Charger | Bengkulu – Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru bagi para lulusan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa tantangan di dunia nyata menuntut tidak hanya kecerdasan, tetapi juga integritas dan daya juang yang tinggi.
“Jangan pernah takut menghadapi masa depan. Teruslah belajar, berjuang, dan jadilah pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat. Jagalah nama baik keluarga, daerah, dan almamater Universitas Bengkulu,” pesan Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Indra Cahyadinata, dalam sambutannya kepada para wisudawan.
Wisuda ke-113 Universitas Bengkulu menjadi semakin istimewa. Untuk pertama kalinya, kampus ini menerbitkan ijazah dan transkrip akademik dalam format bilingual, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Kebijakan ini bertepatan dengan Dies Natalis ke-44 Universitas Bengkulu dan menjadi tonggak penting dalam upaya internasionalisasi kampus.
Menurut Rektor, penerbitan ijazah bilingual merupakan langkah strategis untuk memperluas peluang lulusan, baik dalam melanjutkan studi maupun berkarier di tingkat global.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan daya saing lulusan di kancah internasional. Kami berharap lulusan Universitas Bengkulu mampu tampil percaya diri dan berprestasi di mana pun berada,” ujar Prof. Indra.
Menutup sambutannya, Rektor kembali menegaskan pentingnya pendidikan sebagai bekal utama dalam kehidupan. Ia mengutip pesan Ali bin Abi Thalib tentang nilai ilmu pengetahuan sebagai warisan terbaik, sekaligus mendorong para lulusan untuk terus bermimpi besar.
Lulusan Universitas Bengkulu diharapkan mampu menjadi insan yang unggul, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi positif dan membanggakan di tengah masyarakat.


