Kades Talang Empat Diduga Jual 12 Ekor Sapi Bantuan Program Ketahanan Pangan
Charger | Bengkulu Tengah — Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Menggugat meminta Inspektorat Kabupaten Bengkulu Tengah untuk segera mengaudit pengelolaan program ketahanan pangan Desa Talang Empat tahun anggaran 2023–2024. Permintaan ini muncul setelah mencuatnya dugaan bahwa Kepala Desa Talang Empat, Samsir, menjual 12 ekor sapi bantuan program tersebut tanpa sepengetahuan perangkat desa maupun masyarakat.
Menurut Koordinator Koalisi LSM Menggugat, Peri Pernandes, dugaan penjualan sapi ini dilakukan tanpa melalui musyawarah dengan perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), maupun warga. Ia menyebut program ketahanan pangan yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat kini justru menimbulkan tanda tanya besar.
“Kami meminta Inspektorat Bengkulu Tengah segera turun dan mengaudit dana desa Talang Empat. Koalisi LSM Menggugat akan mengumpulkan bukti-bukti dugaan penyelewengan dana desa dan program-program yang diduga dimainkan oleh kepala desa, lalu melaporkannya ke pihak berwajib,” tegas Peri Pernandes.
Dugaan ini bermula dari penyerahan 12 ekor sapi program ketahanan pangan dari seksi Kesejahteraan Sosial (Kesos) kepada BUMDes yang diketuai oleh Samsir. Warga menduga sapi-sapi tersebut kemudian dijual secara diam-diam, bahkan pada malam hari.
Seorang warga Desa Talang Empat yang enggan disebutkan namanya membenarkan dugaan tersebut.
“Sapi-sapi itu dijual saat tengah malam oleh pihak BUMDes yang dikomandoi langsung oleh Pak Kades,” ujarnya.
Minimnya transparansi terkait pengelolaan sapi bantuan ini membuat warga semakin mempertanyakan ke mana hasil penjualan sapi tersebut dialokasikan. Mereka mendesak pemerintah desa memberikan penjelasan resmi dan berharap aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan yang ada.
“Kami sangat menyayangkan jika penjualan sapi-sapi ini benar terjadi tanpa sepengetahuan kami. Seharusnya ada musyawarah terlebih dahulu agar transparan dan kami tahu ke mana uang hasil penjualan itu digunakan,” kata warga lainnya.
Warga kini menunggu langkah tegas dari Inspektorat dan pihak berwenang untuk mengklarifikasi dugaan penyelewengan tersebut dan memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa Talang Empat.