charger.my.id
Yosia Yodan: HIPMI Bengkulu Mendukung Kehadiran Bima 2000 Group

Charger | Bengkulu – Semangat kewirausahaan anak muda kembali terlihat di Provinsi Bengkulu dengan hadirnya Bima 2000 Group, sebuah usaha rental mobil yang resmi diluncurkan. Kegiatan ini dihadiri Ketua BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Bengkulu, Yosia Yodan, bersama Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, serta Owner Bima 2000 Group, Bima Dwi Putra.

Dalam keterangannya, Yosia menilai kehadiran Bima 2000 Group membawa dampak positif bagi perekonomian daerah. Ia menyebut usaha rental mobil tersebut tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja baru.

“Ini tentu sangat membantu perekonomian Bengkulu. Mendongkrak lapangan kerja, terlebih lagi Bima yang masih sangat muda ini memiliki semangat membangkitkan dunia usaha dan memberi motivasi bagi anak muda lainnya,” ujar Yosia.

Ia menegaskan bahwa HIPMI Provinsi Bengkulu mendukung penuh tumbuhnya pelaku usaha muda. Menurutnya, perjalanan bisnis Bima yang dimulai dari nol hingga berkembang saat ini menjadi contoh nyata bahwa kerja keras dan konsistensi dapat membuahkan hasil.

“Tadi kita dengar langsung bagaimana perjalanan usahanya dari awal hingga bisa berkembang. Ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani memulai usaha,” tambahnya.

Sementara itu, Owner Bima 2000 Group, Bima Dwi Putra, mengapresiasi dukungan yang diberikan HIPMI Provinsi Bengkulu. Ia berharap sinergi antara pengusaha muda terus terjalin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Terima kasih atas dukungan kakanda Yosia dan jajaran HIPMI. Semoga kebersamaan ini bisa terus mendorong pelaku usaha lain untuk berkembang, khususnya di sektor rental mobil di Bengkulu,” tutupnya.

Kehadiran Bima 2000 Group diharapkan menjadi bagian dari geliat baru dunia usaha di Bengkulu, sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam membangun ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Ketum BPD HIPMI Bengkulu Yosia Yodan Tegaskan Soliditas dan Siapkan Forbisda Jelang Munas

Charger | Bengkulu – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu menegaskan soliditas organisasi dalam Rapat Badan Pengurus Lengkap (RBPL) yang digelar pada Selasa, 7 April 2026 di Hipmi Centre Bengkulu.

Ketua OKK BPD HIPMI Bengkulu, Singgih Tri Wibowo, mengatakan dalam forum tersebut seluruh pengurus menyepakati sejumlah keputusan penting, terutama terkait dukungan menghadapi Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI serta pelaksanaan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026.

Salah satu hasil utama RBPL adalah kesepakatan bahwa BPD HIPMI Bengkulu memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum, Yosia Yodan, untuk menentukan rekomendasi calon Ketua Umum BPP HIPMI yang akan bertarung dalam Munas mendatang.

“BPD HIPMI Bengkulu solid untuk rekomendasi calon ketua umum BPP HIPMI. Amanah tersebut kami serahkan kepada Ketua Umum,” disampaikannya usai RBPL.

Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi memilih pemimpin terbaik bagi organisasi.

“Mudah-mudahan kita bisa memilih pemimpin terbaik yang dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi organisasi tetapi juga bagi daerah,” ujarnya.

Selain itu, RBPL juga menetapkan pelaksanaan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) pada 28 April 2026. Agenda ini merupakan kegiatan wajib bagi setiap BPD HIPMI di seluruh Indonesia dan diharapkan menjadi wadah strategis bagi pengembangan bisnis di daerah.

“Forum Bisnis Daerah ini diharapkan memberikan dampak positif bagi BPC, BPD, badan otonom, serta masyarakat luas di Provinsi Bengkulu,” tambah Yosia.

Tak hanya itu, HIPMI Bengkulu juga merencanakan kegiatan kuliah umum yang akan dilaksanakan pada 27 April 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Forbisda.

Sementara itu, terkait pelaksanaan Munas HIPMI yang dijadwalkan pada 10 Juni 2026, BPD HIPMI Bengkulu menyatakan tengah melakukan konsolidasi internal serta membangun komunikasi dengan BPD HIPMI di daerah lain.

“Kami akan terus berkolaborasi dan berdiskusi dengan BPD lain untuk menentukan pilihan terbaik dalam Munas nanti,” jelas Yosia.

Dengan soliditas yang telah ditegaskan dalam RBPL ini, Yosia Yodan memastikan BPD HIPMI Bengkulu tidak hanya siap menghadapi Munas, tetapi juga siap mengambil peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui Forbisda dan berbagai program kewirausahaan yang berdampak nyata.

BPD HIPMI Bengkulu Gelar RBPL, Tegaskan Dukungan Munas dan Siapkan Forbisda 2026

Charger | Bengkulu – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Provinsi Bengkulu menggelar Rapat Badan Pengurus Lengkap (RBPL) pada Selasa, 7 April 2026, pukul 08.00 WIB hingga selesai di Hipmi Centre Bengkulu.

Dalam rapat tersebut, sejumlah keputusan strategis berhasil disepakati, terutama terkait arah dukungan organisasi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI serta pelaksanaan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026.

Ketua OKK BPD HIPMI Bengkulu, Singgih Tri Wibowo, menyampaikan bahwa salah satu poin utama hasil RBPL adalah kepercayaan penuh yang diberikan kepada Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, dalam menentukan rekomendasi calon ketua umum (caketum) BPP HIPMI yang akan bertarung di Munas mendatang.

“Dari hasil kesepakatan RBPL HIPMI Bengkulu, pengurus BPD mempercayakan penuh terkait rekomendasi caketum BPP HIPMI kepada Ketua Umum Yosya Yodan,” ujar Singgih yang juga menjabat Ketua SC Forbisda.

Selain itu, RBPL juga menetapkan pelaksanaan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) yang akan digelar pada 28 April 2026. Kegiatan ini menjadi agenda penting dalam memperkuat ekosistem bisnis dan jejaring pengusaha muda di Bengkulu.

Ketua Organizing Committee (OC) Forbisda, Masdi Ariwibowo, menjelaskan bahwa Forbisda merupakan forum tertinggi bisnis dan ajang silaturahmi antar pengurus HIPMI se-Provinsi Bengkulu.

“Secara umum, Forbisda ini adalah forum bisnis daerah yang menjadi wadah interaksi, komunikasi, serta pengembangan ide-ide bisnis sesuai potensi daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah agenda akan mewarnai Forbisda, di antaranya kompetisi bisnis, UMKM Expo, serta sesi literasi dan mentoring yang melibatkan HIPMI Perguruan Tinggi (HIPMI PT). Kegiatan ini juga akan menghadirkan talk show bersama para pakar di bidang hukum dan industri, termasuk sektor kopi yang menjadi salah satu potensi unggulan Bengkulu.

Forbisda ditargetkan melibatkan seluruh BPC HIPMI se-Provinsi Bengkulu, BPD, mahasiswa, serta berbagai pihak yang mendukung pengembangan kewirausahaan di daerah.

“Harapannya, kegiatan ini mampu menjadi wadah sinergi dan komunikasi bisnis antar pelaku usaha, sekaligus mendorong potensi unggulan daerah seperti kopi agar bisa naik kelas,” tambah Masdi.

Rencananya, Forbisda akan dilaksanakan selama satu hari di kawasan Kilometer 6,5 Bengkulu dan Khazana 2 Hotel.

Melalui RBPL ini, HIPMI Bengkulu menegaskan komitmennya dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi dan inovasi bisnis.

Lawan Mangkir di Mediasi, Kuasa Hukum Tegas: Tanah Sah Milik Umar Hasi, Plank Segera Dipasang

Charger | Bengkulu – Upaya penyelesaian sengketa lahan antara pihak Umar Hasi dan pihak lawan menemui jalan buntu setelah mediasi yang difasilitasi oleh Polsek Selebar gagal terlaksana. Pihak lawan diketahui tidak menghadiri agenda mediasi yang telah dijadwalkan.

Kuasa hukum Umar Hasi, Rizki Dini Hasanah, SH, menjelaskan bahwa pihaknya telah memenuhi undangan mediasi yang digelar pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Namun hingga pukul 11.00 WIB, pihak lawan tidak juga hadir tanpa memberikan keterangan.

“Ini menunjukkan tidak adanya itikad baik dari pihak lawan untuk menyelesaikan sengketa ini secara damai,” tegas Dini.

Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian telah menjalankan perannya dengan baik dalam memfasilitasi mediasi. Ketidakhadiran pihak lawan sepenuhnya menjadi tanggung jawab mereka.

“Polsek sudah memfasilitasi, sudah berupaya memediasi. Kalau pihak lawan tidak hadir, itu bukan kesalahan kami lagi,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, pihak Umar Hasi mengambil langkah tegas dengan menyatakan kepemilikan lahan secara sah berdasarkan surat hak milik adat yang dimiliki. Dalam waktu dekat, mereka juga akan memasang plank di lokasi sebagai penegasan status tanah.

“Artinya tanah ini adalah milik Bapak Umar Hasi. Kami akan segera memasang plank sebagai bentuk penegasan kepemilikan,” lanjutnya.

Sementara itu, Irawan selaku keponakan Umar Hasi mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak lawan sempat beberapa kali mencoba memagar lahan tersebut secara paksa.

“Mereka sudah tiga kali mencoba memagar, tapi selalu kami halangi,” jelasnya.

Dini juga menambahkan bahwa tindakan pemagaran secara paksa tersebut berpotensi menimbulkan konflik dan mengarah pada tindak pidana. Oleh karena itu, pihaknya sempat menghubungi pihak kepolisian melalui layanan darurat 110.

“Atas arahan dari Polres, kemudian Polsek Selebar diperintahkan untuk memediasi kedua belah pihak,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak lawan terkait ketidakhadiran mereka dalam mediasi tersebut.