charger.my.id
Pengawasan OJK Dipertanyakan: Rentetan Skandal Bank di Bengkulu Jadi Alarm Keras

Charger | Bengkulu — Serangkaian kasus fraud perbankan yang mencuat di Bengkulu sejak 2020 kembali menimbulkan kritik keras terhadap efektivitas pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua LHKP Muhammadiyah Bengkulu, Herwan Saleh, menilai pola skandal yang terus berulang menunjukkan fungsi pengawasan yang lemah dan tidak berjalan optimal.

Herwan menyebut perkara di Bank Raya (eks BRI Agro), Bank Bengkulu, hingga BSI sebagai sinyal kuat bahwa sistem pengawasan lembaga otoritas tersebut perlu dievaluasi serius.

“Publik menaruh harapan pada OJK karena mereka memiliki mandat undang-undang. Tapi dengan rangkaian kasus ini, wajar masyarakat mempertanyakan: fungsi pengawasannya bekerja atau hanya slogan?” ujar Herwan, Selasa (02/12/2025).

Ia menegaskan bahwa mayoritas kasus di Bengkulu dilakukan oleh orang dalam, sehingga seharusnya dapat terdeteksi melalui audit rutin, bukan teknologi tingkat tinggi.

Herwan mencontohkan kasus rekayasa kredit di Bank Raya yang menimbulkan kerugian hingga Rp119 miliar.

“Bagaimana angka sebesar itu lolos dari audit internal maupun eksternal? Kalau bukan karena pengawasan yang lumpuh, mungkin audit hanya formalitas tanda tangan,” katanya.

Beberapa kasus di Bank Bengkulu serta penyalahgunaan jabatan di BSI memperkuat pola yang sama. Menurut Herwan, kemunculan berulang kasus di bank Himbara, BPD, dan bank syariah bukan lagi persoalan individu, tetapi cermin persoalan sistemik.

Ia juga menyoroti fakta bahwa kasus-kasus tersebut baru ramai setelah aparat penegak hukum turun tangan.

“OJK memiliki instrumen dan data yang lengkap. Tapi red flag justru baru ditangani setelah menjadi bendera merah besar di media,” ujarnya.

Herwan menekankan bahwa publik membutuhkan pengawasan yang bersifat pencegahan, bukan respons setelah kerugian terjadi.

Ia mengingatkan bahwa label “Terdaftar dan Diawasi OJK” bukan sekadar formalitas, melainkan jaminan keamanan bagi nasabah. Kepercayaan itu, katanya, dapat runtuh jika pengawasan tidak dijalankan secara efektif.

Herwan mendesak OJK Bengkulu untuk memperkuat pemantauan transaksi mencurigakan, memastikan tata kelola dipatuhi, serta mencegah perbankan lokal menjadi arena praktik kejahatan kerah putih.

“Jika strategi pengawasan tidak dibenahi, Bengkulu akan terus menjadi tempat ideal bagi pelaku fraud berkedok profesional. Dan ketika uang publik lenyap, masyarakatlah yang menanggung akibatnya,” pungkasnya.

Bank Bengkulu Kembali Membuka Pendaftaran Direksi, Dua Calon Sebelumnya Ditolak OJK

Charger | Bengkulu — Bank Bengkulu kembali membuka proses seleksi calon Direksi setelah dua nama yang sebelumnya diajukan tidak disetujui dalam uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) oleh OJK. Pengumuman resmi telah dipublikasikan melalui website Bank Bengkulu sejak Jumat lalu.

Komisaris Independen Bank Bengkulu, Drs. Riduan., S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa pendaftaran dibuka hingga hari Rabu, sedangkan batas akhir penerimaan berkas adalah hari Jumat sore.

“Pengumuman sudah kita sampaikan sejak Jumat lalu di website Bank Bengkulu. Batas pendaftaran adalah hari Rabu, dan batas penerimaan berkas terakhir pada hari Jumat sore,” jelas Riduan, Selasa (2/12/2025).

Riduan mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu berkas dari para pelamar, mengingat proses baru dibuka dan belum seluruhnya masuk.

Terkait pembukaan seleksi ulang, Riduan menegaskan hal tersebut harus dilakukan karena dua calon sebelumnya tidak lolos proses di OJK.

“Dua nama sebelumnya sudah diusulkan, namun pada proses fit and proper test hanya satu yang dilanjutkan, dan hasilnya tidak memenuhi syarat. Karena itu seleksi harus diulang,” terangnya.

Seleksi ini berada di bawah Komite Remonasi dan Nominasi (KRN), namun keputusan akhir tetap berada di tangan pemegang saham melalui RUPS Luar Biasa.

“Komite Remonasi dan Nominasi hanya memberikan rekomendasi. Keputusan tetap berada di pemegang saham,” tegasnya.

Setelah seluruh berkas masuk, para calon yang memenuhi syarat akan dihubungi untuk melakukan presentasi program kerja. Presentasi tersebut direncanakan berlangsung pada Rabu pekan depan.

“Setelah berkas diterima, para calon akan kita hubungi untuk presentasi program kerja. Kita rencanakan pelaksanaannya Rabu depan,” ujar Riduan.

Ia memastikan seluruh proses berjalan transparan dan mengikuti ketentuan regulator serta tata kelola yang baik.

Batas Akhir Penyampaian Dokumen 5 Desember 2025, Bank Bengkulu Buka Pendaftaran Calon Dirut dan Dirkep

Charger | Bengkulu — Bank Bengkulu resmi membuka pendaftaran untuk posisi Calon Direktur Utama dan Calon Direktur Kepatuhan, berdasarkan Keputusan RUPSTB 2024 dan keputusan lainnya pada 20 Maret 2025. Masyarakat yang memenuhi kriteria dapat mengajukan lamaran hingga 5 Desember 2025 pukul 17.00 WIB, sebagai batas akhir penyampaian dokumen.

Komisaris Independen Bank Bengkulu, Drs. Riduan., S.IP., M.Si., menegaskan bahwa pembukaan pendaftaran ini merupakan bagian dari upaya perseroan untuk mendapatkan figur pemimpin yang profesional, berintegritas, serta sesuai dengan tuntutan industri perbankan.

“Bank Bengkulu membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memahami perannya sebagai motor penggerak pembangunan daerah. Karena itu, proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan,” ujar Riduan Koto.

Riduan menjelaskan bahwa seleksi calon anggota Direksi dilakukan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

“Kami mengedepankan integritas dan rekam jejak. Kandidat terbaik dari dalam maupun luar Bank Bengkulu memiliki kesempatan yang sama selama memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Persyaratan Umum Calon Direksi

Riduan merinci beberapa persyaratan utama yang harus dipenuhi oleh calon pelamar, di antaranya:

  • Warga Negara Indonesia, sehat jasmani maupun rohani, serta memiliki moral dan akhlak yang baik.
  • Berpengalaman minimal 5 tahun sebagai Pejabat Eksekutif di sektor perbankan.
  • Tidak pernah terlibat tindak pidana yang merugikan keuangan negara atau berkaitan dengan sektor keuangan.
  • Tidak pernah dinyatakan pailit atau menjadi pengurus yang menyebabkan perseroan pailit dalam lima tahun terakhir.
  • Tidak tercela di bidang keuangan dan tidak memiliki kredit macet.
  • Usia 35–55 tahun pada saat pendaftaran.
  • Bagi calon Direktur Kepatuhan, wajib memahami ketentuan OJK sesuai POJK 46/POJK.03/2017.
  • Memiliki Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 7 dari lembaga tersertifikasi OJK.

Calon pelamar juga diwajibkan melampirkan dokumen pendukung, seperti SKCK, daftar riwayat hidup, surat pernyataan integritas, serta dukungan pemegang saham minimal 10 persen bagi calon Direktur.

Arah dan Harapan Bank Bengkulu

Riduan menambahkan bahwa seleksi ini merupakan momentum penting untuk memperkuat struktur kepemimpinan dan tata kelola Bank Bengkulu.

“Kami berharap figur yang terpilih nanti mampu membawa Bank Bengkulu tumbuh lebih sehat, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus tetap menjadi mitra pembangunan daerah,” tutup Riduan.

Bank Bengkulu mengimbau para profesional perbankan yang memenuhi persyaratan untuk segera mengajukan lamaran sebelum batas waktu yang ditentukan.

Ajakan Hangat Gubernur, Bengkulu Bersatu Galang Rp 3 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera

Charger | Bengkulu — Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyampaikan ajakan hangat kepada seluruh warga Bengkulu untuk bersama-sama membantu korban bencana alam di wilayah Sumatera, khususnya di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ajakan ini disampaikan Helmi dalam pernyataan resminya, sebagai bentuk kepedulian sekaligus solidaritas kemanusiaan.

Dalam pesannya, Helmi mengajak masyarakat Bengkulu untuk memperkuat kasih sayang dan kepedulian antar sesama, sebagai ikhtiar bersama menghadapi berbagai ujian bencana.

“Cintai yang di bumi, yang di langit mencintaimu. Sayangi yang di bumi, yang di langit menyayangimu,” ucapnya dengan nada lembut dan penuh ajakan.

Helmi kemudian mengajak seluruh warga agar mengulurkan tangan membantu saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah.

“Saya mengajak, yuk sama-sama kita ulurkan tangan. Kita bantu saudara kita di Sumatera yang sedang diuji,” kata Helmi.

Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan penggalangan bantuan sebesar Rp 3 miliar. Helmi menegaskan bahwa nilai tersebut akan menjadi bermakna besar bila dikumpulkan secara ikhlas oleh masyarakat Bengkulu.

“Nilai ini tidak besar, tetapi jika diberikan dengan ikhlas oleh tangan-tangan warga Bengkulu yang baik dan dermawan, insya Allah ini menjadi mitigasi langit bagi Provinsi Bengkulu,” jelasnya.

Tidak hanya sebagai bentuk solidaritas, Helmi menyampaikan bahwa kepedulian ini juga menjadi doa bersama agar Bengkulu dan seluruh Indonesia dijauhkan dari berbagai musibah.

“Kita bermunajat kepada Allah SWT agar Indonesia, agar dunia, dijadikan negeri yang diberkahi. Jauhkan dari segala macam balak musibah bencana. Tumbuhkan rasa cinta, saling doa,” ungkap Helmi.

Ia menutup penyampaiannya dengan menyerukan kebersamaan dan kebaikan dari bumi Bengkulu.

“Helmi Hasan, Gubernur Provinsi Bengkulu dari Bumi Merah Putih,” tuturnya.

Kades Talang Empat Diduga Jual 12 Ekor Sapi Bantuan Program Ketahanan Pangan

Charger | Bengkulu Tengah — Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Menggugat meminta Inspektorat Kabupaten Bengkulu Tengah untuk segera mengaudit pengelolaan program ketahanan pangan Desa Talang Empat tahun anggaran 2023–2024. Permintaan ini muncul setelah mencuatnya dugaan bahwa Kepala Desa Talang Empat, Samsir, menjual 12 ekor sapi bantuan program tersebut tanpa sepengetahuan perangkat desa maupun masyarakat.

Menurut Koordinator Koalisi LSM Menggugat, Peri Pernandes, dugaan penjualan sapi ini dilakukan tanpa melalui musyawarah dengan perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), maupun warga. Ia menyebut program ketahanan pangan yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat kini justru menimbulkan tanda tanya besar.

“Kami meminta Inspektorat Bengkulu Tengah segera turun dan mengaudit dana desa Talang Empat. Koalisi LSM Menggugat akan mengumpulkan bukti-bukti dugaan penyelewengan dana desa dan program-program yang diduga dimainkan oleh kepala desa, lalu melaporkannya ke pihak berwajib,” tegas Peri Pernandes.

Dugaan ini bermula dari penyerahan 12 ekor sapi program ketahanan pangan dari seksi Kesejahteraan Sosial (Kesos) kepada BUMDes yang diketuai oleh Samsir. Warga menduga sapi-sapi tersebut kemudian dijual secara diam-diam, bahkan pada malam hari.

Seorang warga Desa Talang Empat yang enggan disebutkan namanya membenarkan dugaan tersebut.

“Sapi-sapi itu dijual saat tengah malam oleh pihak BUMDes yang dikomandoi langsung oleh Pak Kades,” ujarnya.

Minimnya transparansi terkait pengelolaan sapi bantuan ini membuat warga semakin mempertanyakan ke mana hasil penjualan sapi tersebut dialokasikan. Mereka mendesak pemerintah desa memberikan penjelasan resmi dan berharap aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan yang ada.

“Kami sangat menyayangkan jika penjualan sapi-sapi ini benar terjadi tanpa sepengetahuan kami. Seharusnya ada musyawarah terlebih dahulu agar transparan dan kami tahu ke mana uang hasil penjualan itu digunakan,” kata warga lainnya.

Warga kini menunggu langkah tegas dari Inspektorat dan pihak berwenang untuk mengklarifikasi dugaan penyelewengan tersebut dan memastikan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa Talang Empat.

Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu Triwulan III 2025 Capai 4,56 Persen

Charger | Bengkulu – Provinsi Bengkulu mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,56 persen secara year on year (yoy) pada triwulan ketiga tahun 2025. Capaian ini menempatkan Bengkulu pada posisi keenam dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera. Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang distribusi PDRB terbesar dengan kontribusi mencapai 30,8 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Sentya Dewi, dalam acara Media Update OJK se-Sumbagsel di Hotel Holiday Inn Lampung, Sabtu (28/11/2025).

Ayu menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan ketiga berasal dari sektor penyediaan akomodasi dan makan minum. Sementara berdasarkan sumber pertumbuhan PDRB, peningkatan terbesar berasal dari perikanan, pertanian, dan kehutanan yang menunjukkan tren positif sepanjang tahun berjalan.

Dari sisi pengeluaran, Ayu memaparkan bahwa konsumsi rumah tangga mendominasi PDRB triwulan ketiga dengan kontribusi sekitar 60 persen. Konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) juga menjadi salah satu komponen yang pertumbuhannya cukup tinggi.

Selain itu, Ayu turut menyampaikan kinerja lembaga jasa keuangan di Bengkulu. Saat ini, di bawah pengawasan OJK terdapat satu BPD, delapan BPR dan BPRS, dua lembaga keuangan mikro syariah (LKMS), satu perusahaan pegadaian swasta, serta unit pensiun yang kini juga masuk dalam cakupan pengawasan.

Secara keseluruhan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Provinsi Bengkulu tercatat 5,19 persen, meski masih berada di bawah rata-rata nasional sebesar 11,04 persen. Untuk penyaluran kredit, Bengkulu mencatat pertumbuhan 5,31 persen. Meski demikian, Loan to Deposit Ratio (LDR) atau Kredit per Dana Pihak Ketiga menunjukkan angka cukup tinggi, yakni 155,77 persen. Kondisi ini menggambarkan bahwa dana masyarakat di Bengkulu banyak dihimpun namun berputar di luar daerah, khususnya Jakarta.

“Untuk Non Performing Loan (NPL) Alhamdulillah masih terjaga di angka 1,69 persen, lebih rendah dari NPL nasional yang berada di 2,42 persen,” ujar Ayu.

Kinerja BPD Bengkulu juga menunjukkan pertumbuhan positif. Aset BPD pada triwulan ketiga meningkat 15,65 persen, kredit naik 8,07 persen, DPK tumbuh 11,56 persen, dan laba meningkat 15,61 persen. Sementara itu, BPR dan BPRS turut mencatatkan perkembangan yang menggembirakan, dengan pertumbuhan aset 19,95 persen, pembiayaan 19,86 persen, dan DPK naik 17,75 persen.

Pada sektor pasar modal, Ayu menambahkan bahwa aktivitas investasi di Bengkulu terus meningkat sejak Bursa Efek Indonesia membuka kantor perwakilan pada 2016. “Untuk Single Investor Identification (SID), pertumbuhannya mencapai 7,28 persen secara yoy,” tegasnya.

Acara Media Update dan Journalist Class yang digelar OJK di Kota Lampung tersebut dihadiri perwakilan OJK dari Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Lampung sebagai tuan rumah. Dalam kegiatan tersebut, Ayu Laksmi Sentya Dewi mendapat giliran ketiga untuk memaparkan kinerja OJK Bengkulu tahun 2025, setelah pemaparan dari Kepala OJK Jambi dan Kepala OJK Sumsel.

Playodania Hadirkan Kelas Renang Untuk Ibu Hamil dan Bayi, Pertama di Bengkulu dengan Instruktur Bersertifikasi Internasional

Charger | Bengkulu – Playodania resmi membuka kelas Baby Swim dan Aqua Natal (Prenatal Water Exercise) setiap pagi, didampingi oleh instruktur bersertifikasi internasional, Fetty Puspita Sari, MC.C., HydroT (Certified Master Baby Swim & Aquanatal Pregnancy). Program ini menjadi salah satu layanan renang berbasis edukasi dan kesehatan yang kini semakin diminati di Bengkulu.

Kegiatan dimulai pukul 08.00–09.00 WIB untuk kelas Baby Swim, kemudian dilanjutkan pukul 09.00–10.00 WIB untuk kelas Aqua Natal bagi ibu hamil. Seluruh aktivitas berlangsung di Kolam Renang Playodania, yang kini telah dilengkapi fasilitas membran pelindung sehingga peserta tetap nyaman meski cuaca panas.

Fetty menjelaskan bahwa kelas Baby Swim dirancang khusus untuk bayi dan balita usia 12 hingga 36 bulan. “Hari ini saya start di Baby Swim dulu, jam 8 pagi. Baby Swim itu berenang buat bayi, dan di sini kita buka untuk umur 1 sampai 3 tahun,” jelasnya. Program ini bertujuan membantu perkembangan motorik, membangun keberanian anak dengan air, serta memperkuat ikatan orang tua dan anak melalui aktivitas di kolam.

Setelah Baby Swim, kegiatan dilanjutkan dengan Aqua Natal, yakni olahraga renang ringan yang dirancang bagi ibu hamil. “Di sini kita juga buka kelas prenatal water exercise atau aqua natal. Ini berenang buat ibu hamil dan baru pertama kali dibuka di sini. Lisensinya juga belum banyak di Bengkulu,” ujar Fetty. Menurutnya, manfaat Aqua Natal sangat besar, terutama bagi ibu yang mempersiapkan persalinan normal. “Manfaatnya lumayan banyak, apalagi bagi ibu yang pengen persalinannya normal. Sekitar 80% bisa kita bantu, sisanya kembali pada kehendak Tuhan. Yang jelas, renang ini bisa mengurangi nyeri, kram, kaki bengkak, dan rasa tidak nyaman,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa gerakan olahraga di air lebih aman dan ringan bagi ibu hamil. “Gerakan yang di darat susah dilakukan ibu hamil, seperti squat, di air bisa dilakukan lebih rileks,” katanya.

Program renang ini merupakan kolaborasi antara Naik Swim Team, Playodania, dan Tirta Rafflesia Swim Club. “Kita kerja sama dengan klub Naik Swim Team dan juga Playo Dania. Kalau mau tanya-tanya bisa lewat admin atau DM Instagram Tirta Rafflesia Swim Club,” jelas Fetty. Kelas di bawah naungan klub ini terbuka untuk seluruh rentang usia. “Kita mulai belajar dari baby sampai manula. Dari umur 1 tahun sampai 70 tahun pun masih bisa ikut. Ada kelas hidroterapi juga untuk ibu-ibu dan bapak-bapak yang punya keluhan kesehatan,” tambahnya.

Tiga Wartawan Diusir dari Grup WA OJK Bengkulu, Sikap Antikritik Lembaga Negara Kian Dipertanyakan

Charger | Bengkulu – Tindakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu kembali menjadi sorotan setelah tiga wartawan dikeluarkan secara sepihak dari grup WhatsApp resmi lembaga tersebut hanya karena mengajukan pertanyaan terkait transparansi data kegiatan donor darah. Peristiwa ini menimbulkan kritik keras dan dinilai sebagai bentuk sikap antikritik lembaga yang seharusnya menjunjung keterbukaan informasi publik.

Insiden terjadi ketika wartawan Garis Keadilan, Ahmad Nasti Nasution, menanyakan dugaan ketidaksesuaian antara klaim OJK yang menyebut kegiatan donor darah menghasilkan 245 kantong, sementara data PMI justru menunjukkan jumlah yang jauh lebih sedikit. Pertanyaan itu, yang merupakan bagian dari verifikasi data, justru dibalas dengan tindakan pengusiran dari grup tanpa penjelasan apa pun.

“Awalnya saya hanya minta OJK speak up. Ini soal transparansi. Tapi saya malah dikeluarkan dari grup oleh Delpa (pengelola grup WA OJK) tanpa alasan,” ungkap Ahmad.

Alih-alih menjelaskan, pengelola grup justru memberi ancaman serupa kepada wartawan lain, Ameng, yang mempertanyakan tindakan tersebut. “Bang Ameng tanya kenapa saya dikeluarkan, malah ditanya balik: ‘Mau dikeluarkan juga?’ Begitu dijawab silakan, langsung dikeluarkan juga,” kata Ahmad.

Tindakan penghilangan anggota grup itu berlanjut. Iyud Dwi Mursito, Pemred Bengkulu Network, ikut dikeluarkan setelah membela para wartawan yang sebelumnya menjadi korban.

Para jurnalis menilai sikap OJK Bengkulu tersebut sebagai tindakan tidak profesional dan menunjukkan ketidakmampuan menerima pertanyaan kritis. Grup WhatsApp yang seharusnya menjadi wadah resmi penyampaian informasi kepada media, justru dikelola secara emosional dan tertutup.

“Kalau ada pertanyaan soal data saja langsung mengusir wartawan, bagaimana publik bisa percaya pada transparansi lembaga seperti OJK?” ujar salah satu jurnalis yang menyayangkan insiden tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, OJK Bengkulu tidak memberikan penjelasan resmi apa pun mengenai alasan pengeluaran ketiga wartawan tersebut. Diamnya OJK semakin memperkuat kesan bahwa lembaga tersebut enggan menghadapi pertanyaan terkait akurasi data kegiatan yang mereka publikasikan sendiri.

Insiden ini memicu pertanyaan lebih luas mengenai komitmen OJK terhadap keterbukaan informasi, integritas data, dan hubungan profesional dengan media. Sebagai lembaga publik yang mengawasi sektor keuangan, OJK dituntut bersikap transparan, bukan justru alergi terhadap kritik dan konfirmatif.

DPD Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Provinsi Bengkulu Gelar Pendidikan Profesi Advokat (PPA)

Charger | Bengkulu – DPD Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Provinsi Bengkulu bersama Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu Melaksanakan pembukaan kegiatan Pendidikan Profesi Advokat (PPA) tahun 2025, Sabtu, 29 November 2025.

Mengawali kegiatan, Sambutan dari Rizky Wewengkang Hanafiah, SH dari DPD Ikadin Bengkulu, Sambutan dari Prof. Dr. Suwarjin, MA (Dekan Fakultas Syariah) serta Dr. M Rasyid Ridho, SH., MH (Sekjen DPP Ikadin) sekaligus membuka secara resmi kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan PPA ini berlangsung secara hybrid (offline dan online) mulai 29 November 2025 sampai 7 Desember 2025.

Dengan kegiatan PPA ini diharapkan dapat membentuk advokat yang berkompeten, beretika dan berintegritas dengan tetap berpedoman pada Kode Etik Advokat.

Pemprov Bengkulu dan Bank Indonesia Tegaskan Sinergi Penguatan Ekonomi pada Pertemuan Tahunan BI 2025

Charger | Bengkulu — Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Bank Indonesia menegaskan komitmen sinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi, pengendalian inflasi, serta percepatan transformasi ekonomi daerah dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar pada Jumat, 28 November 2025 di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu. Acara berlangsung pukul 18.00–21.30 WIB dengan tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan,” dan turut menghadirkan Arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang disampaikan secara nasional melalui tayangan resmi PTBI.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu beserta jajaran sebelumnya mengundang pejabat pemerintah daerah, Forkopimda, akademisi, pelaku usaha, pimpinan perbankan, serta media untuk hadir dalam forum tahunan tersebut. Sejumlah tokoh daerah hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Bupati Seluma, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, PJ Sekda Lebong Syarifudin, dan Sekda Bengkulu Utara, bersama para pimpinan OPD dan instansi vertikal.

Dalam sesi sambutan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, yang hadir mewakili Kepala Perwakilan BI Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan ucapan terima kasih atas sinergi seluruh pihak sepanjang tahun 2025. Ia menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, para bupati dan wali kota, instansi terkait, pelaku usaha, asosiasi, serta media telah menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Irfan menyampaikan, “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu dan seluruh pemangku kepentingan yang telah bersinergi melalui TPID, GNPIP, TP2DD, TP2ED, Tim Percepatan Investasi, Pengembangan UMKM, serta berbagai forum strategis lainnya. Kolaborasi ini adalah kunci mengapa perekonomian Bengkulu dapat tetap kuat meskipun dunia penuh ketidakpastian.”

Ia menambahkan bahwa kinerja ekonomi Bengkulu pada 2025 berada dalam tren positif, dengan pertumbuhan yang relatif tinggi dan stabilitas yang terjaga. Optimisme dipandang penting untuk terus dibangun bahwa Bengkulu akan semakin tangguh dan mandiri dalam menghadapi berbagai tantangan global. “Ketangguhan berarti memperkuat kemampuan menghadapi gejolak eksternal, sementara kemandirian kita capai dengan mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi daerah,” ujarnya.

Bank Indonesia menegaskan komitmennya mendukung transformasi ekonomi nasional dan daerah sejalan dengan visi Asta Cita. Bauran kebijakan diarahkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan menuju Indonesia Emas.

Dalam pemaparannya, BI Bengkulu memprakirakan pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada 2025 akan berada pada rentang 4,40%–5,20% (yoy)—lebih tinggi dibanding capaian tahun 2024 sebesar 4,62%. Tren pemulihan konsumsi masyarakat ditopang peningkatan harga komoditas unggulan seperti kopi dan CPO, serta peningkatan daya beli dari THR dan gaji ke-13. Konsumsi pemerintah tetap tumbuh meski moderat akibat penyesuaian anggaran pascapemilu. Sementara itu, dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian dan perdagangan diprediksi menguat seiring perbaikan harga sawit dan meningkatnya produksi hasil replanting.

Untuk 2026, BI memprakirakan pertumbuhan ekonomi Bengkulu kembali terakselerasi. Konsumsi rumah tangga akan menjadi motor utama, sementara lapangan usaha pertanian dan perdagangan menunjukkan prospek perbaikan signifikan. BI menekankan pentingnya memperkuat strategi pengembangan sumber pertumbuhan baru, menarik investasi, serta mempercepat program strategis pemerintah seperti cetak sawah, optimalisasi lahan, dan integrasi rantai pasok pangan.

BI juga menyampaikan bahwa daya tahan ekonomi Bengkulu dipengaruhi oleh resiliensi sektor eksternal dan keberhasilan digitalisasi sistem pembayaran yang berkontribusi menjaga permintaan domestik. Oleh karena itu, sinergi kebijakan daerah perlu terus diperkuat, termasuk melalui koordinasi quadralhelix antara TP2ED, RIRU, TPID, dan TP2DD. Penguatan tersebut mencakup pengembangan industri hilir, diversifikasi produk dan pasar, percepatan investasi melalui penyediaan lahan dan infrastruktur, peningkatan serapan anggaran prioritas Asta Cita, dan penyempurnaan regulasi yang mendorong inovasi digital.

Dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, sambutan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan disampaikan oleh Kepala Biro Ekonomi, Zahirman. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia atas pendampingan yang konsisten dalam menjaga inflasi, memperkuat stabilitas harga, dan mendorong pembangunan daerah. “Kami sangat merasakan manfaat sinergi bersama BI, baik melalui TPID, operasi pasar murah, penyediaan data, maupun penguatan sistem pembayaran digital. Kerja sama inilah yang memungkinkan inflasi Bengkulu terjaga di level 2,85% hingga Oktober 2025,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan Polda, TNI, dan pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga kelancaran distribusi pangan, menertibkan praktik perdagangan yang merugikan masyarakat, serta memastikan pasokan komoditas utama tetap terjaga. Kota Bengkulu disebut sebagai wilayah dengan kontribusi inflasi terbesar sehingga penguatan pasokan dan distribusi pangan menjadi prioritas.

Pertemuan Tahunan BI 2025 turut menghadirkan Arahan Presiden RI Prabowo Subianto, yang menegaskan perlunya daerah memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kapasitas produksi, dan mengembangkan industri hilirisasi untuk memperluas lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Presiden juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga.

Kegiatan ditutup dengan penegasan BI Bengkulu bahwa keberhasilan pengendalian inflasi dan percepatan pertumbuhan ekonomi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan antar pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan masyarakat. Dengan kerja sama tersebut, Bengkulu diyakini mampu melanjutkan transformasi menuju daerah yang semakin mandiri, berdaya saing, dan berketahanan tinggi.