DPRD Bengkulu Sidak Pelindo, Desak Perbaikan Jalan dan Alur Pulau Baai

Daerah1 Dilihat

Charger  Bengkulu – DPRD Provinsi Bengkulu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu, Selasa (30/6/2026), untuk memastikan komitmen perbaikan jalan di kawasan pelabuhan serta percepatan pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai yang dinilai menjadi kunci peningkatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Bengkulu.

Sidak dipimpin Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, didampingi Anggota Komisi III Suharto dan Darmawansyah. Rombongan diterima langsung oleh General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, beserta jajaran manajemen sebelum menggelar rapat membahas sejumlah persoalan strategis di kawasan pelabuhan.

 

Teuku Zulkarnain menjelaskan, salah satu fokus utama sidak adalah kerusakan akses jalan di dalam kawasan Pelindo yang selama ini kerap dianggap sebagai jalan milik Pemerintah Provinsi Bengkulu. Menurutnya, PT Pelindo telah menyatakan komitmennya untuk memperbaiki ruas jalan tersebut melalui proses lelang yang sedang dipersiapkan.

“Akses tersebut masuk dalam kawasan PT Pelindo. Perbaikannya akan masuk proses lelang dan kami berharap pada September sudah mulai terlihat progres fisiknya dengan sistem buka-tutup selama pengerjaan,” ujar Teuku.

Untuk mengurangi dampak kemacetan selama pekerjaan berlangsung, DPRD akan berkoordinasi dengan Danrem setempat guna memanfaatkan jalur alternatif. Mengingat jembatan pada jalur tersebut juga mengalami kerusakan, DPRD berencana melibatkan pasukan Zeni TNI untuk membangun jembatan darurat agar mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Selain persoalan jalan, DPRD juga menyoroti pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai. Saat ini kedalaman alur baru mencapai 6,5 meter Low Water Spring (LWS), sementara Pelindo menargetkan pengerukan hingga 12 meter LWS sesuai standar pelayaran internasional.

Menurut Teuku, jika target tersebut tercapai, kapal-kapal berkapasitas besar dapat bersandar langsung di Pelabuhan Pulau Baai. Hal itu akan memperkuat posisi pelabuhan sebagai pusat distribusi berbagai komoditas unggulan Bengkulu, mulai dari batu bara, kopi, karet, kelapa hingga crude palm oil (CPO).

Ia juga mengungkapkan bahwa pengiriman CPO dari Agro Mukomuko yang sebelumnya melalui Pelabuhan Teluk Bayur kini telah dialihkan ke Pelabuhan Pulau Baai. Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi peningkatan aktivitas dan pendapatan pelabuhan di Bengkulu.

“Kalau revitalisasi dengan nilai sekitar Rp1 triliun ini terealisasi, Pelabuhan Pulau Baai berpotensi menjadi salah satu pelabuhan terbaik di Indonesia, mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu hingga di atas 7 persen dan membuka ribuan lapangan kerja,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Teuku juga menyoroti lambannya realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang masih terkendala revisi Peraturan Daerah tentang Tata Ruang di Kota Bengkulu. Menurutnya, revisi regulasi tersebut harus segera diselesaikan agar investor besar dapat masuk dan memanfaatkan sistem Online Single Submission (OSS) tanpa hambatan.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto, meminta PT Pelindo membuktikan seluruh komitmen yang telah disampaikan kepada masyarakat.

“Kami mendukung penuh rencana Pelindo, tetapi jangan sampai hanya menjadi janji. Masyarakat menunggu realisasi yang nyata,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, memastikan pihaknya terus mengawal proses lelang perbaikan jalan serta pengerukan alur pelayaran.

“Kami optimistis target kedalaman alur 12 meter LWS dapat terealisasi pada tahun depan. Perbaikan jalan kawasan juga akan kami kawal agar prosesnya berjalan sesuai rencana,” pungkas Dimas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *