charger.my.id
Siswa HighScope Indonesia Bengkulu Borong Juara Lomba English Little Newscaster UNIB

Charger | Bengkulu — Prestasi membanggakan kembali diraih siswa-siswi HighScope Indonesia Bengkulu dalam ajang Lomba English Little Newscaster EDCASPARK yang diselenggarakan oleh Universitas Bengkulu. Dalam kompetisi tersebut, para siswa berhasil meraih sejumlah gelar juara sekaligus menunjukkan kualitas unggul di bidang bahasa Inggris dan public speaking, Jumat (1/5/2026).

Tiga siswa yang berhasil mengukir prestasi tersebut adalah Alexander Franklin Jaya sebagai Juara 1, Cindy Khairiah Kurniawan sebagai Juara 2, serta Gianna Lentera Aloina Perangin-angin yang meraih Juara Harapan 1. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, orang tua, maupun masyarakat Bengkulu.

Lomba English Little Newscaster sendiri merupakan kompetisi yang menuntut peserta memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang baik, pelafalan yang jelas, penguasaan materi, serta kepercayaan diri dalam membawakan berita layaknya presenter profesional. Ketiga siswa tersebut tampil percaya diri di hadapan dewan juri dan mampu menunjukkan performa yang menonjol dibandingkan peserta lainnya.

 

Direktur Operasional HighScope Indonesia Bengkulu, Korneles, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras siswa, dukungan orang tua, serta peran aktif guru dalam membimbing dan mengembangkan potensi peserta didik.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa-siswi kami mampu bersaing dan tampil percaya diri di tingkat kompetisi. Kami sangat bangga atas pencapaian Xander, Cindy, dan Gianna,” ujarnya.

Lebih lanjut, Korneles menambahkan bahwa keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam mencetak generasi muda yang berprestasi, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan global.

Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengasah kemampuan dan meraih pencapaian yang lebih tinggi di masa mendatang.

Gubernur Bengkulu Syukuri Pelantikan Direktur Kepatuhan, Soroti Prestasi dan Program Semarak Merah Putih

Charger | Bengkulu — Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyampaikan rasa syukur atas pelantikan Direktur Kepatuhan di PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu yang dinilainya sebagai langkah penting dalam memperkuat kinerja perbankan daerah.

“Ya, kita bersyukur. Alhamdulillah telah ditemukan direktur terbaik. Karena waktunya cukup lama mencarinya,” ujar Helmi Hasan usai pelantikan yang digelar di Aula H. Mochtar Azehari Graha Bank Bengkulu Lantai 7, Kamis (30/4/2026).

Menurut Helmi, posisi Direktur Kepatuhan memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga operasional bank tetap berjalan sesuai aturan. Ia menegaskan bahwa fungsi utama jabatan tersebut adalah memastikan seluruh aktivitas bank berada pada jalur yang benar.

“Direktur Kepatuhan ini sangat penting. Fungsinya mengawal dan memastikan agar Bank Bengkulu berjalan on the track. Kalau sudah sesuai aturan, efektif dan efisien, maka bank akan tampil jauh lebih bermanfaat dan lebih baik,” jelasnya.

Selain itu, Helmi juga mengungkapkan capaian membanggakan Provinsi Bengkulu di tingkat regional Sumatera. Ia menyebut Bengkulu berhasil meraih peringkat pertama dalam pengendalian inflasi.

“Kita diberikan hadiah oleh Mendagri. Kita menang se-Sumatera dalam pengendalian inflasi. Bengkulu diadu dengan Sumbar, Sumut, Sumsel, dan lainnya, dan kita nomor satu,” katanya.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu memperoleh penghargaan berupa dana sebesar Rp3 miliar. Tidak hanya itu, Bengkulu juga mencatatkan prestasi dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan, yang kembali diganjar hadiah Rp3 miliar.

“Total ada enam miliar rupiah yang kita terima. Ini akan kita manfaatkan untuk kegiatan masyarakat,” tambahnya.

Dana tersebut, lanjut Helmi, akan digunakan untuk menggelar program “Semarak Merah Putih” di 12 titik di seluruh wilayah Bengkulu. Setiap titik akan berlangsung selama 10 hari dengan berbagai kegiatan hiburan dan pemberdayaan ekonomi.

“Nanti ada artis nasional, mungkin ulama nasional, juga hiburan yang disukai masyarakat. Tujuannya agar banyak orang datang dan UMKM bisa berkembang karena dagangannya laku,” jelas Helmi.

Kegiatan ini akan digelar di seluruh kabupaten/kota, termasuk di Lebong, Mukomuko, Kaur, Bengkulu Selatan, hingga tingkat provinsi, serta satu titik tambahan di Universitas Bengkulu.

“Konsepnya seperti PRJ (Pekan Raya Jakarta), ada permainan anak-anak dan berbagai hiburan. Harapannya bisa mendorong ekonomi rakyat,” tutupnya.

Menko Pangan Zulkifli Hasan Tekankan Kesejahteraan Petani dan Nelayan di Rembuk Tani Bengkulu

Charger | Bengkulu – Zulkifli Hasan menghadiri kegiatan Rembuk Tani dengan tema “Wujudkan Swasembada Pangan Nasional Berkelanjutan” yang digelar di kawasan persawahan Jl. Danau, Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Jumat (1/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Perdagangan RI, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, Wakil Gubernur Mian, unsur TNI-Polri, serta perwakilan Pupuk Indonesia dan DPRD Provinsi.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi petani, khususnya terkait harga gabah. Ia menyampaikan bahwa harga gabah kini ditetapkan sebesar Rp6.500 dan tidak boleh lagi dimainkan oleh tengkulak.

“Tidak boleh ada tengkulak yang menyalahgunakan situasi. Kalau ada, bisa diperiksa oleh aparat. Petani harus menerima harga yang layak,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya keberpihakan terhadap petani dalam negeri. Menurutnya, kebijakan impor beras yang berlebihan hanya akan menguntungkan petani luar negeri.

“Bapak Presiden menegaskan kita harus cinta petani Indonesia, bukan petani asing. Kalau kita terus impor, yang untung petani luar negeri,” ujarnya.

Zulkifli Hasan menyebut, keberhasilan Indonesia tidak melakukan impor beras pada tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian dalam negeri mampu berdikari. Hal ini didukung oleh ketersediaan pupuk yang baik, kerja keras petani, serta dukungan pemerintah daerah dan aparat.

“Alhamdulillah, tahun lalu kita tidak impor beras lagi, karena kita sudah surplus 4,2 juta ton. Artinya yang untung adalah petani kita sendiri,” katanya.

Selain sektor pertanian, pemerintah kini mulai fokus pada peningkatan kesejahteraan nelayan. Ia menjelaskan bahwa selama ini nelayan memiliki posisi tawar yang lemah karena bergantung pada tengkulak.

Sebagai solusi, pemerintah akan membangun 2.000 kampung nelayan yang dilengkapi fasilitas seperti pabrik es, cold storage, dan tempat lelang ikan. Dengan fasilitas tersebut, nelayan tidak perlu menjual hasil tangkapan dengan harga murah.

“Nanti kalau tidak laku, ikan bisa disimpan. Bahkan koperasi desa akan membeli dengan harga acuan yang menguntungkan,” jelasnya.

Hasil tangkapan nelayan tersebut nantinya juga akan disalurkan ke program SPPG dan dapur MBG, sehingga mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan koperasi desa.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah ingin menciptakan pemerataan ekonomi, di mana masyarakat kecil dapat meningkat taraf hidupnya.

“Ke depan, yang miskin harus kita angkat jadi makmur. Petani dan nelayan harus semakin sejahtera, bukan malah semakin susah,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya penyerapan gabah oleh Bulog serta ketersediaan pupuk sebelum masa tanam.

“Gabah petani harus terserap semua. Kalau Bulog tidak mampu, akan kita evaluasi. Pupuk juga harus tersedia sebelum tanam, bukan setelah panen,” tegasnya.

Ia berharap seluruh program pemerintah dapat berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan nelayan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Intinya, rakyat harus sehat, ekonominya kuat, dan kehidupan petani kita setiap tahun harus semakin baik,” pungkasnya.

Rizki Dini Hasanah (RDH) & Rekan Bongkar Dugaan Skandal Kredit Fiktif PNM Mekar Bengkulu

Charger | Bengkulu — Dugaan praktik kredit fiktif di tubuh PNM Mekar mencuat ke permukaan. Sejumlah nasabah mulai mencurigai adanya peran “oknum internal” yang diduga menjadi kunci lolosnya pencatutan data hingga pencairan pinjaman bermasalah. Indikasinya serius: sistem verifikasi diduga ditembus dan data nasabah dipermainkan.

Reza Afriza (29) menjadi salah satu korban. Namanya tiba-tiba tercatat di OJK dengan sisa pinjaman sebesar Rp8 juta, padahal kreditnya di PNM Mekar Cabang Bangkahulu Bentiring telah lunas sejak 2022. Ironisnya, saat mengajukan pinjaman kembali, ia justru ditolak dengan alasan masih memiliki tunggakan.

Reza tak tinggal diam. Ia mendatangi pihak PNM Mekar dengan membawa bukti pelunasan. Namun, berbulan-bulan berlalu, persoalan tak kunjung diselesaikan. Tidak ada kejelasan, apalagi bentuk tanggung jawab. Sikap PNM Mekar pun dinilai abai.

Merasa dirugikan secara materiel dan immateriel, Reza akhirnya menggandeng kuasa hukum dan melayangkan somasi terakhir. Kuasa hukum korban, Advokat Rizki Dini Hasanah, S.H., menegaskan pihaknya memberi peringatan keras kepada PNM Mekar.

“Kami menuntut tiga poin untuk dipenuhi. Jika diabaikan, kami akan melanjutkan ke proses hukum,” tegasnya.

Dini menyoroti sejumlah kejanggalan sejak awal penanganan kasus. Ia menilai staf PNM Mekar tidak kooperatif, cenderung berbelit, dan terkesan menutup-nutupi fakta.

Menurutnya, dugaan pencatutan data bukan persoalan sepele.

“Ini pelanggaran serius. Pencatutan identitas diatur dalam UU Perlindungan Data Pribadi, dengan ancaman pidana hingga lima tahun penjara dan denda Rp5 miliar,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menduga kuat praktik kredit fiktif tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan pihak internal. “Jika debitur tidak layak tetapi pinjaman tetap cair, berarti ada manipulasi. Bahkan bisa saja debiturnya fiktif. Ini bukan sekadar kelalaian, ini pidana,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media telah mencoba mengonfirmasi ke kantor PNM Mekar Bangkahulu Bentiring, namun belum memperoleh keterangan resmi. Kepala unit, Dea, bersama stafnya memilih bungkam. Saat dimintai klarifikasi, keduanya tampak menghindar dan tidak memberikan jawaban yang jelas.

Pernyataan yang disampaikan pun terkesan tidak konsisten. Awalnya disebut data nasabah telah hilang, namun kemudian diakui bahwa kasus tersebut telah dilaporkan ke atasan di Lampung.

Inkonsistensi ini semakin memperkuat dugaan adanya hal yang ditutupi.
Berdasarkan data yang dihimpun, secara struktural tanggung jawab kepala cabang tidak dapat dilepaskan. Ia memiliki otoritas dalam proses verifikasi administrasi dan persetujuan pencairan dana. Jika data bermasalah dapat lolos, maka pengawasan internal patut dipertanyakan.

Selain itu, kepala cabang juga berkewajiban memastikan tidak terjadi penyalahgunaan data oleh petugas lapangan. Fakta di lapangan justru menunjukkan adanya celah besar dalam sistem kontrol internal.

Kasus ini membuka potensi skandal yang lebih luas. Jika satu korban telah muncul ke permukaan, bukan tidak mungkin terdapat korban lain yang belum terungkap. Sorotan kini tertuju pada manajemen PNM Mekar: apakah ini murni kelalaian, atau praktik sistemik yang dibiarkan?