charger.my.id
Wakapolda Bengkulu Berangkat ke Mabes Polri, Sang Bibi Doakan Karier Semakin Sukses

Bengkulu – Wakapolda Bengkulu resmi dilepas untuk bertugas ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) dalam sebuah acara yang digelar di Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Rabu (10/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, tokoh masyarakat Hj. Tien Syafrudin yang juga merupakan bibi dari Wakapolda Bengkulu, turut hadir dan menyampaikan doa serta harapan atas penugasan baru tersebut.

Ia menyampaikan rasa bangga sekaligus harapan agar Wakapolda Bengkulu dapat terus mengemban amanah dengan baik di lingkungan Mabes Polri. Menurutnya, sosok Wakapolda dikenal sebagai pribadi yang ramah, baik, serta memiliki rekam jejak yang membanggakan.

“Beliau adalah putra daerah yang kami banggakan. Di mana pun bertugas, beliau selalu disukai dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar Hj. Tien Syafrudin.

Ia juga menambahkan bahwa Wakapolda memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, termasuk pengalaman menempuh pendidikan di luar negeri, serta dikenal berprestasi di berbagai penugasan.

Dalam suasana pelepasan tersebut, Hj. Tien Syafrudin berharap masyarakat Bengkulu tetap memberikan dukungan kepada putra daerah yang berkarier di tingkat nasional, khususnya di institusi kepolisian.

“Kami berharap ke depan beliau bisa semakin baik dari hari ini. Semua ada takdirnya, namun kita tetap harus berdoa dan berusaha yang terbaik,” tambahnya.

Selain itu, ia juga berpesan agar Wakapolda tetap rendah hati, semakin bijaksana, serta terus menjadi sosok polisi yang mengayomi masyarakat sesuai dengan semangat Presisi Polri.

Ia menilai bahwa tantangan ke depan akan semakin berat, sehingga diperlukan kemampuan kepemimpinan dan adaptasi yang lebih kuat dalam menjalankan tugas.

Acara pelepasan tersebut berlangsung hangat dan penuh harapan, dihadiri jajaran kepolisian, tokoh masyarakat, serta tamu undangan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu.

Wakapolda Bengkulu Lepas Tugas, Sampaikan Terima Kasih ke Masyarakat

Charger | Bengkulu – Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol Dicky Sondani resmi berpamitan kepada masyarakat Bengkulu dalam kegiatan ramah tamah dan syukuran pelepasan dirinya menuju penugasan baru di Mabes Polri sebagai Penata Humas, Rabu (10/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dicky menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada masyarakat Bengkulu atas dukungan selama dirinya bertugas di daerah tersebut.

Ia mengatakan selama menjabat Wakapolda Bengkulu, berbagai kegiatan dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut berjalan aman dan kondusif.

“Alhamdulillah semua kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan situasi Bengkulu juga kondusif,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu terus dijaga agar Bengkulu semakin berkembang menjadi daerah yang sejahtera dan banyak dikunjungi masyarakat.

Hal itu disampaikan langsung oleh Penata Humas Mabes Polri yang turut hadir dalam kegiatan ramah tamah dan syukuran pelepasan tersebut.

Dicky juga menanggapi aspirasi masyarakat yang sempat mendorong dirinya untuk memimpin daerah Bengkulu di masa mendatang. Ia menyebut hal tersebut masih jauh dari pembahasan.

“Kalau itu saya masih jauh, saya 5 tahun lagi pensiun. Kita kembalikan kepada Allah nanti,” katanya.

Meski akan bertugas di Jakarta, ia menegaskan tetap akan menjaga hubungan baik dengan masyarakat Bengkulu. Ia menyebut memiliki ikatan kuat dengan daerah tersebut karena keluarga besarnya juga berasal dari Bengkulu.

“Insya Allah karena saya dan istri saya orang Bengkulu, rumah orang tua saya di Bengkulu, pasti saya akan sering ke Bengkulu untuk bersilaturahmi dengan saudara dan teman-teman,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti karakter masyarakat Bengkulu yang dinilai menjunjung tinggi nilai perdamaian. Menurutnya, pendekatan restorative justice dapat diterapkan dalam penyelesaian berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Dengan adanya KUHP baru, ia menilai tidak semua permasalahan harus diselesaikan melalui jalur pidana dan pengadilan.

“Kalau orang sudah damai, kita damaikan saja. Orang Bengkulu itu sifatnya tidak suka ribut, mereka suka damai,” katanya.

Ia juga berpesan agar masyarakat tetap menjaga situasi tetap kondusif dan tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memecah belah persatuan.

“Jaga kondusivitas wilayah kita. Jangan terpecah belah dan jangan termakan isu,” tegasnya.

Dicky menambahkan, stabilitas keamanan memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebut Bengkulu memiliki potensi besar dari sektor sumber daya alam seperti batu bara dan kelapa sawit yang dapat menopang perekonomian.

Menurutnya, berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak Bank Indonesia, kondisi ekonomi Bengkulu saat ini relatif stabil.

“Kalau ekonomi stabil maka kamtibmas juga akan bagus,” ujarnya.

Terkait penugasan barunya di Mabes Polri, ia menegaskan siap ditempatkan di mana saja sesuai perintah pimpinan.

“Sebagai prajurit Polri, saya siap ditempatkan di mana saja. Perintah pimpinan kami laksanakan,” katanya.

Sementara itu, dalam suasana ramah tamah tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan masyarakat dan alumni sekolahnya, termasuk perkembangan SMA Negeri 2 Bengkulu yang dinilainya memiliki banyak prestasi di bidang akademik maupun olahraga.

“Alhamdulillah prestasi SMA 2 bagus-bagus, dan saya sangat bangga,” pungkasnya.

Soal Paket Seragam MAN 1 Kota Bengkulu, Konveksi Misya: Tidak Wajib Beli di Tempat Kami

Charger | Bengkulu – Biaya paket seragam dan perlengkapan sekolah bagi siswa baru MAN 1 Kota Bengkulu menjadi perbincangan di kalangan wali murid. Pasalnya, paket perlengkapan yang ditawarkan di salah satu konveksi mencapai Rp3,6 juta untuk siswa laki-laki dan Rp3,8 juta untuk siswa perempuan.

Sejumlah wali murid mengaku keberatan dengan sistem pembelian yang mengharuskan pengambilan dalam bentuk paket lengkap. Menurut mereka, sebagian perlengkapan sebenarnya tidak perlu dibeli karena masih bisa menggunakan milik saudara atau kakak kelas yang sudah tidak terpakai.

“Yang memberatkan itu harus mengambil satu paket. Maksud kami kalau bisa ambil yang dibutuhkan saja. Sebagian mungkin sudah punya seragam dari saudara atau kakak kelasnya,” ujar salah seorang wali murid.

Keluhan serupa juga disampaikan wali murid lainnya. Mereka berharap diberi keleluasaan membeli perlengkapan tertentu saja sesuai kebutuhan.

“Maunya ambil yang dibutuhkan saja. Seperti sepatu, kan bisa beli di luar, harganya lebih murah,” katanya.

Meski demikian, tidak semua wali murid merasa keberatan. Salah seorang orang tua siswa mengaku mendapatkan kemudahan pembayaran dari pihak konveksi.

“Saya awalnya hanya membawa uang Rp1 juta. Saat itu saya sampaikan kondisi saya dan meminta waktu untuk melunasi. Alhamdulillah akhirnya diberi kesempatan membayar bertahap sampai lunas,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah wali murid yang telah berkomunikasi dengan pihak sekolah menyebut bahwa siswa tidak diwajibkan membeli seragam di konveksi tertentu. Orang tua diperbolehkan membuat seragam di tempat lain selama model, desain, dan atributnya sesuai dengan ketentuan sekolah.

Konveksi Misya: Tidak Ada Kewajiban Membeli di Tempat Kami

Dikonfirmasi di Konveksi Misya, Rabu (10/6/2026), pemilik usaha, Suma Misya, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mewajibkan wali murid membeli perlengkapan sekolah di tempatnya.

Menurutnya, orang tua siswa bebas menentukan tempat pembuatan seragam. Namun apabila memilih membeli di Konveksi Misya, pembelian dilakukan dalam bentuk paket lengkap dan tidak melayani pembelian beberapa item saja.

“Kami tidak pernah mewajibkan orang tua murid membeli di sini. Silakan kalau mau membuat di tempat lain. Tetapi kalau membeli di tempat kami memang harus satu paket,” ujar Suma Misya.

Ia juga membenarkan bahwa tidak terdapat Memorandum of Understanding (MoU) atau kerja sama resmi antara Konveksi Misya dengan MAN 1 Kota Bengkulu.

“Tidak ada MoU sama sekali dengan pihak sekolah,” tegasnya.

Suma menjelaskan, paket yang ditawarkan untuk siswa perempuan terdiri dari empat atasan, lima setelan seragam, empat hijab, dua pasang sepatu, dua pasang kaus kaki, satu ikat pinggang, serta satu jaket atau almamater. Menurutnya, seluruh perlengkapan tersebut telah disiapkan sesuai kebutuhan siswa selama bersekolah.

Ia menambahkan, kebijakan penjualan dalam bentuk paket diterapkan untuk mempermudah proses produksi dan pelayanan.

“Kalau satuan akan lebih ribet mengurusnya. Makanya kami buat dalam bentuk paket,” jelasnya.

Menurut Suma, sejumlah orang tua siswa juga menyampaikan bahwa selisih harga paket dengan pembelian perlengkapan secara terpisah tidak terlalu signifikan. Selain itu, sistem paket dinilai lebih praktis karena orang tua tidak perlu mencari kebutuhan sekolah di beberapa tempat berbeda.

“Bahkan ada orang tua yang menyampaikan kalau selisih harganya tidak signifikan. Dengan paket juga mereka tidak perlu repot mencari dan membeli perlengkapan di banyak tempat,” katanya.

Kepala MAN 1 Kota Bengkulu Belum Berhasil Dikonfirmasi

Pada hari yang sama, media ini juga berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala MAN 1 Kota Bengkulu, Hendri Kuswiran, terkait keluhan sejumlah wali murid mengenai paket seragam tersebut.

Namun saat mendatangi MAN 1 Kota Bengkulu, staf sekolah menyampaikan bahwa kepala sekolah sedang tidak berada di tempat. Akibatnya, konfirmasi yang hendak dilakukan media belum dapat terlaksana.

Media ini masih berupaya mendapatkan keterangan resmi dari pihak MAN 1 Kota Bengkulu guna memperoleh penjelasan yang lebih lengkap dan berimbang terkait mekanisme penyediaan seragam bagi siswa baru tahun ajaran 2026/2027.

Ombudsman Bengkulu Awasi Kesiapan SPMB 2026/2027 di Bengkulu Selatan, Buka Posko Pengaduan Masyarakat

Charger | Bengkulu – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bengkulu melaksanakan kegiatan koordinasi dan pengawasan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bengkulu Selatan, Selasa (9/6).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu, Mustari Tasti, didampingi Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi, Hendra Irawan, beserta tim. Kedatangan rombongan Ombudsman disambut oleh Sekretaris Disdikbud Kabupaten Bengkulu Selatan, Syopian Ansori, bersama Tim Panitia SPMB Tahun Ajaran 2026/2027.

Dalam kesempatan tersebut, Mustari Tasti menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pengawasan Ombudsman RI untuk memastikan penyelenggaraan pelayanan publik, khususnya proses SPMB, berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik maladministrasi.

Tim Panitia SPMB Kabupaten Bengkulu Selatan memaparkan kesiapan pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 yang akan dilaksanakan secara luring (offline). Tahapan penerimaan dan pengumpulan berkas pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 24–27 Juni 2026.

Pada kesempatan tersebut, Tim Panitia SPMB juga menyerahkan dokumen Petunjuk Teknis (Juknis) Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 kepada Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu sebagai bahan monitoring dan pengawasan.

Mustari Tasti menegaskan bahwa Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu membuka Posko Pengaduan SPMB sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan, pengaduan, maupun konsultasi terkait pelaksanaan SPMB.

“Apabila masyarakat menemukan kendala, hambatan pelayanan, atau dugaan maladministrasi dalam proses SPMB, Ombudsman RI Perwakilan Bengkulu siap menerima dan menindaklanjuti setiap laporan sesuai ketentuan yang berlaku. Pengawasan yang dilakukan Ombudsman bertujuan memastikan seluruh tahapan SPMB dilaksanakan secara objektif, transparan, dan bebas dari maladministrasi. Kami berharap kolaborasi antara Ombudsman, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat dapat mewujudkan proses penerimaan murid baru yang berintegritas serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Mustari.

Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Kabupaten Bengkulu Selatan, Syopian Ansori, menyampaikan komitmen pihaknya untuk melaksanakan seluruh tahapan SPMB secara profesional, transparan, objektif, dan berintegritas. Pihaknya juga menyatakan kesiapan menerima masukan, saran, dan evaluasi dari berbagai pihak guna memastikan proses penerimaan murid baru berjalan dengan baik serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui kegiatan koordinasi dan pengawasan ini, diharapkan pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Bengkulu Selatan dapat berlangsung secara tertib, transparan, akuntabel, dan berkeadilan, sehingga memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon peserta didik untuk memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.

BI Bengkulu Pertimbangkan Kunjungan Bersama Media ke Bali dan Palembang

Charger |Bengkulu – Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu mempertimbangkan pelaksanaan kegiatan kunjungan bersama insan pers ke sejumlah daerah, seperti Bali dan Palembang, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi sekaligus menambah wawasan para wartawan mengenai praktik pembangunan dan pengembangan ekonomi di daerah lain.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, saat bincang santai bersama media di sebuah kafe kawasan Megamall Bengkulu, Selasa (9/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Wahyu mengungkapkan bahwa anggaran untuk kegiatan tersebut telah tersedia. Namun, keterbatasan anggaran menjadi tantangan karena jumlah wartawan mitra BI di Bengkulu cukup banyak.

“Alokasi anggaran ada dan nanti akan kita agendakan. Namun anggarannya tidak terlalu besar, sementara keinginan kami semua teman-teman bisa ikut,” ujarnya.

Karena keterbatasan tersebut, BI Bengkulu membuka kemungkinan pemberangkatan peserta dilakukan secara bertahap atau bergiliran. Salah satu skema yang dibahas yakni membagi peserta dalam dua kelompok, di mana sebagian berangkat pada tahun ini dan sisanya pada tahun berikutnya.

Menurut Wahyu, kegiatan ke luar daerah tidak semata-mata bertujuan untuk wisata, melainkan menjadi sarana pembelajaran dan studi lapangan. Melalui kunjungan ke daerah lain, wartawan dapat melihat secara langsung berbagai praktik baik yang diterapkan dan berpotensi diadaptasi di Bengkulu.

“Kalau ke Bali misalnya, bukan sekadar jalan-jalan. Kita bisa melihat apa yang dilakukan masyarakat di sana dan apa yang bisa diimplementasikan di Bengkulu. Banyak hal yang bisa dipelajari untuk mendorong daerah menjadi lebih maju dan masyarakat lebih sejahtera,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya memperluas wawasan dengan melihat perkembangan daerah lain. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi referensi dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Wahyu menambahkan, BI memandang media sebagai mitra strategis dalam mendukung penyebarluasan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Karena itu, insan pers menjadi salah satu pihak yang mendapat perhatian dalam berbagai program kemitraan yang dijalankan Bank Indonesia.

“Teman-teman wartawan ini merupakan mitra strategis Bank Indonesia. Karena itu, mereka menjadi salah satu pihak yang kami prioritaskan dalam berbagai kegiatan,” ujarnya.

Rencana kunjungan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut, termasuk terkait tujuan dan mekanisme pelaksanaannya. BI Bengkulu juga membuka ruang bagi para wartawan untuk memberikan masukan agar kegiatan yang dirancang dapat mengakomodasi kepentingan bersama.

“Kita akan bicarakan teknisnya lebih lanjut. Nanti masukan dari teman-teman juga menjadi pertimbangan untuk menentukan bentuk kegiatan yang paling baik,” tutup Wahyu.

Bank Indonesia Bengkulu Pastikan Stabilitas Rupiah Terjaga di Tengah Dinamika Global

Charger | Bengkulu – Bank Indonesia (BI) terus mengoptimalkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi dan keuangan global yang masih berlangsung. Upaya tersebut dilakukan secara terukur agar perekonomian nasional tetap berjalan stabil dan berkelanjutan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan bahwa mekanisme pasar pada dasarnya akan berupaya mengembalikan keseimbangan ketika terjadi gejolak. Namun demikian, intervensi dan kebijakan dari otoritas moneter tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

“Ketika terjadi ketidakseimbangan, pasar memang akan mencari jalannya untuk kembali mencapai keseimbangan atau equilibrium. Namun, tidak semuanya bisa diserahkan kepada pasar. Karena itu, Bank Indonesia terus melakukan berbagai langkah stabilisasi,” kata Wahyu saat acara Bincang Bareng Media di Megamall Bengkulu, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, Bank Indonesia bekerja secara maksimal dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pasar keuangan internasional, termasuk di New York, London, dan Beijing, serta melalui kantor perwakilan Bank Indonesia di Singapura.

“Bank Indonesia bisa dikatakan bekerja selama 24 jam untuk memastikan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga,” ujarnya.

Wahyu menjelaskan, salah satu instrumen yang digunakan dalam menjaga stabilitas nilai tukar adalah cadangan devisa. Namun, penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati dan terukur agar tetap efektif dalam jangka panjang.

Ia mengibaratkan pengelolaan kebijakan moneter seperti seorang pelari maraton yang harus mampu menjaga ritme hingga mencapai garis akhir.

“Ekonomi itu seperti lari maraton. Kita tidak bisa langsung mengeluarkan seluruh energi di awal. Ritmenya harus dijaga agar tetap kuat sampai tujuan. Begitu juga dalam penggunaan cadangan devisa dan kebijakan stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, Wahyu menegaskan bahwa penyesuaian nilai tukar tidak dapat dilakukan secara mendadak karena dapat menimbulkan guncangan bagi pelaku ekonomi. Menurutnya, berbagai pihak membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi.

“Perubahan harus dilakukan secara bertahap dan terukur. Seperti kendaraan yang sedang melaju, tidak bisa langsung berbelok tajam karena bisa menimbulkan risiko bagi semua pihak,” katanya.

Melalui berbagai kebijakan yang ditempuh, Bank Indonesia berharap stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Wahyu juga menilai kondisi ekonomi saat ini dapat menjadi peluang bagi berbagai sektor untuk berkembang, termasuk bagi generasi muda dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan peluang di masa mendatang.

“Kita berharap kondisi yang ada saat ini dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang, terutama bagi generasi muda yang sedang mempersiapkan diri menghadapi masa depan,” pungkasnya.