charger.my.id
Keluhan Paket Seragam Rp3,8 Juta Mencuat, MAN 1 Bengkulu Tegaskan Tidak Ada Kewajiban Membeli di Tempat Tertentu

Charger | Bengkulu – Keluhan sejumlah wali murid terkait paket seragam dan perlengkapan sekolah senilai Rp3,6 juta hingga Rp3,8 juta mencuat menjelang tahun ajaran baru di MAN 1 Bengkulu. Para orang tua mempertanyakan penawaran paket perlengkapan sekolah yang dinilai cukup mahal dan berpotensi membebani kondisi ekonomi keluarga.

Sejumlah wali murid mengaku keberatan karena perlengkapan sekolah ditawarkan dalam bentuk paket lengkap. Padahal, sebagian kebutuhan seperti seragam, sepatu, maupun perlengkapan lainnya masih tersedia dan layak digunakan dari kakak atau kerabat.

“Kalau bisa membeli sesuai kebutuhan tentu lebih ringan. Tidak semua perlengkapan harus dibeli dalam satu paket,” ujar salah seorang wali murid.

Selain persoalan harga, para orang tua menilai beberapa item, terutama sepatu dan perlengkapan penunjang lainnya, dapat dibeli secara terpisah dengan biaya yang lebih terjangkau. Mereka berharap diberikan keleluasaan untuk menentukan kebutuhan masing-masing tanpa harus mengambil paket lengkap.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket perlengkapan siswa laki-laki ditawarkan dengan harga Rp3,6 juta, sedangkan paket untuk siswi mencapai Rp3,8 juta. Paket siswi meliputi empat atasan, lima stel pakaian, empat hijab, dua pasang sepatu, dua pasang kaus kaki, serta satu ikat pinggang.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala MAN 1 Bengkulu, Hendri Kuswiran, menegaskan bahwa pihak sekolah tidak mewajibkan siswa baru membeli seragam maupun perlengkapan sekolah di tempat tertentu.

“Kami tidak mewajibkan siswa baru membeli di satu tempat. Siswa bebas membeli seragam sekolah di mana saja. Jika memiliki seragam yang masih layak pakai dari saudara atau kerabat, juga boleh digunakan,” tegas Hendri di ruang kerjanya, Jum’at (19/6/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi dapat mengajukan bantuan melalui BAZNAS dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan adanya kewajiban maupun penggiringan pembelian paket seragam tertentu bagi siswa baru di MAN 1 Bengkulu.