charger.my.id
DPRD Setujui APBD 2026, Rahmad Widodo Ingatkan Pemerintah Serius Tangani Sampah dan Tata Kota

Charger | Bengkulu – APBD 2026 resmi disetujui, namun pekerjaan besar menanti Pemerintah Kota Bengkulu. Sorotan utama datang dari Wakil Ketua DPRD, Rahmad Widodo, S.Hut, yang mendesak penanganan sampah dan penataan kota dilakukan lebih profesional dan terarah agar manfaat anggaran benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurut Rahmad, pembahasan anggaran merupakan proses panjang yang harus memastikan seluruh kebutuhan prioritas masyarakat terakomodasi.
“Kalau untuk anggaran, tentu ini bagian dari proses penganggaran yang akan berlaku di tahun 2026. Kita menyepakati postur APBD, baik pendapatan maupun belanja daerah,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa penyesuaian dalam Raperda APBD tak hanya menyangkut pendapatan dan belanja, tetapi juga pembaruan tarif pajak daerah agar selaras dengan regulasi terbaru. Namun, menurutnya, tantangan paling mendesak terletak pada sektor lingkungan, terutama pengelolaan sampah yang kapasitasnya semakin kritis.

Rahmad menyoroti kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah tidak mampu menampung volume sampah Kota Bengkulu.

“Memang lokasi kita sudah tidak mampu menampung jumlah sampah yang dihasilkan Kota Bengkulu. Karena itu disepakati adanya penambahan dan perluasan lahan,” ujarnya. Ia memastikan bahwa APBD 2026 telah menyiapkan anggaran khusus untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah.

Meski alat berat sudah dianggarkan pada APBD 2025, ia menyebut tambahan peralatan tetap akan dipertimbangkan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Yang penting, pengelolaan sampah harus semakin profesional dan mampu menjawab tantangan pertumbuhan kota,” tambahnya.

Dari sisi postur anggaran, sektor pendidikan masih menjadi pos terbesar sesuai ketentuan mandatory spending 20 persen. Sektor kesehatan menyusul sebagai prioritas utama pembangunan daerah.

“Pendidikan dan kesehatan menjadi fokus kita karena langsung bersentuhan dengan masyarakat,” tegas Rahmad.

Ia berharap APBD 2026 tidak hanya menjadi dokumen teknis, tetapi benar-benar menjadi instrumen perubahan yang memberi manfaat nyata.

“Kita ingin pembangunan berjalan lebih terarah, pelayanan publik semakin baik, dan masyarakat merasakan hasilnya,” tutupnya.

Dengan ketokan palu APBD 2026, masyarakat Bengkulu kini menaruh harapan pada berbagai program yang akan dijalankan pemerintah kota sepanjang tahun mendatang.

Guru sebagai Arsitek Peradaban

Oleh : Dr. Desy Eka Citra, M.Pd

 

Dalam wacana pendidikan, guru menempati posisi yang tidak tergantikan sebagai figur utama dalam pembentukan kualitas manusia dan peradaban. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pembimbing, pengarah, dan teladan yang menginspirasi peserta didik (Hansen, 2001). Makna “guru” sesungguhnya bersifat multidimensional dan dapat dipahami melalui berbagai perspektif—mulai dari etimologis, filosofis, psikologis, sosiologis, pedagogis, hingga yuridis. Setiap perspektif memberikan pemaknaan yang komprehensif tentang esensi guru sebagai figur kunci dalam sistem pendidikan.

Secara etimologis, kata “guru” berasal dari bahasa Sansekerta gru atau gur yang bermakna berat atau berbobot, menandakan seseorang yang memiliki kedalaman ilmu dan kebijaksanaan (Hidayat, 2019). Dalam konteks budaya Nusantara, guru dikenal sebagai sosok yang digugu dan ditiru, yakni dipercaya tutur katanya dan diteladani perilakunya (Tilaar, 2002). Perspektif etimologis dan kultural ini menegaskan bahwa guru bukan hanya pekerja profesional, tetapi juga figur moral yang memiliki kedudukan sosial tinggi.

Dari perspektif filosofis, guru dipahami sebagai pembimbing menuju kebenaran dan kebijaksanaan. Filsafat pendidikan memposisikan guru sebagai arsitek peradaban, karena melalui proses pembelajaran guru menanamkan nilai, membentuk cara berpikir, dan mengarahkan potensi peserta didik (Hidayat, 2019). Peran ini tidak berhenti pada aspek intelektual semata, tetapi juga mencakup pembentukan karakter dan integritas moral. Hansen (2001) menegaskan bahwa guru adalah moral eksemplar yang perilakunya memberikan arah bagi perkembangan moral peserta didik. Dengan demikian, keberadaan guru memiliki dimensi transformatif yang menembus batas kelas dan menjadi fondasi pembentukan masyarakat beradab.

Dalam perspektif psikologis, guru bertindak sebagai fasilitator perkembangan peserta didik. Guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi menciptakan lingkungan belajar yang aman, suportif, dan sesuai tahap perkembangan peserta didik (Joyce, Weil, & Calhoun, 2015). Guru berperan sebagai motivator yang mampu memberikan penguatan positif, mengelola emosi, serta membantu peserta didik menghadapi tantangan psikologis dalam proses belajar (Sanjaya, 2008). Pada era pendidikan modern, guru dipandang sebagai learning designer yang merancang pengalaman belajar untuk merangsang kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kemandirian belajar (Dewey, 1938).

Dari perspektif sosiologis, guru merupakan agen sosialisasi budaya dan agen perubahan sosial. Freire (1970) menekankan bahwa guru memiliki peran penting dalam membebaskan kesadaran peserta didik dan mendorong transformasi sosial. Melalui proses pendidikan, guru mentransmisikan nilai, norma, dan budaya masyarakat kepada generasi muda (Tilaar, 2002). Guru juga berperan dalam meningkatkan solidaritas sosial, mengembangkan kesadaran kritis, dan membangun masyarakat yang lebih inklusif dan demokratis.

Secara pedagogis, guru adalah pendidik profesional yang memiliki tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Peran ini ditegaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Kemdikbud, 2005). Dalam kerangka teori pendidikan modern, guru juga dipandang sebagai evaluator yang menilai proses dan hasil belajar serta memberikan umpan balik yang konstruktif (Musfah, 2015). Tanggung jawab pedagogis ini mencakup seluruh dimensi proses pendidikan, dari perencanaan pembelajaran hingga refleksi hasil belajar peserta didik.

Jika dilihat dari perspektif pembentukan karakter, guru berperan sebagai agen utama dalam penanaman nilai moral, etika, dan sikap sosial. Lickona (1991) menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak mungkin berhasil tanpa keteladanan guru yang konsisten dan bernilai. Dalam pendekatan ini, guru tidak hanya mengajarkan apa yang benar, tetapi menunjukkan bagaimana nilai itu diwujudkan dalam tindakan konkret.

Melihat berbagai perspektif tersebut, jelas bahwa makna guru tidak dapat direduksi hanya sebagai penyampai materi pelajaran. Guru adalah pendidik, teladan, motivator, fasilitator, mediator, dan agen perubahan. Guru memiliki tanggung jawab moral dan profesional dalam membentuk generasi yang berpengetahuan, berkarakter, dan berdaya saing (Musfah, 2015). Dengan demikian, kehadiran guru merupakan ujung tombak pendidikan dan masa depan bangsa. Semakin tinggi kualitas guru, semakin besar peluang terwujudnya masyarakat yang cerdas, berbudaya, dan berkeadaban oleh Dr. Desy Eka Citra Dewi, M.Pd. (Dosen S2 Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bkl)

#SelamatHariGuruIndonesia

Penembakan Petani Pino Raya, HMI Curup Kritik Lemahnya Negara Hadapi Konflik Agraria

Charger | Rejang Lebong – HMI Cabang Curup mengecam insiden penembakan terhadap lima petani di Pino Raya, Bengkulu Selatan, pada Senin (24/11/2025). Lima warga dilaporkan mengalami luka tembak dan diduga ditembak oleh oknum keamanan perusahaan sawit PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS). Peristiwa tersebut kembali menyoroti persoalan agraria yang belum terselesaikan di daerah itu.

Ketua Umum HMI Cabang Curup, M. Dio Putra, dalam wawancara melalui pesan singkat, menyampaikan kecaman keras dan mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas tanpa tebang pilih. Ia menilai tembakan terhadap warga menunjukkan lemahnya negara dalam melindungi petani yang memperjuangkan tanah mereka.

“Ini bukan sekadar konflik agraria, tetapi tragedi kemanusiaan. Tidak boleh ada warga negara yang ditembak hanya karena mempertahankan tanah yang menjadi sumber hidup keluarganya,” ujarnya.

Dio mengungkapkan bahwa konflik agraria di Pino Raya telah berlangsung lama dan diwarnai berbagai bentuk intimidasi terhadap masyarakat, seperti perusakan pondok, pengusiran, hingga ancaman dari pihak keamanan perusahaan.

“Ketika intimidasi dibiarkan, kekerasan bersenjata seperti ini hanya menunggu waktu. Kita tidak bisa berpura-pura terkejut seolah masalah ini baru muncul,” katanya.

HMI Curup mendesak Kepolisian Daerah Bengkulu mengusut tuntas kasus tersebut. Penyelidikan diminta tidak hanya berhenti pada pemeriksaan saksi dan korban, tetapi juga mengungkap asal usul senjata api yang digunakan serta rantai komando dalam pengamanan perusahaan.

“Polisi harus tegas. Siapa yang memberi kewenangan membawa senjata? Atas perintah siapa tembakan dilepaskan? Itu yang harus dibuka,” tegasnya.

Selain mendesak aparat, Dio juga menilai pemerintah daerah—baik kabupaten maupun provinsi—perlu hadir sejak awal untuk mencegah konflik berkembang menjadi kekerasan. Ia menilai pemerintah selama ini cenderung pasif hingga muncul korban.

“Pemda jangan hanya muncul ketika sudah ada darah yang tumpah. Konflik seperti ini bisa dicegah jika pemerintah tegas terhadap izin perusahaan dan berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Legalitas lahan PT ABS pun kembali disorot. Masyarakat telah lama mempertanyakan keabsahan penguasaan lahan perusahaan dan meminta evaluasi menyeluruh atas perizinannya.

“Kalau perusahaan tidak mampu menjamin keamanan dan justru menjadi sumber konflik, maka izin operasionalnya harus dievaluasi total. Jangan sampai rakyat terus jadi korban,” tambahnya.

Dio menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa HMI Cabang Curup akan terus mengawal kasus ini hingga pelaku diproses secara hukum dan korban memperoleh keadilan.

“Kami akan terus berdiri bersama petani. Pemerintah dan aparat harus hadir, dan keadilan harus ditegakkan,” tutupnya.

Tragedi Penembakan Pino Raya, MW KAHMI Bengkulu Desak Pengusutan Tuntas Pelaku

Charger | Bengkulu — Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (KAHMI) Bengkulu mengecam keras aksi penembakan terhadap lima petani di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, pada Senin (24/11/2025). Penembakan tersebut diduga dilakukan oleh oknum keamanan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit.

KAHMI Bengkulu mendesak Kepolisian Daerah Bengkulu beserta jajarannya untuk mengambil tindakan tegas, menegakkan hukum, serta mengusut tuntas pelaku penembakan. Mereka juga meminta dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui apakah terdapat keterlibatan aparat keamanan negara dalam insiden ini.

Koordinator Presidium MW KAHMI Bengkulu, Dr. Elfahmi Lubis, SH, menegaskan bahwa penembakan lima petani tersebut merupakan tindakan brutal dan termasuk dalam kategori pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat. Ia meminta negara memberikan perhatian serius terhadap penyelesaian kasus ini.

“Ini aksi pelanggaran HAM berat karena korbannya lima orang. Kita harus pastikan siapa pelakunya dan siapa saja yang terlibat. Kalau benar pelakunya petugas keamanan perusahaan, ini tidak sederhana. Dari mana petugas itu mendapat senjata api? Setahu saya, keamanan perusahaan tidak berhak membawa senjata. Maka diperlukan investigasi mendalam untuk mengungkap tragedi ini,” tegas Elfahmi.

Lebih lanjut, Elfahmi menilai peristiwa ini tidak dapat dilepaskan dari konflik agraria berkepanjangan antara petani dan perusahaan perkebunan. Ia mendesak pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menyelesaikan akar konflik tersebut.

“Penembakan ini hanyalah reaksi. Penyebab utamanya adalah konflik agraria antara petani dan perusahaan yang sudah berlangsung lama. Itu yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Diketahui, lima petani yang menjadi korban penembakan adalah Linsurman, Susanto, Edi Hermanto, Suhardin, dan Buyung. Informasi sementara menyebutkan salah satu korban, Buyung, tertembak di bagian dada sebelah kanan.

Alexander Franklin Jaya Raih Juara 1 Spelling Bee Group C di 18th Annual English 1 Regional Bengkulu

Charger | Bengkulu — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu. Alexander Franklin Jaya berhasil meraih Juara 1 Spelling Bee Group C dalam ajang bergengsi 18th Annual English 1 – Regional Bengkulu yang diselenggarakan pada Minggu, 23 November 2025.

Kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai sekolah dan lembaga pendidikan di Bengkulu ini berlangsung sangat ketat. Namun, Alexander—yang akrab disapa Xander—berhasil menunjukkan performa terbaiknya dengan mengeja kata demi kata secara tepat, cepat, dan penuh percaya diri. Penguasaannya terhadap kosakata tingkat menengah hingga tingkat lanjut membuatnya unggul dari para peserta lainnya.

Direktur Operasional HighScope Bengkulu, Korneles Kaloma Kuway, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. Ia mengatakan bahwa kemenangan Xander menjadi bukti kualitas dan dedikasi siswa HighScope Bengkulu dalam mengembangkan kemampuan bahasa Inggris.

“Xander tampil luar biasa. Ketepatan, kecepatan, dan rasa percaya dirinya menunjukkan bahwa ia telah berlatih dengan serius. Kami sangat bangga karena prestasi ini membuktikan bahwa siswa-siswa kami mampu bersaing dan menjadi yang terbaik,” ujar Korneles.

Korneles juga berharap keberhasilan Xander dapat memicu motivasi para siswa lainnya untuk terus berkembang dan berani mengikuti kompetisi akademik di berbagai level.

“Kami berharap capaian Xander dapat menginspirasi teman-temannya untuk tidak ragu menunjukkan kemampuan, terus belajar, dan berani berkompetisi baik di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” tambahnya.

Kemenangan Alexander Franklin Jaya tidak hanya membawa kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menegaskan bahwa generasi muda Bengkulu memiliki potensi besar untuk berprestasi di ajang-ajang bergengsi di masa depan.

Cindy Khairiah Kurniawan Raih Juara 1 Spelling Bee Group B di 18th Annual English 1 Regional Bengkulu

Charger | Bengkulu — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh siswa Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu. Cindy Khairiah Kurniawan berhasil meraih Juara 1 Spelling Bee Group B dalam ajang 18th Annual English 1 – Regional Bengkulu yang digelar pada Minggu, 23 November 2025.

Kompetisi tahunan tersebut mempertemukan peserta-peserta berbakat dari berbagai sekolah di Bengkulu dan berlangsung dengan persaingan yang sangat ketat. Cindy tampil impresif dengan ketepatan mengeja yang tinggi, kemampuan mempertahankan fokus, serta kepercayaan diri yang kuat. Kombinasi kemampuan tersebut mengantarkan Cindy menjadi yang terbaik di kelompoknya.

Direktur Operasional HighScope Bengkulu, Korneles Kaloma Kuway, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas raihan siswinya itu.

“Cindy menunjukkan performa yang luar biasa. Ketekunan, disiplin, dan semangat belajarnya terlihat sangat jelas dalam kompetisi ini. Kami sangat bangga karena prestasi ini mencerminkan kualitas pembinaan dan dedikasi siswa kami,” ujar Korneles.

Ia juga berharap kemenangan Cindy dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa Inggris serta berani berkompetisi.

“Kami berharap pencapaian Cindy dapat memotivasi teman-temannya untuk terus mengasah kemampuan, percaya pada potensi diri, dan berani tampil dalam berbagai ajang akademik di masa mendatang,” tambahnya.

Dengan kemenangan tersebut, Cindy Khairiah Kurniawan tidak hanya membawa kebanggaan bagi HighScope Indonesia Bengkulu, tetapi juga menunjukkan bahwa siswa-siswi Bengkulu mampu bersaing dan berprestasi di tingkat regional maupun pada level yang lebih tinggi.

LBH Muhammadiyah Kecam Keras Aksi Penembakan 5 Petani Pino Raya

Charger | Bengkulu – Aksi penembakan terhadap lima perahu Desa Kembang Seri Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan, Senin (24/11/25), mendapat kecaman keras dari Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik (LBH-AP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bengkulu.

Untuk selanjutnya, mendesak Kepolisian Daerah Bengkulu beserta jajarannya untuk untuk mengambil tindakan tegas dan penegakan hukum terhadap pelaku penembakan. Tidak itu saja LBH AP PWM Bengkulu, mendesak dilakukan investigasi mendalam dan menyeluruh terhadap kasus penembakan petani tersebut. Untuk mengetahui apakah ada keterlibatan otoritas keamanan negara dalam aksi penembakan.

Ditegaskan Ketua LBH-AP PWM Bengkulu, Dr. Elfahmi Lubis, SH, aksi penembakan terhadap 5 orang petani Pino Raya ini jelas merupakan tindakan brutal dan biadab serta masuk dalam kategori pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat. Untuk itu kasus ini harus menjadi atensi dan perhatian serius negara untuk menyelesaikan.

“Ini aksi pelanggaran HAM berat, karena korban yang ditembak sebanyak 5 orang. Kita harus pastikan siapa pelakunya dan siapa saja yang terlibat. Kalau informasi yang beredar pelakunya adalah petugas keamanan perusahan saya pikir tidak sesederhana itu. Dari mana petugas keamanan itu memperoleh senjata api, dan setahu saya seorang petugas keamanan perusahaan tidak berhak memiliki senjata api. Untuk itu diperlukan investigasi mendalam untuk mengungkapkan tragedi berdarah ini,” tegas pria yang juga seorang Advokat ini.

Elfahmi Lubis, menegaskan bahwa kasus penembakan ini harus dituntaskan akar masalahnya. Yakni, konflik agraria antara petani dengan pihak perusahaan perkebunan besar. Untuk itu, Pemerintah Daerah, DPRD, dan stakeholder terkait harus segera menyelesaikan akar dari masalah dari kejadian ini. “Aksi penembakan ini kan sebuah reaksi dan dampak saja, tapi penyebab utamanya adalah berlangsungnya konflik agraria antara petani dengan perusahaan yang sudah berlangsung lama. Maka, akar masalah konflik harus dituntaskan” ungkapnya

Sebagaimana diketahui lima petani di Desa Kembang Seri, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, ditembak oknum keamanan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit, Senin (24/11/2025).

Kelima korban penembakan itu yaitu Linsurman, Susanto, Edi Hermanto, Suhardin, dan Buyung. Bahkan, berdasarkan informasi salah satu korban atas nama Buyung kena tembak dada sebelah kanan.

Gibran Parisya Amri Raih Juara 2 Spelling Bee Group C di 18th Annual English 1 Regional Bengkulu

Charger | Bengkulu — Siswa Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu, Gibran Parisya Amri, berhasil meraih Juara 2 Spelling Bee Group C pada ajang 18th Annual English 1 – Regional Bengkulu yang digelar Minggu, 23 November 2025. Kompetisi tahunan tersebut mempertemukan para peserta dari berbagai sekolah di wilayah Bengkulu, dengan tingkat persaingan yang berlangsung ketat sejak babak awal.

Dalam kompetisi ini, Gibran tampil menonjol dengan kemampuan mengeja yang akurat, konsentrasi stabil, serta ketangguhan menghadapi kata-kata sulit yang menjadi tantangan utama di kategori Group C. Konsistensi performanya berhasil mengantarkan dirinya meraih posisi kedua dan menjadi salah satu peserta dengan penampilan terbaik.

Direktur Operasional HighScope Bengkulu, Korneles Kaloma Kuway, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi Gibran mencerminkan kualitas pembinaan dan semangat belajar para siswa di lingkungan HighScope.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian Gibran. Ia menunjukkan dedikasi yang luar biasa dan kemampuan bahasa Inggris yang terus berkembang. Prestasi ini adalah bukti kerja kerasnya serta dukungan lingkungan belajar yang positif di sekolah,” ujar Korneles.

Lebih lanjut, Korneles berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengasah kemampuan dan berani berkompetisi di berbagai ajang akademik.

“Kami berharap prestasi Gibran dapat memotivasi teman-temannya untuk terus percaya diri, mengeksplorasi potensi, dan menunjukkan kemampuan terbaik di setiap kesempatan,” tambahnya.

Pihak sekolah menilai kemenangan ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi HighScope Indonesia Bengkulu, tetapi juga memperkuat citra positif peserta didik Bengkulu yang mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat regional.

HIPMI Culinary Bengkulu dan OKK BPD HIPMI Bengkulu Sepakati Sejumlah Program Strategis

Charger | Bengkulu – Program Rapat Koordinasi HIPMI Culinary Bengkulu bersama OKK BPD HIPMI Bengkulu resmi terlaksana pada Minggu (23/11). Pertemuan yang dilaksanakan di HIPMI Center menghasilkan berbagai kesepakatan program kerja yang akan dijalankan selama enam bulan ke depan, terutama dalam penguatan kapasitas pelaku usaha kuliner di Provinsi Bengkulu.

Ketua OKK BPD HIPMI Bengkulu, Singgih Tri Wibowo, mengungkapkan bahwa hasil rapat ini menjadi pijakan penting untuk mendorong pertumbuhan UMKM kuliner.

“Melalui bidang OKK, kami bersama HIPMI Culinary menyepakati beberapa program kerja strategis untuk enam bulan ke depan,” ujar Singgih.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada empowering atau penguatan nilai-nilai bisnis, baik bagi kader internal HIPMI Culinary maupun masyarakat luas.

“Kami akan menggalakkan kelas branding, kelas peningkatan SDM karyawan, kelas CEO, dan berbagai kelas penunjang lainnya yang dibutuhkan para owner kuliner di Bengkulu,” jelasnya.

Selain pelatihan, HIPMI juga merencanakan penyelenggaraan bazar atau festival kuliner di salah satu titik pusat Kota Bengkulu.

“Festival ini rencananya digelar di jantung kota, kemungkinan pada malam hari. Teknis lengkapnya akan disampaikan ketika mendekati waktu pelaksanaan,” lanjut Singgih.

HIPMI Culinary juga berencana menambah beberapa titik kuliner di HIPMI Center sebagai bentuk dukungan terhadap program HIPMI 1 Meter.

“Tujuannya agar kegiatan di HIPMI 1 Meter semakin terlihat, hidup, dan ramai,” tambahnya.

Dalam waktu dekat, HIPMI Culinary Bengkulu akan memulai program perdana mereka.

“Akhir November ini, kami akan mengadakan visitas dan edutrip ke produksi kerupuk tuiri milik Ketua CI langsung,” kata Singgih.

Ia menambahkan bahwa bulan berikutnya akan diisi dengan family gathering dan beberapa program pelatihan lainnya.

“Semangat selalu teman-teman semuanya! HCI keren,” tutup Singgih dengan penuh antusias.

Program-program ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem bisnis kuliner di Bengkulu dan menciptakan lebih banyak peluang bagi pelaku usaha muda.

Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu Hadiri Peluncuran HUGENCY Academy 2025

Charger | Jakarta — BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Yosia Yodan menghadiri kegiatan HUGENCY Academy Launching 2025, sebuah agenda strategis yang menandai hadirnya generasi baru AI Creators di Indonesia. Kehadiran HIPMI Bengkulu dalam acara tersebut menjadi langkah nyata untuk memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi transformasi digital yang semakin cepat.

Peluncuran HUGENCY Academy 2025 turut diwarnai oleh kehadiran tokoh nasional yang telah lama menjadi inspirasi dalam dunia kreatif, digital, dan industri konten Indonesia, yaitu Helmy Yahya, Tantowi Yahya, dan Febri Sjofjan Yahya. Ketiganya memberikan pandangan mengenai pentingnya inovasi teknologi, khususnya kecerdasan buatan, dalam membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda.

Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, hadir bersama jajaran pengurus, di antaranya Ketua OKK Singgih Tri Wibowo dan Zahran Dzaky Salsabil. Rombongan HIPMI Bengkulu mengikuti rangkaian acara sekaligus menjalin komunikasi strategis dengan para pelaku industri kreatif digital untuk membuka peluang kolaborasi ke depan.

Dalam keterangannya, Yosia Yodan menyampaikan bahwa kehadiran HIPMI Bengkulu bukan hanya sebagai tamu undangan, melainkan sebagai bentuk komitmen kuat bahwa Bengkulu siap menjadi bagian dari lompatan teknologi yang sedang berlangsung. Ia menilai, HUGENCY memiliki potensi besar untuk melahirkan ratusan ribu kreator berbasis AI yang mampu memperkuat sektor UMKM, membuka lapangan kerja baru, serta memperluas kolaborasi lintas daerah.

“Inovasi seperti HUGENCY adalah peluang besar bagi Bengkulu untuk bergerak lebih maju dan lebih kompetitif. Transformasi digital bukan hanya tren, tetapi kebutuhan daerah dalam membangun masa depan ekonomi yang lebih inklusif,” ujar Yosia.

BPD HIPMI Bengkulu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Helmy Yahya dan keluarga besar HUGENCY atas undangan serta inspirasinya. HIPMI Bengkulu berharap momentum ini menjadi awal dari kerja sama lebih luas yang dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan Bengkulu dan Indonesia.