charger.my.id
Fatmawati Serap Aspirasi Warga Terkait Sampah, Penerangan, dan BPJS dalam Reses DPRD Kota Bengkulu

Charger | Bengkulu – Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Gerindra, Fatmawati, S.Ag., melaksanakan Reses Masa Sidang ke III Tahun 2025 di Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Selebar dan Kampung Melayu. Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap serta menyalurkan aspirasi masyarakat secara langsung.

Dalam reses tersebut, isu utama yang disampaikan warga adalah permasalahan sampah, penerangan lingkungan, dan layanan BPJS Kesehatan. Meski hanya beberapa warga yang menyampaikan aspirasi secara langsung dalam forum, Fatmawati menegaskan bahwa keluhan tersebut merupakan aspirasi banyak warga yang sebelumnya juga telah disampaikan melalui pesan pribadi.

“Walaupun yang bicara tadi hanya tiga orang, sebenarnya aspirasi itu sudah banyak disampaikan ke saya lewat WhatsApp. Intinya warga meminta tolong agar persoalan sampah di lingkungan mereka bisa segera diselesaikan,” ujar Fatmawati, Minggu (7/12/2025).

Untuk menindaklanjuti persoalan sampah, Fatmawati menghadirkan Plt. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu agar dapat langsung menjawab pertanyaan masyarakat. Kegiatan reses tersebut juga dihadiri oleh Lurah Pagar Dewa serta perwakilan masyarakat dari Kampung Melayu dan Selebar.

Selain masalah sampah, warga juga mengeluhkan kurangnya penerangan di beberapa lingkungan pemukiman. Menanggapi hal tersebut, Fatmawati mengatakan telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan agar pemasangan lampu penerangan dapat diprioritaskan bagi wilayah yang benar-benar membutuhkan.

“Untuk penerangan, kami akan membantu warga yang memang sama sekali belum memiliki lampu di lingkungannya. Minimal akan dipasang satu titik supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelasnya.

Namun demikian, Fatmawati menegaskan bahwa setiap pengajuan tetap akan disesuaikan dengan ketersediaan program dan anggaran pemerintah daerah.

“Data pengajuan sudah ada, tetapi saya tidak akan langsung menyetujui semuanya. Saya akan tanyakan dulu ke Dinas Perhubungan, apakah tahun ini masih ada kuota atau anggaran untuk lampu penerangan lingkungan,” tambahnya.

Dalam reses tersebut, warga juga mempertanyakan pelayanan BPJS Kesehatan, terutama terkait biaya yang masih harus dikeluarkan meskipun BPJS disebut gratis. Fatmawati mengakui bahwa persoalan tersebut masih sering dikeluhkan masyarakat.

“Banyak warga menyampaikan keluhan, katanya walaupun BPJS itu gratis, tetapi di lapangan mereka masih harus membayar. Ini yang akan saya tanyakan langsung ke pihak BPJS agar ke depan ada kejelasan bagi masyarakat,” tegas Fatmawati.

Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan ditindaklanjuti dan dikomunikasikan dengan instansi terkait sebagai bentuk tanggung jawab wakil rakyat.

“Reses ini memang ruang untuk masyarakat menyampaikan persoalan nyata yang mereka hadapi. Apa yang menjadi keluhan warga akan saya perjuangkan dan koordinasikan dengan dinas terkait,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *