charger.my.id
Mutasi Besar di Polda Bengkulu, Kabid Humas Polda Bengkulu Berganti

Charger | Bengkulu – Kepolisian Republik Indonesia kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan perwira menengah dan perwira tinggi, termasuk di lingkungan Polda Bengkulu. Sejumlah pejabat utama (PJU) hingga Kapolres di wilayah Bengkulu resmi berganti jabatan dalam mutasi terbaru tersebut. Mutasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier personel di tubuh Polri.

Mutasi Pejabat Utama Polda Bengkulu

Dalam daftar mutasi PJU Polda Bengkulu, sejumlah posisi strategis mengalami pergantian. Kombes Pol Deddy Nata yang sebelumnya menjabat sebagai Dirlantas Polda Bengkulu diangkat sebagai Penata Kebijakan Kapolri Madya TK II Sahli Kapolri. Posisi Dirlantas Polda Bengkulu kini dijabat oleh Kombes Pol Sudarno, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolresta Bengkulu.
Sementara itu, jabatan Kapolresta Bengkulu kini diemban oleh Kombes Pol Puji Prayitno, yang sebelumnya menjabat sebagai Penata Kebijakan Kapolri Madya TK III Polda Bengkulu. Sedangkan Wakapolresta Bengkulu, AKBP Arif Eko Prastyo, diangkat sebagai Penata Kebijakan Kapolri Madya TK III Polda Bengkulu.

Di jajaran humas, Kombes Pol Andy Pramudya Wardhana yang sebelumnya menjabat Kabid Humas Polda Bengkulu dipercaya mengemban tugas baru sebagai Karo SDM Polda Kepulauan Riau. Jabatan Kabid Humas Polda Bengkulu selanjutnya diisi oleh AKBP Ichsan Nur, yang sebelumnya menjabat Wadir Binmas Polda Bengkulu.
Selain itu, Kombes Pol Pambudi, Kabidkum Polda Bengkulu, diangkat sebagai Kabagdokinfokum Rosundokinfokum Divkum Polri. Kombes Pol Roh Hadi, yang sebelumnya menjabat Dirresnarkoba Polda Bengkulu, diangkat sebagai Pengawas Pendidikan Kepolisian Madya TK II Bareskrim Polri.

Posisi Dirresnarkoba Polda Bengkulu kini dijabat Kombes Pol Jojo Sutarjo, yang sebelumnya bertugas sebagai Dirreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung. Sementara itu, Kombes Pol Anuardi dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Dirpamobvit Polda Jawa Tengah, dan posisinya di Polda Bengkulu digantikan oleh Kombes Pol Agung Kurniawan, yang sebelumnya menjabat Auditor Kepolisian Madya TK III Itwasda Polda Bengkulu.

Mutasi Kapolres di Wilayah Bengkulu

Mutasi juga menyasar sejumlah jabatan Kapolres. AKBP Eko Munarianto, yang sebelumnya menjabat Kapolres Bengkulu Utara, diangkat sebagai Wakapolresta Cirebon, Polda Jawa Barat. Jabatan Kapolres Bengkulu Utara kini diisi oleh AKBP Bakti Kautsar Ali, yang sebelumnya menjabat Kasubdit Regident Ditlantas Polda Bengkulu.

Untuk wilayah Kaur, jabatan Kapolres kini diemban AKBP Alam Bawono, yang sebelumnya menjabat Kabagbinopsnal Ditpamobvit Polda Kalimantan Selatan. Sementara itu, AKBP Yuriko Fernanda, yang sebelumnya menjabat Kapolres Kaur, kini dipercaya sebagai Kapolres Kepahiang.

Adapun Kapolres Kepahiang sebelumnya, AKBP Mohammad Paisal Pratama, diangkat sebagai Kapolres Rembang, Polda Jawa Tengah.

Rotasi dan mutasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja serta pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polda Bengkulu.

Anak Sekolah Jadi Korban Jalan Rusak, Pelindo Baru Janji Bangun 2026

Charger | Bengkulu – Warga Kelurahan Teluk Sepang menyatakan siap menagih janji PT Pelindo Regional II Bengkulu terkait pembangunan jalan pelabuhan menuju stockpile Teluk Sepang yang dijanjikan akan direalisasikan pada tahun 2026. Janji tersebut disampaikan saat Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, melakukan inspeksi mendadak (sidak) belum lama ini.

Ketua RT 04 RW 02 Kelurahan Teluk Sepang, Riswan Gunadi, mengatakan kondisi jalan tersebut telah rusak sejak 2012 dan hingga kini belum juga dibangun.

“Sejak 2012 jalan ini rusak. Kami sudah terlalu lama melewati lubang-lubang besar. Tidak sedikit warga yang mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak parah,” kata Riswan.

Ia menambahkan, kondisi jalan sangat membahayakan, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus melewati jalan tersebut karena tidak ada jalur alternatif lain. Hingga kini, jalan evakuasi yang menjadi akses utama warga Teluk Sepang juga belum terealisasi.

“Di Teluk Sepang ini baru ada SD. Anak-anak yang bersekolah di luar harus melewati jalan ini setiap hari. Ini yang seharusnya menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Riswan juga mengungkapkan, saat hujan turun, warga kerap terisolasi karena jalan terendam banjir dan berubah menjadi lumpur sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

“Kalau hujan, warga tidak bisa keluar karena jalan terendam dan berlumpur. Alhamdulillah, setelah swadaya masyarakat bersama sopir truk batu bara dengan menimbun koral, sekarang jalan bisa dilewati,” ungkapnya.

Ia menegaskan, jika Pelindo benar-benar berkomitmen membangun jalan menuju Teluk Sepang pada 2026, maka masyarakat siap menagih janji tersebut.

“Kami sangat berharap ada ‘mukjizat’ jalan ini dibangun tahun 2026. Kalau memang sudah dijanjikan, tentu akan kami tagih,” tegas Riswan.

Selain pembangunan jalan menuju pelabuhan, warga Teluk Sepang juga berharap pembangunan jalan utama serta jalan evakuasi segera direalisasikan.

“Untuk jalan evakuasi, kami mendapat informasi dari Pak Lurah bahwa rencananya akan dibangun pada 2026,” pungkasnya.