charger.my.id
Bank Indonesia Bengkulu Pastikan Stabilitas Rupiah Terjaga di Tengah Dinamika Global

Charger | Bengkulu – Bank Indonesia (BI) terus mengoptimalkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi dan keuangan global yang masih berlangsung. Upaya tersebut dilakukan secara terukur agar perekonomian nasional tetap berjalan stabil dan berkelanjutan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan bahwa mekanisme pasar pada dasarnya akan berupaya mengembalikan keseimbangan ketika terjadi gejolak. Namun demikian, intervensi dan kebijakan dari otoritas moneter tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi.

“Ketika terjadi ketidakseimbangan, pasar memang akan mencari jalannya untuk kembali mencapai keseimbangan atau equilibrium. Namun, tidak semuanya bisa diserahkan kepada pasar. Karena itu, Bank Indonesia terus melakukan berbagai langkah stabilisasi,” kata Wahyu saat acara Bincang Bareng Media di Megamall Bengkulu, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, Bank Indonesia bekerja secara maksimal dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pasar keuangan internasional, termasuk di New York, London, dan Beijing, serta melalui kantor perwakilan Bank Indonesia di Singapura.

“Bank Indonesia bisa dikatakan bekerja selama 24 jam untuk memastikan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga,” ujarnya.

Wahyu menjelaskan, salah satu instrumen yang digunakan dalam menjaga stabilitas nilai tukar adalah cadangan devisa. Namun, penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati dan terukur agar tetap efektif dalam jangka panjang.

Ia mengibaratkan pengelolaan kebijakan moneter seperti seorang pelari maraton yang harus mampu menjaga ritme hingga mencapai garis akhir.

“Ekonomi itu seperti lari maraton. Kita tidak bisa langsung mengeluarkan seluruh energi di awal. Ritmenya harus dijaga agar tetap kuat sampai tujuan. Begitu juga dalam penggunaan cadangan devisa dan kebijakan stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, Wahyu menegaskan bahwa penyesuaian nilai tukar tidak dapat dilakukan secara mendadak karena dapat menimbulkan guncangan bagi pelaku ekonomi. Menurutnya, berbagai pihak membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi.

“Perubahan harus dilakukan secara bertahap dan terukur. Seperti kendaraan yang sedang melaju, tidak bisa langsung berbelok tajam karena bisa menimbulkan risiko bagi semua pihak,” katanya.

Melalui berbagai kebijakan yang ditempuh, Bank Indonesia berharap stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Wahyu juga menilai kondisi ekonomi saat ini dapat menjadi peluang bagi berbagai sektor untuk berkembang, termasuk bagi generasi muda dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan peluang di masa mendatang.

“Kita berharap kondisi yang ada saat ini dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang, terutama bagi generasi muda yang sedang mempersiapkan diri menghadapi masa depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *