charger.my.id
Ayah Tiri Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Anak di Bengkulu, Korban Alami Trauma Berat

Charger | Bengkulu — Aparat kepolisian menetapkan seorang pria berinisial Y sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana persetubuhan dan/atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur. Penetapan tersebut dilakukan setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan, dan tersangka saat ini telah diamankan untuk kepentingan hukum.

Kuasa hukum korban, Rizki Dini Hasanah, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi langkah cepat Unit PPA Polresta Bengkulu dalam menangani perkara ini. Ia menegaskan bahwa kasus ini merupakan bentuk kejahatan serius terhadap anak yang harus diproses hingga tuntas di pengadilan.

Korban diketahui masih berusia anak dan merupakan anak tiri dari tersangka. Hingga saat ini, kondisi korban masih mengalami trauma psikologis yang cukup berat. Korban menunjukkan perubahan perilaku signifikan, seperti menarik diri dari lingkungan, enggan bersekolah, sulit berkomunikasi bahkan dengan keluarga, serta mengalami gangguan pola makan.

“Korban masih dalam kondisi trauma. Saat ini pendampingan terus dilakukan, termasuk dari dinas sosial, agar proses pemulihan berjalan maksimal,” ujar kuasa hukum korban, Selasa (5/5/26).

Peristiwa ini terungkap bermula ketika ibu korban menjalani perawatan di rumah sakit, sehingga korban berada di rumah bersama tersangka. Dalam kondisi tersebut, diduga terjadi perbuatan yang melanggar hukum.

Awalnya korban belum berani mengungkapkan kejadian yang dialaminya, namun secara bertahap mulai memberikan keterangan kepada ibunya.

Sepulang dari rumah sakit, ibu korban mulai mencurigai adanya perubahan perilaku pada anak dan suaminya. Sekitar satu minggu kemudian, korban akhirnya mengungkapkan bahwa dirinya telah mengalami perbuatan cabul yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya.

Berdasarkan keterangan keluarga, dugaan tindakan tersebut telah berlangsung berulang kali sejak Juni 2025 hingga Maret 2026. Selain itu, korban juga diduga mengalami ancaman agar tidak melaporkan kejadian tersebut.

Ibu korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polresta Bengkulu pada 17 Maret 2026. Pihak keluarga berharap agar proses hukum dapat berjalan secara transparan dan memberikan keadilan bagi korban.

Kasus ini ditangani berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Kedua regulasi tersebut memberikan perlindungan khusus terhadap anak serta mengatur sanksi tegas bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

Pihak kuasa hukum menegaskan komitmennya untuk mengawal proses hukum hingga tuntas, sekaligus memastikan hak-hak korban tetap terpenuhi, termasuk dalam hal pemulihan psikologis dan kelanjutan pendidikan.

Destita Khairilisani Desak Percepatan Infrastruktur Digital Bengkulu

Charger | Bengkulu – Kesenjangan akses komunikasi di sejumlah wilayah Bengkulu masih menjadi persoalan serius. Anggota DPD RI/MPR RI dapil Bengkulu, Destita Khairilisani, menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur digital harus segera dilakukan untuk menjamin pemerataan informasi dan pelayanan publik.

Penegasan tersebut disampaikan Destita saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Bengkulu, Rabu (6/5/2026), guna menyerap langsung berbagai kebutuhan strategis daerah.

Kehadiran Destita disambut Kepala Diskominfotik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, bersama jajaran pejabat, staf, serta Komisioner KPID Bengkulu.

Dalam pemaparannya, Nelly menegaskan bahwa persoalan infrastruktur komunikasi masih menjadi tantangan utama. Ia menyebut pembangunan BTS di empat wilayah blank spot serta penguatan jaringan di 36 desa kategori slow spot sebagai kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.

“Penguatan akses sinyal menjadi fondasi penting bagi pemerataan informasi, pelayanan publik, dan pembangunan berbasis digital di Bengkulu,” tegas Nelly.

Selain itu, Diskominfotik juga menghadapi keterbatasan kapasitas server. Nelly menyampaikan perlunya dukungan peningkatan storage data nasional sementara guna menunjang kebutuhan data pemerintahan yang terus meningkat.

“Kami berharap dukungan pusat melalui Ibu Senator untuk pembangunan BTS, penguatan sinyal desa, serta pengembangan sarana data dan server pemerintahan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Diskominfotik turut mendorong penguatan Program Satu Data Bengkulu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pembangunan sarana-prasarana digital, serta percepatan menuju smart province dan smart city/regency di seluruh wilayah Bengkulu.

Sebagai langkah konkret, pada 2026 Diskominfotik menetapkan empat program prioritas, yakni transformasi komunikasi dan konektivitas melalui produksi 1.800 konten publikasi, pengembangan SDM dan digitalisasi desa, penguatan jaringan internet desa melalui relokasi satelit, serta pengembangan 30 portal desa “Petik Buahati”.

Menanggapi hal tersebut, Destita menegaskan bahwa seluruh kebutuhan tersebut menjadi perhatian serius di tingkat pusat dan harus segera diperjuangkan.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Saya siap memperjuangkan seluruh kebutuhan Bengkulu agar transformasi digital dan pemerataan komunikasi bisa dipercepat,” tegas Destita.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar yang akan menentukan kualitas pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan pembangunan.

“Tanpa akses komunikasi yang merata, pembangunan tidak akan berjalan optimal,” tambahnya.

Destita optimistis, melalui sinergi antara pemerintah daerah, DPD RI, dan seluruh pemangku kepentingan, percepatan pembangunan komunikasi dan digitalisasi Bengkulu dapat segera terwujud secara bertahap.

Destita Khairilisani Tekankan Peran Diskominfotik Bengkulu sebagai Garda Terdepan Informasi Publik

Charger |Bengkulu – Anggota DPD RI/MPR RI dapil Bengkulu, Destita Khairilisani, memberikan arahan strategis kepada jajaran Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Bengkulu saat menghadiri apel bersama di lapangan Diskominfotik, Rabu (6/5/2026).

Kedatangan Senator Destita disambut langsung Kepala Diskominfotik Provinsi Bengkulu, Nelly Alesa, bersama jajaran pejabat, staf, serta Komisioner KPID Bengkulu. Dalam sambutannya, Nelly menyampaikan apresiasi atas kehadiran Destita yang dinilai memberikan motivasi besar bagi seluruh pegawai.

Nelly berharap Destita terus memberikan masukan, arahan, serta dukungan bagi Diskominfotik dalam memperkuat kinerja pelayanan informasi publik. Ia juga menyampaikan sejumlah aspirasi daerah, terutama perlunya dukungan pusat melalui peran DPD RI untuk menjembatani pemerintah daerah dalam mengakses berbagai program nasional.

“Kami berharap Senator Destita terus membersamai Bengkulu, memberi arahan, dan membantu menjembatani daerah agar lebih mudah mengakses program-program pusat,” ujar Nelly.

Dalam arahannya, Destita menekankan pentingnya membangun jiwa kepemimpinan di setiap pegawai, serta mendorong sikap proaktif, cepat, dan tanggap terhadap peluang.

Menurutnya, silaturahmi dan komunikasi langsung dengan berbagai pihak menjadi strategi penting agar aspirasi daerah dapat segera diteruskan ke tingkat nasional. Ia menilai pertemuan bersama Diskominfotik menjadi contoh konkret bagaimana kecepatan komunikasi dapat mempercepat tindak lanjut program.

“Kesempatan yang baik harus diambil secepat mungkin karena belum tentu datang dua kali. Jika aspirasi cepat sampai ke pusat, maka tindak lanjutnya juga bisa segera berjalan,” tegas Destita.

Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi publik yang berbasis fakta, data, dan sumber yang jelas. Menurutnya, Diskominfotik harus menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks, menyampaikan informasi yang benar, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Destita mengingatkan bahwa setiap informasi yang disampaikan harus dapat dipertanggungjawabkan, tidak ditambah atau dikurangi, serta siap diklarifikasi kapan pun diperlukan.

“Informasi harus berdasarkan fakta. Jika berupa opini, sumbernya harus jelas, sehingga tidak menimbulkan hoaks atau kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain penguatan internal, Destita juga mendorong seluruh pegawai Diskominfotik untuk menjadi corong aktif pemerintah dengan menyebarluaskan informasi resmi melalui media sosial pribadi maupun jejaring komunikasi lainnya.

Menurutnya, ASN memiliki peran strategis dalam memperluas distribusi informasi yang valid hingga ke lingkungan masyarakat paling dekat.

Ia juga menilai konten informasi pemerintah tidak harus selalu berfokus pada kegiatan formal, tetapi perlu menghadirkan materi edukatif seperti literasi digital, anti-hoaks, layanan publik, hingga promosi program pembangunan daerah.

Dalam sektor eksternal, Destita menyatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi Bengkulu di tingkat pusat, termasuk kebutuhan pembangunan BTS dan penguatan infrastruktur telekomunikasi di wilayah yang masih terbatas jaringan komunikasi.

“Tanpa masukan langsung dari daerah, kami di pusat tidak akan mengetahui kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, pertemuan seperti ini sangat penting,” kata Destita.

Ia juga membuka peluang kolaborasi antara Diskominfotik Provinsi Bengkulu dengan kanal media sosial pribadinya untuk memperkuat publikasi program pemerintah daerah agar lebih dikenal luas oleh masyarakat.

Menutup arahannya, Destita mengajak seluruh jajaran Diskominfotik untuk terus bekerja dengan niat pengabdian, menjadikan pelayanan informasi sebagai bentuk kontribusi nyata bagi kemajuan Bengkulu.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat, Destita optimistis Provinsi Bengkulu dapat semakin maju melalui keterbukaan informasi, penguatan komunikasi, serta percepatan akses terhadap program-program nasional.

Yosia Yodan Dorong Regenerasi Pengusaha Muda Lewat HIPMI Goes To Campus di UMB

Charger | Bengkulu – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak regenerasi pengusaha di Bumi Rafflesia. Melalui program unggulan “HIPMI Goes To Campus”, kali ini BPD HIPMI bersinergi dengan Universitas Muhammadiyah Bengkulu menggelar Seminar Nasional Praktik Terpadu Kewirausahaan (PTK) 2026.

Kegiatan bertajuk “Wirausaha Sukses: Mitos atau Fakta?” tersebut berlangsung di Aula Hasan Din, Kampus IV UMB, Selasa pagi (5/5/2026), dan diikuti ratusan mahasiswa.

Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, yang hadir secara virtual, menegaskan bahwa kesuksesan dalam bisnis bukanlah sekadar mitos, melainkan hasil dari proses yang terukur.

“Modal uang bukanlah faktor utama. Yang terpenting adalah riset mendalam, validasi pasar, serta pemahaman terhadap rantai pasok dan permintaan. Mahasiswa harus jeli melihat peluang investasi dan potensi daerah di era kolaborasi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, yang hadir langsung sebagai pemateri utama, menekankan pentingnya pembangunan karakter bagi generasi muda.

“Mahasiswa wajib memiliki tiga pilar, yaitu sikap (attitude), pengetahuan, dan keterampilan. Asah soft skill seperti personal branding dan kemampuan komunikasi. Karakter yang kuat akan membuat Anda mampu bersaing di tingkat global,” kata Yosia.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMB, Furqonti Ranidiah, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan bagian dari kurikulum Praktik Terpadu Kewirausahaan. Ia juga mengapresiasi kolaborasi erat antara UMB dan HIPMI.

“Kerja sama kami sudah berjalan nyata, salah satunya melalui program magang mahasiswa di perusahaan-perusahaan anggota HIPMI. Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki mentalitas tangguh sebelum terjun ke dunia kerja,” ungkapnya.

Seminar ini dipandu oleh Meilaty Finthariasari sebagai moderator, serta menghadirkan narasumber Marini.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus BPD HIPMI Bengkulu, Ketua Umum BPC HIPMI se-Provinsi Bengkulu, serta mendapat dukungan dari pelaku usaha lokal seperti Le Petit Artisan Bakery dan Yodan Land Group.

Melalui sinergi ini, HIPMI dan UMB berharap dapat melahirkan generasi “intelektual wirausaha” yang siap berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja baru di Provinsi Bengkulu.“`