten III Setda Provinsi Bengkulu Bidang Administrasi Umum, Nandar Munadi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sejalan dengan nilai-nilai kepedulian sosial serta ajaran agama.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim, masyarakat kurang mampu, dan para lansia. Kepedulian seperti ini sangat penting untuk terus kita jaga dan tingkatkan,” kata Nandar.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Jika di lingkungan kita terdapat masyarakat yang membutuhkan bantuan, baik dari segi ekonomi, kesehatan, maupun kondisi tempat tinggal yang kurang layak, mari kita bersama-sama memberikan perhatian dan membantu semampu kita,” ujarnya.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Nandar Munadi secara resmi membuka kegiatan STIA Bengkulu Peduli Anak Yatim, Fakir Miskin, dan Lansia Tahun 2026.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan belanja bersama di Hypermart Bencoolen Mall Bengkulu. Melalui kegiatan ini, para penerima bantuan dapat mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri dengan penuh kebahagiaan.

Sidang Mega Mall Bengkulu Diwarnai Perbedaan Hakim, Tujuh Terdakwa Tetap Divonis

Charger | Bengkulu – Putusan perkara dugaan korupsi pembangunan dan pengelolaan PTM serta Mega Mall Bengkulu di Pengadilan Tipikor Bengkulu diwarnai perbedaan pandangan di antara majelis hakim. Meski terjadi perbedaan pendapat, tujuh terdakwa dalam perkara tersebut tetap dijatuhi vonis penjara dalam sidang yang digelar Kamis (12/3/2026).

Perbedaan pendapat atau dissenting opinion disampaikan oleh ketua majelis hakim yang menilai unsur melawan hukum dalam perkara tersebut tidak terbukti. Dalam pandangannya, kerja sama pemanfaatan lahan serta penjaminan sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) oleh pihak swasta untuk memperoleh kredit dari bank merupakan praktik yang diperbolehkan dalam kerangka hukum yang berlaku.

Ketua majelis juga berpendapat bahwa bangunan PTM dan Mega Mall pada saat itu belum diserahterimakan kepada pemerintah daerah. Karena itu, bangunan tersebut belum sepenuhnya berstatus sebagai barang milik daerah sehingga tidak ada aset daerah yang diagunkan oleh pihak swasta.

Namun dua anggota majelis hakim memiliki pandangan berbeda. Mereka menilai unsur-unsur dalam dakwaan telah terpenuhi sehingga para terdakwa dinyatakan bersalah.

Perbedaan pandangan tersebut kemudian diputus melalui mekanisme musyawarah majelis hakim, dengan hasil keputusan diambil berdasarkan suara mayoritas.

Dalam putusan yang dibacakan secara berurutan, majelis hakim menjatuhkan vonis kepada para terdakwa sebagai berikut:

  1. Ahmad Kanedi, mantan Wali Kota Bengkulu sekaligus mantan anggota DPD RI dua periode, divonis 2 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp100 juta subsider 60 hari kurungan.
  2. Kurniadi Benggawan, Direktur Utama PT Tigadi Lestari, dijatuhi hukuman 7 tahun penjara serta denda Rp300 juta. Ia juga dibebani pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp147,33 miliar, sementara sejumlah barang bukti yang telah disita dirampas untuk negara.
  3. Satriadi Benggawan, Komisaris PT Tigadi Lestari, divonis 6 tahun penjara serta denda Rp200 juta subsider 80 hari kurungan.
  4. Hariadi Benggawan, Direktur PT Tigadi Lestari, dijatuhi hukuman 6 tahun penjara serta denda Rp200 juta subsider 80 hari kurungan.
  5. Wahyu Laksono divonis 4 tahun penjara dengan denda Rp200 juta subsider 80 hari kurungan.
  6. Budi Santoso dijatuhi hukuman 4 tahun penjara serta denda Rp200 juta subsider 80 hari kurungan.
  7. Candra D. Putra, mantan pejabat pertanahan, divonis 2 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp100 juta subsider 60 hari kurungan.

Putusan ini menutup rangkaian panjang proses hukum perkara Mega Mall dan PTM Bengkulu yang telah bergulir sejak tahap penyidikan hingga pemeriksaan di pengadilan. Majelis hakim menilai masing-masing terdakwa memiliki peran berbeda dalam rangkaian peristiwa yang menjadi pokok perkara tersebut.

Uang Kertas Bekas Disulap Jadi Listrik, Inovasi BI Bengkulu Ubah Limbah Jadi Energi

Charger | Bengkulu – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu menghadirkan inovasi baru dengan mengubah limbah uang kertas menjadi energi listrik. Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan PLN Nusantara Power sebagai upaya memanfaatkan limbah sekaligus mendukung energi alternatif.

Limbah racikan uang kertas yang sebelumnya hanya dibuang kini dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan limbah uang kertas memiliki nilai kalori yang cukup tinggi sehingga layak dijadikan sumber energi.

“Nilai kalorinya sekitar 4.000 kalori, mendekati batu bara yang sekitar 5.000 kalori,” kata Wahyu saat bincang bersama media dan buka puasa dengan wartawan ekonomi di RM Kampoeng Pesisir kawasan Pantai Panjang Bengkulu, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, hingga saat ini sekitar 9 ton limbah uang kertas dari Bengkulu telah dikirim untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

“Setiap satu kilogram limbah mampu menghasilkan sekitar 1 kWh listrik. Inovasi ini menjadi langkah nyata agar uang yang sudah tidak layak edar tetap memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, BI Bengkulu juga menegaskan kesiapan menghadapi kebutuhan uang tunai menjelang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

BI memastikan ketersediaan uang kartal dan stabilitas harga pangan tetap terjaga di wilayah Bengkulu. Untuk memudahkan masyarakat menukar uang, BI membuka layanan kas keliling di 10 titik strategis.

Hingga kini, tujuh titik layanan telah berjalan, ditambah sekitar 30 titik penukaran uang di kantor perbankan yang tersebar di seluruh Provinsi Bengkulu.

Beberapa jadwal kas keliling terdekat antara lain pada 10 Maret di Masjid Al-Kahfi, 11 Maret di Bandara Fatmawati Soekarno, dan 12 Maret di kawasan rest area.

Pada 10–11 Maret juga digelar layanan terpadu di View Tower yang disertai sosialisasi penggunaan QRIS serta pasar murah bagi masyarakat.

Selain itu, BI turut memberikan edukasi kepada wartawan mengenai ciri-ciri uang rupiah asli. Materi yang disampaikan meliputi perbedaan tahun cetak dan emisi, tanda khusus uang asli, hingga ketentuan penukaran uang rusak.

BI menegaskan uang rusak masih dapat ditukarkan selama bagian yang tersisa minimal dua pertiga dari ukuran asli, logo masih terlihat, dan nomor seri pada uang tetap sama.

Tokoh Muda Bengkulu Yosia Yodan Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Komite Tetap KADIN

Charger | Jakarta – Kabar membanggakan datang dari dunia organisasi dan kewirausahaan. Tokoh muda asal Provinsi Bengkulu, Yosia Yodan, resmi ditunjuk sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Pengurus Pusat Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Penunjukan ini menjadi bentuk kepercayaan sekaligus pengakuan atas dedikasi, pengalaman, serta kontribusi Yosia Yodan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan dunia usaha di Indonesia.

Dengan amanah baru tersebut, Yosia Yodan diharapkan dapat berperan aktif dalam memperkuat sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini dinilai penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat, inovatif, dan berdaya saing.

Peran strategis di jajaran Pengurus Pusat KADIN Indonesia ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendorong inovasi, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta memperluas peluang bisnis bagi para pengusaha di tingkat nasional hingga global.

Penunjukan ini sekaligus menjadi langkah penting dalam memperkuat peran KADIN Indonesia sebagai wadah utama dunia usaha yang berkomitmen mendukung pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi dan kepemimpinan yang visioner, Yosia Yodan diharapkan mampu membawa kontribusi positif bagi kemajuan organisasi serta perkembangan dunia usaha Indonesia ke depan.