charger.my.id
Rektor UNIB Tekankan Komitmen Kampus Unggul Berdampak di Dies Natalis ke-44

Charger | Bengkulu – Universitas Bengkulu (Unib) secara resmi menutup rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-44 melalui malam puncak yang berlangsung meriah pada Sabtu malam (25/4/2026) di Gedung Serba Guna Unib. Kegiatan yang telah digelar sejak 1 April 2026 ini diakhiri dengan suasana penuh kebersamaan, hiburan, serta pemberian Anugerah Rektor kepada fakultas, unit kerja, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa berprestasi.

Malam puncak tersebut tidak sekadar menjadi seremoni penutup, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas capaian dan kontribusi seluruh sivitas akademika dalam membangun Unib sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdampak.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan sekaligus Ketua Panitia Dies Natalis ke-44 Unib, Agustin Zarkani, menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan merupakan bentuk apresiasi institusi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan prestasi.

“Di malam puncak ini kita tidak hanya merayakan, tetapi juga merefleksikan perjalanan Unib, mempererat silaturahmi, dan menguatkan komitmen bersama untuk mewujudkan Unib yang lebih baik dan unggul berdampak. Anugerah Rektor menjadi bentuk apresiasi sekaligus pemacu bagi seluruh sivitas akademika,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian kegiatan selama satu bulan terakhir, mulai dari kegiatan akademik, pengabdian kepada masyarakat, bakti sosial, penguatan alumni, hingga berbagai perlombaan olahraga dan seni.

Sementara itu, Rektor Unib, Indra Cahyadinata, menyampaikan rasa bangga atas suksesnya seluruh rangkaian kegiatan Dies Natalis tahun ini. Ia menegaskan komitmen untuk terus membawa Unib menjadi kampus unggul yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, serta mendorong peningkatan kinerja seluruh sivitas akademika di masa mendatang.

Rektor juga menyampaikan bahwa ke depan sistem kepanitiaan Dies Natalis akan dibuat bergilir dari Wakil Rektor I hingga IV sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan kebersamaan di lingkungan universitas.

Ia turut mengucapkan selamat kepada seluruh penerima penghargaan dan berharap capaian tersebut dapat dipertahankan serta ditingkatkan. Bagi sivitas akademika lainnya, penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berprestasi.

Acara malam puncak semakin semarak dengan penampilan seni dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), mulai dari tari kreasi, paduan suara, hingga hiburan musik yang mengajak seluruh hadirin bernyanyi bersama. Menjelang akhir acara, kegiatan ditutup secara simbolis oleh Rektor bersama jajaran pimpinan universitas dengan menekan tombol selebrasi, diiringi suasana haru saat seluruh peserta menyanyikan lagu “Kemesraan” dan “Rumah Kita”.

Dalam rangkaian penghargaan, panitia juga memberikan apresiasi di bidang kebersihan lingkungan kampus. Untuk kategori kebersihan program studi, juara pertama diraih Program Studi S2 Ilmu Komunikasi, disusul S2 Teknologi Pendidikan, serta S1 Fisika dan S3 Manajemen. Sementara pada kategori fakultas, Fakultas Hukum meraih juara pertama, diikuti FMIPA dan FKIK.

Selain itu, inovasi Dies Natalis tahun ini turut ditandai dengan lomba karya tulis inspiratif bertema “Aku dan Universitas Bengkulu” yang berhasil menghimpun 230 karya.

Sebanyak 44 karya terbaik akan dibukukan sebagai sumber inspirasi, dengan tiga penulis terbaik yakni Aisyah Naura Attayah sebagai juara pertama, Wisma Yunita sebagai juara kedua, dan Puja Alifpiya sebagai juara ketiga.

Anugerah Rektor juga diberikan kepada dosen dalam berbagai kategori. Pada kategori Dosen Pengajaran Terbaik, penghargaan diraih oleh Debie Rizqoh sebagai juara pertama dan Septian Raibowo sebagai juara kedua. Untuk kategori Dosen Peneliti Berdampak Terbaik, penghargaan diberikan kepada Arif Ismul Hadi sebagai juara pertama, Lindung Salbuin Mase sebagai juara kedua, dan Zico Junius Fernando sebagai juara ketiga.

Pada kategori Dosen dengan Pengabdian Masyarakat Berdampak Terbaik, penghargaan diraih oleh Selly Ratna Sari sebagai juara pertama, Bogy Restu Ilahi sebagai juara kedua, dan Sipriyadi sebagai juara ketiga.

Untuk kategori tenaga kependidikan (The Backbone), penghargaan diberikan kepada Putjha Melati sebagai terbaik pertama, Sapri Ariadi sebagai terbaik kedua, dan Ria Erlini sebagai terbaik ketiga.

Sementara itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dinobatkan sebagai Fakultas Terbaik tahun 2026.

Pada kategori mahasiswa, penghargaan diberikan kepada mahasiswa terbaik jenjang S1, vokasi, serta mahasiswa disabilitas, serta mahasiswa yang meraih prestasi di tingkat internasional, nasional, regional, hingga provinsi.

Capaian tersebut mencerminkan komitmen Universitas Bengkulu dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global.

UNIB Gelar Wisuda ke-113, Luncurkan Ijazah Bilingual untuk Daya Saing Global

Charger | Bengkulu – Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru bagi para lulusan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa tantangan di dunia nyata menuntut tidak hanya kecerdasan, tetapi juga integritas dan daya juang yang tinggi.

“Jangan pernah takut menghadapi masa depan. Teruslah belajar, berjuang, dan jadilah pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat. Jagalah nama baik keluarga, daerah, dan almamater Universitas Bengkulu,” pesan Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Indra Cahyadinata, dalam sambutannya kepada para wisudawan.

Wisuda ke-113 Universitas Bengkulu menjadi semakin istimewa. Untuk pertama kalinya, kampus ini menerbitkan ijazah dan transkrip akademik dalam format bilingual, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Kebijakan ini bertepatan dengan Dies Natalis ke-44 Universitas Bengkulu dan menjadi tonggak penting dalam upaya internasionalisasi kampus.

Menurut Rektor, penerbitan ijazah bilingual merupakan langkah strategis untuk memperluas peluang lulusan, baik dalam melanjutkan studi maupun berkarier di tingkat global.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan daya saing lulusan di kancah internasional. Kami berharap lulusan Universitas Bengkulu mampu tampil percaya diri dan berprestasi di mana pun berada,” ujar Prof. Indra.

Menutup sambutannya, Rektor kembali menegaskan pentingnya pendidikan sebagai bekal utama dalam kehidupan. Ia mengutip pesan Ali bin Abi Thalib tentang nilai ilmu pengetahuan sebagai warisan terbaik, sekaligus mendorong para lulusan untuk terus bermimpi besar.

Lulusan Universitas Bengkulu diharapkan mampu menjadi insan yang unggul, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi positif dan membanggakan di tengah masyarakat.

Dies Natalis ke-44 UNIB: Momentum Kebersamaan dan Langkah Menuju Pusat Unggulan Kopi Indonesia

Charger | Bengkulu – Universitas Bengkulu (UNIB) merayakan puncak Dies Natalis ke-44 dengan penuh semangat kebersamaan dan optimisme untuk masa depan. Berbagai rangkaian kegiatan yang telah berlangsung menjadi simbol kolaborasi seluruh civitas akademika dalam mendorong kemajuan institusi.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-44, Agustin Zarkani, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Senat Universitas Bengkulu yang telah menggagas kembali berbagai kegiatan baru, termasuk menghidupkan kembali aktivitas Rektor Cup Tenis Lapangan,” ujarnya.

Ia juga memberikan penghargaan kepada Fakultas Pertanian atas inisiatif internasionalisasi jurnal dan seminar akademik, serta kepada Fakultas Matematika dan Ilmu Pendidikan yang menghadirkan program Lomba Kebersihan Lingkungan dan pengelolaan limbah.

“Hal ini merupakan cita-cita kita bersama dalam mewujudkan kampus yang bersih, indah, bebas dari polusi, serta mendukung kesehatan jasmani dan rohani seluruh civitas akademika,” tambahnya.

Selain itu, Agustin mengungkapkan bahwa Lomba Menulis Cerita Inspiratif yang digelar PPID berhasil menghimpun 215 karya dari civitas akademika.

“Tercatat sebanyak 215 karya inspiratif yang insya Allah akan diumumkan dan dihimpun dalam sebuah buku menarik,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh dekan, sponsor, dan mitra atas dukungan yang diberikan. “Semoga melalui peringatan Dies Natalis ke-44 ini, Universitas Bengkulu semakin tumbuh dewasa dan menjadi institusi yang unggul serta profesional,” tutupnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Bengkulu, Indra Cahya Dinata, menegaskan bahwa Dies Natalis tahun ini menjadi yang pertama dalam masa kepemimpinannya periode 2025–2029.

“Tahun ini merupakan pelaksanaan Dies Natalis pertama dalam masa kepemimpinan kami. Malam ini bukan sekadar puncak kegiatan, melainkan puncak dari semangat kebersamaan yang telah kita bangun bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, di usia ke-44, UNIB berada pada fase yang matang dan produktif untuk berkontribusi lebih besar.

“Usia 44 tahun merupakan usia yang matang, dewasa, dan sangat produktif bagi kita untuk terus memberikan kontribusi yang lebih besar,” katanya.

Rektor juga memaparkan beragam kegiatan yang telah dilaksanakan, mulai dari lomba seni, olahraga, bakti sosial, hingga kegiatan akademik seperti orasi ilmiah dan publikasi jurnal internasional.

“Seluruh rangkaian kegiatan Dies Natalis ini telah kita lalui dengan penuh antusias dan semangat yang luar biasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya perhatian dari pemerintah pusat terhadap pengembangan UNIB, khususnya di sektor kopi.

“Beliau menyampaikan harapan agar Universitas Bengkulu dapat menjadi center of excellence dalam pengembangan kopi di Indonesia dan siap memberikan dukungan, termasuk menghubungkan dengan industri serta eksportir kopi berbasis digital,” jelasnya.

Menurutnya, sistem digital tersebut memungkinkan penelusuran asal-usul kopi hingga ke tingkat desa, bahkan oleh konsumen di luar negeri.

“Ini menjadi peluang besar sekaligus tantangan bagi kita. Oleh karena itu, ini adalah tugas besar yang harus kita wujudkan bersama,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Rektor menekankan bahwa perayaan ini bukan akhir, melainkan awal langkah baru.

“Malam ini bukanlah akhir, tetapi awal bagi kita untuk melakukan aktivitas yang lebih besar, menunjukkan kemampuan, kebersamaan, dan jiwa kolaborasi dalam berkontribusi bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Perayaan Dies Natalis ke-44 UNIB diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan membawa universitas menuju capaian yang lebih tinggi di masa depan.

Anggaran KIP Kuliah Tembus Rp15,3 Triliun, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Pengurangan Kuota Nasional

Charger | Jakarta — Pemerintah memastikan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tetap menjadi prioritas utama dalam menjaga akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Hingga 2026, anggaran KIP Kuliah terus meningkat dan mencapai Rp15,32 triliun, dengan sasaran lebih dari 1,04 juta mahasiswa di seluruh Indonesia.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) menegaskan bahwa kenaikan anggaran ini menunjukkan komitmen negara dalam memastikan tidak ada anak bangsa berprestasi yang gagal kuliah karena keterbatasan ekonomi.

Berdasarkan data Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), anggaran KIP Kuliah terus mengalami tren peningkatan sejak 2020. Dari Rp6,5 triliun pada 2020, anggaran melonjak menjadi Rp14,9 triliun pada 2025, dan kembali naik pada Tahun Anggaran 2026 menjadi Rp15.323.650.458.000 sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa KIP Kuliah merupakan instrumen strategis pemerataan pendidikan tinggi nasional.

“KIP Kuliah adalah jembatan harapan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Bantuan biaya hidup adalah hak penuh mahasiswa dan tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun,” tegas Menteri Brian.

Distribusi Berbasis Data, Bukan Pemangkasan Kuota

Menanggapi perbedaan jumlah penerima KIP Kuliah di sejumlah perguruan tinggi, PPAPT menjelaskan bahwa tidak ada pengurangan kuota secara nasional. Variasi jumlah penerima terjadi akibat perubahan skema distribusi yang kini berbasis data sosial-ekonomi dan hasil seleksi nasional.

Sejak 2025, prioritas penerima KIP Kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) diberikan kepada calon mahasiswa pemegang KIP SMA/sederajat, terdata di DTKS, atau PPKE maksimal Desil 3 yang lulus SNBP atau SNBT. Sementara itu, kuota untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tetap dikelola oleh LLDikti berdasarkan daya tampung dan akreditasi program studi.

Skema ini menyebabkan dinamika jumlah penerima di masing-masing kampus. Sebagai contoh, Universitas Negeri Medan mengalami peningkatan signifikan penerima KIP Kuliah pada 2025, seiring meningkatnya jumlah siswa kurang mampu yang lolos seleksi.

Sebaliknya, Universitas Gadjah Mada mencatat penurunan jumlah penerima karena terbatasnya pendaftar dari kelompok sasaran yang lolos SNBP dan SNBT.

PPAPT menegaskan, penurunan di satu perguruan tinggi tidak mencerminkan pemotongan anggaran maupun kuota nasional, melainkan konsekuensi dari sistem distribusi yang lebih tepat sasaran.

Mulai 2026, Prioritas Mengacu DTSEN

Seiring diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), pemerintah akan memperketat penajaman sasaran penerima KIP Kuliah mulai 2026.

Prioritas diberikan kepada lulusan SMA/SMK penerima PIP dan/atau terdata dalam DTSEN desil 1 hingga 4, yang memiliki potensi akademik baik.

Kemdiktisaintek memastikan penyaluran KIP Kuliah dilakukan secara akuntabel, transparan, dan berbasis data, dengan evaluasi rutin agar bantuan benar-benar diterima oleh mahasiswa yang berhak.

“Kami mengajak seluruh anak-anak Indonesia dari keluarga kurang mampu untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan tinggi. Negara hadir melalui KIP Kuliah,” ujar Menteri Brian.

Sebagai bagian dari pengawasan publik, Kemdiktisaintek membuka kanal pengaduan melalui lapor.go.id, layanan ULT 126, serta kanal resmi lainnya.

Dengan peningkatan anggaran, penajaman kebijakan, dan distribusi berbasis data, pemerintah menegaskan bahwa akses pendidikan tinggi tetap terbuka luas dan berkeadilan bagi generasi muda Indonesia.