charger.my.id
Waka DPRD Bengkulu Selatan Minta Pemda Ungkap Akar Masalah Penembakan 5 Warga

Charger | Bengkulu Selatan — Wakil Ketua DPRD Bengkulu Selatan, Holman, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus penembakan yang menimpa lima warga Bengkulu Selatan. Ia menegaskan pentingnya pemerintah daerah hadir menyelesaikan akar masalah agar kejadian serupa tidak terulang.

“Yang pertama, kami prihatin dengan kejadian seperti itu,” ujar Holman via aplikasi WhatsApp, Rabu (26/11) . Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah merespons cepat dengan memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis. “Yang ditembak itu sudah dilayani rumah sakit, lagi proses pengobatan,” katanya.

Holman menilai konflik yang terjadi antara perusahaan dan masyarakat harus dilihat secara menyeluruh tanpa hanya mengacu pada satu versi. “Perusahaan bilang mereka legal, dan ada provokator di balik aksi masyarakat. Itu versi perusahaan. Versi masyarakat mungkin lain lagi. Nah, itu yang harus dilihat. Hadirnya pemerintah kan di situ,” ujarnya.

Ia mendesak pemerintah daerah untuk menggali akar persoalan sesungguhnya agar penyelesaian dapat dilakukan secara tepat. “Pemerintah daerah harus benar-benar menyikapi, cari akar masalahnya sehingga kejadian itu tidak terjadi lagi ke depan,” tegasnya.

DPRD Sudah Bentuk Pansus Terkait PT ABS

Menanggapi rencana peninjauan DPRD ke lokasi, Holman mengungkapkan bahwa lembaganya telah membentuk panitia khusus (pansus) terkait PT ABS. “Pansus sudah bekerja, tapi rekomendasi akhirnya itu yang masih kami pelajari,” jelasnya.

Imbauan: Tidak Bertindak Main Hakim Sendiri

Holman juga mengingatkan masyarakat dan perusahaan untuk tidak melakukan tindakan di luar koridor hukum. “Negara ini negara hukum. Jadi persoalan apa pun diselesaikan dengan cara-cara hukum,” katanya.

Ia menekankan pentingnya pemerintah menjadi pihak penengah yang objektif. “Perusahaan kita hargai sebagai investasi, tapi juga harus mengikuti aturan hukum. Akar masalah itu harus diselesaikan. DPRD insya Allah akan hadir membantu.”

Gubernur Bengkulu Beri 5 Paket Bantuan untuk Korban

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan lima bentuk bantuan kepada lima korban penembakan tersebut. Bantuan itu meliputi:

  1. Bantuan hukum untuk seluruh 5 korban.
  2. Pelayanan kesehatan gratis hingga tuntas.
  3. Pemenuhan kebutuhan pokok harian bagi para korban dan keluarga.
  4. Beasiswa pendidikan untuk anak-anak dari 5 korban.
  5. Program bedah rumah gratis bagi keluarga korban.

Helmi menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi masyarakat yang terdampak insiden tersebut.

Respons Pemerintah Daerah

Ketika ditanya apakah Pemkab Bengkulu Selatan telah turun langsung ke lokasi konflik, Holman mengaku belum mengetahui informasi lengkap. “Aku belum tahu, dinda. Kejadian itu kan baru kemarin. Pemerintah daerah sudah hadir menyelesaikan dulu soal kesehatan korban. Untuk menyikapi akar masalah perkebunan, kayaknya belum sejauh itu,” ujarnya.

Nama 5 Petani Korban Penembakan di Bengkulu Selatan

  1. BUYUNG SARIPUDIN, laki-laki, sekira umur 74 Tahun, Petani, Desa Tungkal I Kec. Pino Raya Kab. Bengkulu Selatan m mengalami 1 (satu) luka tembak di bagian perut (tembus).
  2. EDI SUSANTO, laki-laki, sekira umur 61 Tahun, Petani, Jln. SMA Karya mengalami 1 (satu) luka tembak di ketiak kiri bagian bawah (tembus).
  3. EDI HERMANTO alias PAK BINTANG, laki-laki, sekira umur 49 Tahun, Desa Pagar Gading Kec. Pino Raya Kab. Bengkulu Selatan mengalami 1 (satu) luka tembak di bagian paha kanan (tembus).
  4. LIN SURMAN, laki-laki, sekira umur 41 Tahun, Petani, Desa Kembang Seri Kec. Pino Raya Kab. Bengkulu Selatan di bagian lutut kanan (masih bersarang), mengalami 1 (satu) luka tembak.
  5. SUHARDIN, laki-laki, sekira umur 60 Tahun, Petani, Desa Kembang Seri Kec. Pino Raya Kab. Bengkulu Selatan sebanyak 1 (satu) kali di bagian paha kiri.