charger.my.id
Kapolda Bengkulu Kunjungi DPRD, Perkuat Sinergi Forkopimda

Charger | Bengkulu – Penguatan koordinasi antar unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus dilakukan di Provinsi Bengkulu. Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Bengkulu untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi kelembagaan, Selasa (2/6).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi lintas lembaga guna mendukung stabilitas keamanan serta percepatan pembangunan daerah di Provinsi Bengkulu.

Dalam pertemuan itu, Kapolda menegaskan komitmennya untuk menjaga komunikasi yang harmonis dan kolaboratif dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah.

Selain mempererat hubungan kelembagaan, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk memahami lebih dalam kondisi, karakteristik, serta berbagai tantangan yang dihadapi Provinsi Bengkulu.

Menurut Kapolda, pemahaman yang komprehensif terhadap situasi daerah menjadi modal penting dalam merumuskan langkah koordinasi yang efektif, baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat maupun mendukung program pembangunan.

Sebelum berkunjung ke DPRD Provinsi Bengkulu, Kapolda telah melakukan silaturahmi dengan jajaran Korem 041/Gamas serta Wakil Gubernur Bengkulu. Sementara itu, Gubernur Bengkulu diketahui tengah menunaikan ibadah haji.

Dalam pertemuan tersebut, tidak terdapat pembahasan khusus mengenai isu tertentu. Dialog lebih menitikberatkan pada penguatan sinergi, komunikasi, serta penyamaan persepsi antarinstansi dalam upaya memajukan Provinsi Bengkulu.

Kapolda juga mengajak insan pers untuk berperan aktif dalam menyampaikan informasi yang konstruktif kepada masyarakat. Ia menilai pemberitaan yang berimbang tidak hanya mengungkap persoalan, tetapi juga perlu mengangkat potensi, prestasi, dan capaian pembangunan daerah.

“Pemberitaan yang objektif dan berimbang akan membantu membangun optimisme masyarakat sekaligus memperkuat citra positif daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai momentum memperkuat silaturahmi dan komunikasi antar lembaga.

“Kami menyambut baik kunjungan Kapolda Bengkulu yang baru. Sinergi dan komunikasi yang telah terjalin akan terus ditingkatkan. Hal-hal yang sudah baik kita pertahankan dan tingkatkan, sedangkan kekurangan akan kita benahi bersama sesuai tugas dan fungsi masing-masing lembaga,” kata Sumardi.

Kunjungan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, dengan harapan memperkuat kolaborasi antara Forkopimda demi kemajuan Provinsi Bengkulu.

Cegah Kecurangan, Pemprov Bengkulu Perketat Pengawasan SPMB 2026/2027

Charger | Bengkulu – Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat komitmen mewujudkan proses seleksi yang bersih, adil, dan transparan. Seluruh pihak yang terlibat diminta menjaga integritas serta memastikan tidak ada praktik kecurangan selama proses penerimaan murid baru berlangsung.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui kegiatan Penandatanganan Komitmen Bersama Pelaksanaan SPMB Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Selasa (2/6). Kegiatan itu dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, dan dihadiri para pemangku kepentingan di sektor pendidikan.

Dalam sambutannya, Herwan Antoni menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, proses penerimaan murid baru harus dilaksanakan secara profesional, objektif, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, komitmen bersama tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh tahapan SPMB jenjang SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Bengkulu berjalan dengan baik.

“Kita mengawal seluruh tahapan agar pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 untuk SMA, SMK, dan SLB berjalan dengan baik. Tidak boleh ada praktik suap maupun gratifikasi. Komitmen ini tidak hanya sebatas penandatanganan, tetapi harus benar-benar dikawal dan diimplementasikan di lapangan,” tegas Herwan.

Sebagai bentuk keseriusan menjaga integritas pelaksanaan SPMB, seluruh pihak terkait menandatangani komitmen bersama yang menjunjung tinggi prinsip transparansi, objektivitas, keadilan, inklusivitas, serta non-diskriminasi.

 

Herwan juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran atau penyimpangan dalam pelaksanaan SPMB akan ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Apabila ditemukan pelanggaran atau penyimpangan dalam pelaksanaan SPMB, maka akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, seluruh pihak harus menjaga integritas dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Zulhendri, berharap pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berjalan lancar dan terhindar dari berbagai kendala yang berpotensi menghambat proses penerimaan murid baru.

“Kami berharap seluruh tahapan SPMB dapat berjalan sesuai harapan bersama. Mari kita antisipasi berbagai potensi permasalahan dan bergandengan tangan melaksanakan proses ini dengan sebaik-baiknya demi kemajuan pendidikan di Provinsi Bengkulu,” kata Zulhendri.

Melalui komitmen bersama tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan akuntabel, sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon murid untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.

Pemprov Bengkulu Resmi Gandeng TNI Perkuat Ketahanan Ekonomi Masyarakat

Charger | Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penguatan Ketahanan Ekonomi melalui Kekuatan Gotong Royong Kemasyarakatan dan Karya Bhakti TNI di Provinsi Bengkulu, Selasa (2/6).

Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di Markas Korem 041/Garuda Emas tersebut dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu Mian, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur serta penguatan ekonomi daerah.

“Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat Bengkulu, khususnya dalam percepatan pembangunan infrastruktur serta penguatan ekonomi daerah,” ujar Mian.

Sementara itu, Komandan Korem 041/Garuda Emas Brigadir Jenderal TNI Jatmiko Aryanto menegaskan komitmen TNI untuk mendukung seluruh program yang telah disepakati bersama. Ia juga memastikan setiap kegiatan akan dilaporkan secara berkala kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai bentuk transparansi dan sinergi antarlembaga.

“Setiap kegiatan yang dilaksanakan nantinya akan kami laporkan secara berkala kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendukung pembangunan daerah,” kata Jatmiko.

Melalui kerja sama ini, Pemprov Bengkulu dan TNI berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat serta mendukung program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan dan kemajuan daerah.

Kapolda Bengkulu Baru Siap Lanjutkan Sinergi dengan Pemprov dan Forkopimda

Charger | Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu mengapresiasi sinergi yang dibangun Polda Bengkulu dalam menjaga kondusivitas daerah serta mendukung berbagai program prioritas nasional, mulai dari Asta Cita hingga program bedah rumah bagi masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara pengantar tugas Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Baharkam Polri, Irjen Pol. Mardiyono, dan Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol. Yudhi Sulistianto, di Balai Raya Semarak Bengkulu, Jumat (22/5) malam.

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Irjen Pol. Mardiyono, Polda Bengkulu dinilai berhasil membangun kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Provinsi Bengkulu tetap terjaga keamanannya secara kondusif serta mampu melaksanakan program prioritas Presiden Prabowo, khususnya Asta Cita. Program terkait kedaulatan pangan berjalan baik, begitu juga program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berbagai program pembangunan lainnya,” kata Mian.

Selain mendukung program pemerintah pusat, Mian juga mengapresiasi program bedah rumah yang dilaksanakan Polda Bengkulu melalui semangat gotong royong selama kepemimpinan Irjen Pol. Mardiyono.

“Pak Gubernur menyampaikan, dalam kurun waktu satu tahun dua bulan, dengan semangat kolaborasi bersama Polda Bengkulu, sebanyak 80 rumah telah dibedah tanpa membebani pemerintah dan sangat membantu masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Irjen Pol. Mardiyono yang kini menjabat sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri menyampaikan terima kasih atas sinergi yang terjalin antara Polda Bengkulu, Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Saya mengucapkan terima kasih atas sinergi yang terbangun selama saya menjabat Kapolda Bengkulu. Bersama Pemprov Bengkulu dan Forkopimda, kita dapat menjaga kondusivitas keamanan di tengah masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol. Yudhi Sulistianto, berharap kolaborasi yang telah terjalin dengan baik dapat terus dilanjutkan selama masa kepemimpinannya di Polda Bengkulu.

Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sinergi bersama pemerintah daerah dan Forkopimda dalam menjaga keamanan serta mendukung berbagai program pembangunan di Provinsi Bengkulu.

Pemprov Bengkulu Serius Wacanakan Pemindahan Makam Fatmawati ke Bengkulu

Charger | Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu terus menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan rencana pemindahan makam Ibu Fatmawati Soekarno ke tanah kelahirannya di Bengkulu.

Hal tersebut disampaikan Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, saat menghadiri pelantikan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bengkulu periode 2026–2030 di Hotel Grage Bengkulu, Kamis (7/5/2026).

Dalam sambutannya, Khairil mengatakan bahwa rencana pemindahan makam Ibu Fatmawati bukan sekadar wacana, melainkan telah melalui langkah-langkah konkret yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Ada satu hal yang belakangan menjadi perhatian publik, yaitu terkait rencana pemindahan makam Ibu Fatmawati ke Bengkulu. Perlu kami sampaikan bahwa rencana ini bukan sekadar wacana atau mimpi tanpa upaya nyata,” ujar Khairil Anwar.

Ia menjelaskan, sekitar tiga hingga empat minggu lalu, Gubernur Bengkulu telah bertemu langsung dengan pengurus Yayasan Fatmawati Soekarno di Jakarta yang dipimpin saudara tiri Ibu Fatmawati.

“Secara prinsip, pihak yayasan mendukung rencana tersebut. Namun, keputusan utama tetap berada di pihak keluarga,” katanya.

Menurut Khairil, Gubernur Bengkulu juga telah mengajukan permohonan untuk dapat bertemu langsung dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri guna membahas rencana tersebut lebih lanjut.

“Oleh karena itu, Bapak Gubernur juga telah mengajukan permohonan untuk dapat bertemu langsung dengan Ibu Megawati Soekarnoputri guna membahas hal ini lebih lanjut,” tambahnya.

Khairil menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu sangat serius dalam mewujudkan rencana besar tersebut. Bahkan setelah pertemuan dengan yayasan, pemerintah daerah langsung bergerak melakukan koordinasi dengan Kementerian Sosial.

“Pemerintah daerah sangat serius dalam mewujudkan rencana besar ini. Bahkan setelah pertemuan dengan yayasan, kami langsung diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Kementerian Sosial guna mempelajari tahapan-tahapan yang harus dilakukan apabila pihak keluarga nantinya memberikan izin,” jelasnya.

Ia menyebut, berdasarkan hasil koordinasi awal, apabila pihak keluarga telah memberikan persetujuan, maka pemerintah pusat dipastikan akan memberikan kemudahan dalam proses pemindahan makam tersebut.

“Saat ini, pemerintah daerah juga telah mulai membentuk tim pengkajian untuk melakukan kajian secara menyeluruh,” ujarnya.

Khairil juga mengajak seluruh elemen masyarakat Bengkulu untuk mendukung rencana tersebut, termasuk kalangan perguruan tinggi melalui kontribusi kajian akademik.

“Oleh karena itu, dukungan masyarakat Provinsi Bengkulu sangat kami harapkan, termasuk kontribusi dari perguruan tinggi seperti STIA Bengkulu melalui kajian akademik dan pemikiran ilmiah,” katanya.

Ia menambahkan, dukungan juga diharapkan datang dari organisasi kemasyarakatan maupun individu yang memiliki kepedulian terhadap sejarah dan perjuangan bangsa.

“Karena kita mengetahui bahwa makam Bung Karno berada di Blitar, sementara makam Ibu Fatmawati saat ini berada di TPU Karet Bivak, Jakarta. Maka kita memiliki cita-cita besar agar Ibu Fatmawati dapat dimakamkan di tanah kelahirannya, yaitu Bengkulu,” tutur Khairil.

“Mudah-mudahan pihak keluarga berkenan dan pemerintah pusat dapat memberikan dukungan penuh terhadap rencana besar ini,” pungkasnya.

Syarifudin: May Day 2026 Jadi Momentum Penguatan Kesejahteraan Pekerja di Bengkulu

Charger | Bengkulu – Upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja di Provinsi Bengkulu terus diperkuat melalui berbagai kebijakan konkret yang menyasar aspek pengupahan, perlindungan sosial, hingga peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Memperingati momentum Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya dalam mengawal berbagai kebijakan strategis nasional guna meningkatkan taraf hidup pekerja.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu, Syarifudin, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah kini semakin solid dalam mewujudkan kesejahteraan buruh yang berkeadilan.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, arah kebijakan ketenagakerjaan Indonesia mengalami penguatan signifikan. Pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek pengupahan, tetapi juga memperluas perhatian pada jaminan sosial serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

“Kami di daerah berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan arahan Bapak Presiden. Kesejahteraan pekerja adalah pilar utama stabilitas ekonomi. Berbagai program unggulan telah diluncurkan untuk memastikan rekan tenaga kerja mendapatkan hak dan perlindungan yang layak,” ujar Syarifudin di Bengkulu, Kamis (30/4).

Ia merinci sejumlah langkah konkret yang telah dirasakan manfaatnya oleh pekerja di Provinsi Bengkulu. Salah satu fokus utama adalah penetapan upah minimum yang lebih kompetitif guna menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global.

Selain itu, negara kini turut menyentuh sektor informal melalui kebijakan diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi pekerja Bukan Penerima Upah (BPU). Kebijakan ini dinilai sangat membantu petani, nelayan, dan pedagang dalam memperoleh perlindungan sosial dengan biaya terjangkau.

Terobosan lain yang mendapat sambutan positif adalah pemberian Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek daring serta kurir ekspedisi. Hal ini dinilai sebagai bentuk pengakuan negara terhadap model kerja kemitraan yang sebelumnya belum terakomodasi secara optimal dalam regulasi.

Pemerintah juga melanjutkan penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) serta meningkatkan manfaat program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

“Bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja, JKP kini memberikan bantalan ekonomi yang lebih kuat serta akses informasi pasar kerja yang lebih cepat,” tambahnya.

Dalam menghadapi tantangan industri masa depan, Disnakertrans Bengkulu terus menggencarkan pelatihan vokasi dan program pemagangan nasional. Upaya ini bertujuan agar tenaga kerja tidak hanya terlindungi secara finansial, tetapi juga memiliki keahlian yang relevan dengan kebutuhan pasar global.

“Melalui semangat #MayDay2026: Satu Tekad, Satu Tujuan, #SejahteraBersama, kami mengajak seluruh elemen buruh dan pengusaha untuk terus berkolaborasi. Dengan tenaga kerja yang terampil dan sejahtera, Provinsi Bengkulu akan semakin maju,” pungkas Syarifudin.

ASKI Bengkulu Resmi Terbentuk, Yosia Yodan: Saatnya Kopi Lokal Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Charger | Bengkulu – Ketua DPD Asosiasi Kopi Seluruh Indonesia (ASKI) Provinsi Bengkulu, Yosia Yodan, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan industri kopi daerah seiring resmi terbentuknya kepengurusan ASKI di Bengkulu. Kehadiran Badan Pengurus Pusat (BPP) ASKI dalam momentum tersebut menjadi penanda keseriusan dalam membangun ekosistem kopi yang kuat dan berdaya saing.

“Kita sangat senang, karena hari ini ASKI Bengkulu sudah terbentuk. Tujuannya jelas, bagaimana kita bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Kopi Bengkulu ini adalah kopi terbaik, dan itu yang harus kita branding,” ujar Yosia usai raker dengan Pengurus, Rabu (29/4/2025).

Ia menegaskan bahwa Bengkulu memiliki ekosistem kopi yang lengkap, mulai dari petani, prosesor, key grader, hingga pelaku usaha hilirisasi seperti coffee shop. Menurutnya, kekuatan ini harus dimanfaatkan secara maksimal agar kopi Bengkulu mampu menembus pasar nasional.

“Ekosistem kita luar biasa. Ada petani, prosesor, trader, hingga coffee shop. Ini menjadi kekuatan besar. Sekarang tugas kita adalah menjadikan brand kopi Bengkulu dikenal luas, bahkan hingga ke tingkat nasional,” jelasnya.

Yosia juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya bangga dengan masuknya merek-merek kopi nasional ke Bengkulu. Sebaliknya, ia mendorong kebanggaan terhadap brand lokal yang memiliki potensi berkembang dari tingkat lokal ke regional, hingga nasional.

“Kita jangan hanya bangga dengan brand nasional yang masuk ke Bengkulu. Justru kita harus bangga dengan brand lokal yang bisa naik kelas, dari lokal ke regional, lalu ke nasional,” tegasnya.

Saat ini, kepengurusan ASKI Bengkulu terdiri dari sekitar 50 orang yang tersebar dari wilayah utara hingga selatan, meliputi Mukomuko, Bengkulu Utara, Kota Bengkulu, Rejang Lebong, Lebong, Kepahiang, hingga Kaur. Seluruh pengurus menyatakan siap berkolaborasi untuk memajukan kopi Bengkulu.

Dalam waktu dekat, ASKI Bengkulu akan menyusun dan menjalankan program kerja untuk lima tahun ke depan. Program tersebut mencakup peningkatan kompetensi, studi banding ke daerah lain, serta penguatan kapasitas petani dan pelaku usaha kopi.

“Kita akan buat program kerja yang konkret, termasuk kompetisi dan studi banding. Tujuannya agar petani kopi dan brand coffee shop di Bengkulu bisa semakin naik kelas,” kata Yosia.

Ia menekankan pentingnya pembangunan sektor kopi secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir, agar Bengkulu mampu menjadi pemain utama dalam industri kopi nasional.
Sementara itu, dukungan juga datang dari Ketua Umum ASKI yang menilai potensi kopi Bengkulu sangat besar. Dengan kolaborasi antarwilayah dan pemanfaatan keahlian masing-masing pelaku, Bengkulu dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang.

“Potensi Bengkulu luar biasa. Tinggal bagaimana kita terus berkolaborasi dan bergerak bersama. Ini adalah kesempatan kita untuk membangun kopi Bengkulu agar semakin maju,” tutup Yosia.

Bengkulu Tak Ingin Lagi Jadi Penonton: ASKI Siap Angkat Kopi Lokal Naik Kelas dan Mendunia

Charger | Bengkulu — Pelantikan pengurus DPD Asosiasi Kopi Seluruh Indonesia (ASKI) Provinsi Bengkulu menjadi momentum penting untuk mendorong kebangkitan industri kopi daerah agar tidak lagi sekadar menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu naik kelas hingga ke pasar global.

Mewakili Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, M. Ikhwan, menyampaikan harapan besar terhadap kepengurusan ASKI periode 2026–2031 yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku industri kopi untuk mendorong hilirisasi serta peningkatan nilai tambah produk kopi Bengkulu.

Dalam sambutannya, Ikhwan menyoroti posisi strategis Bengkulu sebagai salah satu dari lima besar produsen kopi nasional. Dengan produksi mencapai 70.000 hingga 85.000 ton per tahun, Bengkulu menjadi bagian dari “segitiga kopi nasional” bersama Sumatera Selatan dan Lampung yang menyuplai sekitar 50 persen kebutuhan kopi Indonesia.

Namun demikian, ia mengakui bahwa sebagian besar kopi Bengkulu masih dipasarkan melalui provinsi lain, sehingga identitas daerah sebagai penghasil kopi belum maksimal dikenal. “Ibarat punya sapi, tapi susu yang dijual justru memakai merek orang lain,” ujarnya saat memberikan sambutan, Rabu 29 April 2026.

Pemerintah Provinsi Bengkulu sendiri telah mulai mendorong langkah konkret melalui program hilirisasi, salah satunya dengan peluncuran “Kopi Merah Putih” di Kabupaten Rejang Lebong. Program ini juga didukung oleh pendanaan kompensasi karbon sebesar Rp23,55 miliar yang sebagian besar dialokasikan untuk pengembangan kopi berbasis agroforestry.

Kopi Bengkulu dikenal memiliki keunggulan karena ditanam di bawah naungan hutan, yang tidak hanya menjaga kualitas, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Hal ini menjadi salah satu alasan Bengkulu mendapatkan dukungan internasional, termasuk dari Norwegia dalam program penguatan tata kelola hutan.

Selain itu, pemerintah tengah mendorong pembangunan kawasan industri di Pulau Baai agar masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Jika terealisasi, kawasan ini diharapkan menjadi pusat hilirisasi kopi sehingga produk Bengkulu tidak lagi bergantung pada daerah lain untuk proses pengolahan.

Ketua Panitia Pelantikan, Julian Tanel, menyebutkan bahwa pelantikan diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri dari pengurus, anggota, dan pelaku usaha kopi. Ia berharap ASKI dapat menjadi wadah kolaborasi bagi pengusaha kopi, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman.

Sementara itu, Ketua DPD ASKI Bengkulu terpilih, Yosia Yodan, mengajak seluruh pelaku usaha untuk membangun kepercayaan diri dan memperkuat brand lokal. Ia menegaskan bahwa pelaku UMKM Bengkulu harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri, terutama dalam menghadapi masuknya produk nasional dan global.

“Kalau kita berpikir kalah, kita akan kalah. Tapi kalau kita berpikir maju, kita akan maju,” tegasnya.

Ia juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan serta membuka peluang ekspor agar kopi Bengkulu dapat bersaing di pasar internasional.

Acara pelantikan ini digelar di Two K Azana Style Hotel dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI, perwakilan kementerian, serta pelaku usaha kopi.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru ASKI, diharapkan Bengkulu tidak hanya dikenal sebagai produsen kopi, tetapi juga sebagai pusat industri kopi yang kuat, berdaya saing, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Yugiantoro Jadi Dirut, Riswan Komisaris PT BIMEX; Wagub Mian Tekankan Lompatan Ekonomi Bengkulu

Charger | Bengkulu – Wakil Gubernur Mian resmi melantik jajaran pimpinan PT BIMEX (Perseroda), dengan menunjuk Yugiantoro, S.Ikom sebagai Direktur Utama dan Riswan, SE sebagai Komisaris. Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk mendorong peran strategis perusahaan daerah dalam menggerakkan ekonomi Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya, Wagub Mian menegaskan bahwa kontribusi PT BIMEX selama ini dinilai belum maksimal sebagai pengungkit ekonomi daerah. Karena itu, ia meminta kepemimpinan baru mampu menghadirkan perubahan nyata.

“PT BIMEX harus mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.

Ia juga mendorong agar perusahaan tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi mulai menyusun dan menjalankan program-program besar yang berdampak langsung. Salah satu potensi yang disorot adalah pengelolaan limbah di Bengkulu, yang dinilai dapat memberikan nilai tambah ekonomi jika dikelola secara optimal.

Selain itu, Wagub mengingatkan agar perusahaan daerah tidak sekadar menjadi simbol, melainkan harus melahirkan inovasi dan terobosan. PT BIMEX diharapkan dapat tumbuh menjadi perusahaan unggulan yang mampu bersaing dan memberikan kontribusi signifikan bagi daerah.

Koordinasi dengan dunia usaha juga menjadi perhatian penting. Menurutnya, sinergi yang kuat akan menjadikan PT BIMEX sebagai ujung tombak dalam menggerakkan sektor usaha dan perekonomian Bengkulu secara keseluruhan.

Dengan kepemimpinan baru ini, PT BIMEX diharapkan mampu bertransformasi menjadi perusahaan daerah yang lebih produktif, progresif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Terobosan Gubernur Helmi Hasan: Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah Tanpa KTP Pemilik Awal

Charger | Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik. Melalui Surat Edaran Nomor B.900.1.13.1/429/BAPENDA.III/2026, masyarakat kini dapat membayar pajak kendaraan bermotor tahunan tanpa harus melampirkan KTP pemilik awal.

Kebijakan yang digagas Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, ini menjadi solusi atas kendala klasik yang kerap dihadapi masyarakat, khususnya bagi kendaraan yang belum melalui proses balik nama.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bengkulu, Hadianto, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat.

“Ini terobosan untuk menjawab keluhan masyarakat selama ini. Banyak kendaraan yang belum balik nama sehingga terkendala saat membayar pajak. Sekarang cukup membawa STNK asli dan KTP pihak yang menguasai kendaraan,” jelas Hadianto, Selasa (28/4).

Ia menambahkan, wajib pajak juga diminta membuat surat pernyataan untuk segera melakukan proses balik nama kendaraan pada tahun berikutnya sebagai bentuk tertib administrasi.

Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor.

“Dengan kemudahan ini, kami berharap tidak ada lagi alasan untuk menunda pembayaran pajak. Ini bagian dari upaya bersama dalam mendukung pembangunan daerah,” tambahnya.

Melalui kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis pelayanan publik semakin prima dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak terus meningkat, tanpa prosedur yang berbelit. Pembayaran pajak kendaraan bermotor dapat dilakukan di seluruh UPTD PPD/Samsat kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.