charger.my.id
Universitas Bengkulu Mantapkan Arah Kepemimpinan 2025–2029 Menuju Kampus Unggul dan Berdampak

Charger | Bengkulu – Universitas Bengkulu (Unib) memasuki babak baru kepemimpinan menyusul pelantikan pimpinan universitas periode 2025–2029. Kepemimpinan Unib kini diemban oleh Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si. sebagai Rektor, didampingi Prof. Dr. Kamaludin, S.E., M.M. (Wakil Rektor I Bidang Akademik), Dr. Yulian Fauzi, S.Si., M.Si. (Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum), Prof. Agustin Zarkani, S.P., M.Si., Ph.D. (Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), serta Prof. Ashar Muda Lubis, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama).

Usai pelantikan, jajaran pimpinan Universitas Bengkulu langsung bergerak cepat melakukan konsolidasi internal dan penyamaan persepsi, sekaligus menjalin audiensi serta koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pemangku kepentingan lainnya. Sebagai bagian dari komitmen transparansi publik, Unib juga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui audiensi yang digelar pada Selasa (16/12/2025).

Pada kesempatan tersebut, pimpinan Universitas Bengkulu memaparkan visi, misi, serta rencana dan target program kerja Unib Tahun 2025–2029 sebagai arah transformasi institusi dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan terwujudnya Indonesia Emas 2045 dengan semangat Unib Unggul, Inklusif, Inovatif, dan Berdampak.

Landasan dan Tantangan Strategis

Rencana strategis Unib 2025–2029 disusun dengan memperhatikan dinamika internal dan eksternal. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Unib 2020–2045, Unib telah menetapkan arah transformasi tata kelola berbasis data dan outcome, penguatan riset dan inovasi, perluasan jejaring nasional dan internasional, serta integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan pembangunan daerah.

Sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Provinsi Bengkulu, Unib saat ini memiliki delapan fakultas dan 84 program studi. Pada periode kepemimpinan 2025–2029, Unib menegaskan komitmennya untuk melangkah lebih jauh sebagai global university yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.

Dari sisi internal, Unib mencatat sejumlah capaian positif, antara lain peningkatan signifikan jumlah penelitian dan publikasi internasional terindeks Scopus serta peningkatan program pengabdian kepada masyarakat. Meski demikian, masih terdapat tantangan yang perlu diakselerasi, seperti hilirisasi dan komersialisasi hasil riset, peningkatan jumlah dosen bergelar doktor dan guru besar, penguatan infrastruktur riset dan pembelajaran, integrasi sistem informasi, serta optimalisasi internasionalisasi.

Sementara dari sisi eksternal, Unib mengemban mandat strategis untuk mendukung kebijakan nasional, antara lain peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi, penurunan pengangguran terdidik, penguatan kapasitas riset dan inovasi, serta kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4, 9, 13, dan 15.

Visi dan Misi Kepemimpinan Unib 2025–2029

Visi kepemimpinan Universitas Bengkulu periode 2025–2029 adalah menjadikan Unib sebagai kampus unggul, inklusif, inovatif, dan berdampak untuk Indonesia Emas melalui pendidikan berkualitas, riset yang bermanfaat, dan pengabdian yang memberdayakan secara berkelanjutan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Unib menetapkan enam misi utama, meliputi peningkatan mutu pendidikan tinggi yang adaptif dan relevan dengan tantangan era digital dan Revolusi Industri 5.0; penguatan riset dan inovasi berdampak melalui hilirisasi dan kolaborasi; pengabdian kepada masyarakat yang transformatif berbasis potensi lokal; pengembangan jiwa kewirausahaan dan kompetensi global mahasiswa; tata kelola universitas yang akuntabel dan berbasis hasil; serta penguatan posisi Unib sebagai pusat keunggulan akademik kawasan barat Indonesia.

Arah Strategi dan Program Unggulan

Untuk merealisasikan visi dan misi tersebut, Unib menetapkan tujuh strategi utama, antara lain penguatan pendidikan berkualitas melalui kurikulum masa depan dan digitalisasi pembelajaran; tata kelola dan digitalisasi sistem melalui pengembangan Sistem Informasi Terintegrasi Unib (SITU); penguatan riset dan inovasi berbasis kawasan pesisir, hutan tropis, dan biosains; pemberdayaan masyarakat melalui konsep kampus berdampak; internasionalisasi dan peningkatan reputasi global; pengembangan SDM unggul; serta diversifikasi pendanaan menuju kemandirian universitas.

Transformasi Unib 2025–2029

Peta jalan transformasi Unib dirancang secara bertahap, dimulai dari penguatan kualitas Tri Dharma pada 2025–2026, penguatan inklusivitas dan kesetaraan akses pada 2026–2027, akselerasi inovasi kelembagaan pada 2027–2028, hingga penguatan dampak nyata Unib bagi masyarakat pada 2028–2029. Seluruh tahapan tersebut bermuara pada kontribusi Universitas Bengkulu dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang berdaulat, maju, adil, dan makmur.

Tentang Universitas Bengkulu

Universitas Bengkulu (Unib) merupakan perguruan tinggi negeri di Provinsi Bengkulu yang berkomitmen menjadi pusat keunggulan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis potensi lokal dan berorientasi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *