Peta Jalan Menuju UNIB Unggul : Mungkinkah?
Syaiful Anwar. AB
Purnatugas FEB UNIB
Kawan, sudah lama tidak menulis tentang perguruan tinggi. Kali ini mencoba mengingat Kembali apa yang pernah dilakukan selama masih aktif. Apa yang dilakukan saat aktif? Ya membantu pimpinan mikir peta Jalan menuju Perguruan tinggi unggul! Sejak awal berdiri masalah mutu, terutama mutu sumberdaya manusia (dosen) telah ditancapkan oleh rector Prof. Soekotjo dan Sejak tahun 1995 di masa Rektor Unib Pak Nitza Arbi mulai masalah mutu Perguruan tinggi diperhatikan. Saya ingat betul saya oleh Pak Nitza Arbi, diberi buku tentang mutu perguruan tinggi atau Pendidikan yang ditulis oleh Edward salis. Syaiful, baca buku ini, dan siapkan bahan lokakarya mutu perguruan tinggi dan undang semua pejabat structural kita adakan sosialisasi tentang Mutu perguruan tinggi! Saya diberi waktu satu minggu, untuk mempersiapkan lokakarya itu! Tentu saya tidak sendirian, kami bekerja tim dari “Proyek P2T yang berjibaku untuk itu!
Proses mencapai mutu itu tidak berhenti sampai di situ, berganti Rektor Pak zulkifli, Zainal Muktamar dan sampailah pada Riduan Nurazi masalah mutu perguruan tinggi tetap dibicarakan! Pada akhir akhir masa pengabdian saya dipanggil Riduan Nurazi, Bang tolong tuokan tobo yang mudo mudo untuk Menyusun RPJP UNIB sampai tahun 2030. Sayo jawab” kalu disuruh nyiapkan konsep sayo siap, tapi disuruh ngetik sayo minta ampun! Idak! Abang cari anak mudo yang bisa abang ajak untuk kerjo bantu abang! Kalu cam itu, jadi.
Jadi, sayo ajaklah Rozi, Herawan, Danur, Zayadi, Gerry, masih banyak anak mudo lainnya. Tapi sayo lebih inten berkomunikasi dengan danur serta Pak Ardi Lapiza sebagai pembantu rector empat!kami bekerja dalam suasana “COVIT” lebih banyak ketemu lewat zoom, alhamdulillah konsep itu selesai sebelum saya pension! Nah, berikut dapat dijelaskan jika kita ingin menuju Unggul, maka harus mempertimbangkan factor eksternal dan internal kita yang diperkirakan berpengaruh. Tentu saja dengan visi dan misi yang kuat untuk “mutu Berkelanjutan”
Factor eksternal antara lain social budaya, politik, dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha dan dunia industry, mahasiswa asing (bea siswa asing, pertukaran mahasiswa asing) Kerjasama luar negeri dan dalam negeri. Kemudian, factor Internal yang harus dikembangkan Adalah Kualitas sumberdaya manusia (dosen dan Tendik), Proses Belajar dan Mengajar (E-Learning, Laboratorium MIPA, laboratorium Bisnis, laboratorium kedokteran/Rumah sakit, memperkuat penelitian dan pengabdian Masyarakat (Kolaborasi dengan luar negeri, menggalakkan publikasi internasional, dan tak kalah penting adalah sarana dan prasarana Information and Technology, untuk mendukung PBM.
Bila, kedua factor internal dan eksternal dapat dimaksimalkan, insyaallah kampus unggul dapat dicapai. Kondisi sekarang, rumah sakit sudah ada, publikasi dan peningkatan kualitas Sumberdaya manusia doctor, guru besar sudah memadai, tinggal lagi memperkuat manajerial! Pendekatan terpadu, sangat dipentingkan! Tinggalkan jalan sendiri sendiri, maksudnya setiap organ yang ada harus satu tujuan yaitu UNIB Unggul dan UNIB menjadi World Class University (WCU) di akhir tahun 2030, wallahualambissawab, salam