charger.my.id
Ketua STIA Bengkulu Klarifikasi Isu Biaya Akhir Mahasiswa

Charger | Bengkulu – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bengkulu, Gustini, memberikan klarifikasi terkait isu dugaan mahalnya biaya akhir mahasiswa yang belakangan ramai diperbincangkan.
Dihubungi secara daring, Sabtu (21/2/26), Gustini menegaskan bahwa biaya yang dipersoalkan merupakan biaya akhir pendidikan yang tidak mengalami kenaikan Selama periode kepemimpinannya.

“Biaya tersebut memang biaya akhir, meliputi KKN, Yudisium, Skripsi, dan Wisuda. Dari dulu nominalnya sudah seperti itu, tidak ada kenaikan, sampai sekarang jumlahnya tetap sama,” jelas Gustini.

Ia menjelaskan, kesalahpahaman muncul karena adanya anggapan bahwa biaya Yudisium tidak dimasukkan, sehingga yang terlihat hanya biaya Skripsi, Wisuda, serta sumbangan alumni. Padahal, menurutnya, Yudisium memang termasuk dalam paket biaya akhir yang dibayarkan pada tahap terakhir.

Gustini juga menegaskan bahwa pihak kampus selama ini memberikan kemudahan kepada mahasiswa, khususnya bagi mereka yang mengalami kendala finansial.

“Kami tidak pernah mempersulit mahasiswa. Kalau ada kendala biaya, bisa dibicarakan, bisa dispensasi. Mahasiswa tetap bisa mengikuti proses akademik. Yang penting ada komunikasi dengan pihak kampus,” ujarnya.

Terkait pemberitaan yang beredar tanpa konfirmasi, Gustini menyayangkan hal tersebut. Ia menilai seharusnya pihak yang merasa keberatan mengonfirmasi langsung ke kampus sebelum menyampaikan informasi ke publik.

“Seharusnya konfirmasi dulu ke kami, ke bagian akademik, kemahasiswaan, atau keuangan. Jangan langsung membuat berita atau video. Kampus terbuka untuk klarifikasi,” tegasnya.

Ia juga membantah anggapan bahwa STIA Bengkulu bersikap keras terhadap mahasiswa soal biaya. Menurutnya, justru pendekatan yang humanis dan fleksibel selama ini membuat mahasiswa tetap merasa terbantu.

“Kesan seolah-olah kampus ganass soal uang itu tidak benar. Selama ini mahasiswa selalu diberi kemudahan,” tutup Gustini.