Charger | Bengkulu – Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Sosial RI. Provinsi Bengkulu menjadi salah satu daerah yang memperoleh program tersebut dengan dua lokasi pembangunan sekolah pada tahun 2026.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu, Swifanedi Yusda, S.Hut, saat menjadi narasumber dalam acara Ngopi (Ngobrol Pagi Khas Bengkulu) di BETV, Senin (29/6/2026).
Swifanedi menjelaskan, Program Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin, sangat miskin, hingga miskin ekstrem agar memperoleh akses pendidikan yang layak.
“Tahun ini Provinsi Bengkulu mendapatkan dua lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, yakni di Kota Bengkulu dan Kabupaten Kaur,” ujarnya.
Ia mengatakan, sekolah tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori miskin dan sangat miskin sesuai dengan data pemerintah. Jika seluruh kuota terpenuhi, pada tahun ini Sekolah Rakyat di Bengkulu akan menampung sebanyak 270 siswa yang terbagi ke dalam sembilan rombongan belajar (rombel).
Selain itu, Swifanedi mengungkapkan bahwa program rintisan telah berjalan pada tahun sebelumnya dengan melibatkan 92 siswa tingkat SMA. Nantinya, para siswa tersebut akan bergabung dan menempati asrama setelah pembangunan Sekolah Rakyat selesai dan mulai beroperasi.
Melalui Program Sekolah Rakyat, pemerintah berharap semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas, sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan akses terhadap layanan pendidikan.





