charger.my.id
Tokoh Muda Bengkulu Yosia Yodan Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Komite Tetap KADIN

Charger | Jakarta – Kabar membanggakan datang dari dunia organisasi dan kewirausahaan. Tokoh muda asal Provinsi Bengkulu, Yosia Yodan, resmi ditunjuk sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Pengurus Pusat Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Penunjukan ini menjadi bentuk kepercayaan sekaligus pengakuan atas dedikasi, pengalaman, serta kontribusi Yosia Yodan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan dunia usaha di Indonesia.

Dengan amanah baru tersebut, Yosia Yodan diharapkan dapat berperan aktif dalam memperkuat sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini dinilai penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat, inovatif, dan berdaya saing.

Peran strategis di jajaran Pengurus Pusat KADIN Indonesia ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendorong inovasi, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta memperluas peluang bisnis bagi para pengusaha di tingkat nasional hingga global.

Penunjukan ini sekaligus menjadi langkah penting dalam memperkuat peran KADIN Indonesia sebagai wadah utama dunia usaha yang berkomitmen mendukung pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan semangat kolaborasi dan kepemimpinan yang visioner, Yosia Yodan diharapkan mampu membawa kontribusi positif bagi kemajuan organisasi serta perkembangan dunia usaha Indonesia ke depan.

Ketum BPD HIPMI Bengkulu: Lanjutan Tol Bengkulu Penting untuk Percepat Pemerataan Ekonomi

Makassar — Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu, Yosia Yodan, menegaskan peran strategis HIPMI sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam Sidang Dewan Pleno BPP HIPMI yang berlangsung di Makassar.

“HIPMI bukan hanya organisasi pengusaha, tetapi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Yosia dalam forum tersebut, Minggu (15/2/26).

Dalam pandangan umumnya, Yosia juga mendorong pemerintah pusat agar melanjutkan pembangunan jalan tol di Provinsi Bengkulu. Ia menyoroti kondisi jaringan Tol Trans Sumatera yang saat ini belum sepenuhnya menjangkau Bengkulu.

“Sampai hari ini, Bengkulu baru memiliki satu ruas tol, yakni Bengkulu–Taba Penanjung dengan panjang sekitar 16,7 hingga 17,6 kilometer. Ini tentu belum cukup untuk mendukung konektivitas daerah,” tegasnya.

Menurut Yosia, konektivitas memiliki peran krusial dalam mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan daya saing daerah.

“Konektivitas bukan sekadar infrastruktur fisik. Ini adalah fondasi pemerataan ekonomi, efisiensi logistik, dan peningkatan daya saing daerah,” kata Yosia.

Ia menambahkan bahwa Bengkulu memiliki potensi besar di sektor perkebunan, pertanian, dan UMKM yang perlu ditopang oleh akses transportasi yang memadai dan terintegrasi.

“Potensi Bengkulu sangat besar, tetapi harus didukung dengan infrastruktur yang memadai agar produk daerah bisa bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yosia menegaskan komitmen HIPMI Bengkulu untuk terus menyuarakan kepentingan daerah secara konstruktif.

“Kami akan terus menghadirkan gagasan dan menjadi jembatan antara aspirasi pengusaha muda dengan arah kebijakan nasional, demi Bengkulu yang lebih maju dan terhubung,” tutupnya.