Aliansi SPSB Bengkulu Dorong Pengelolaan Parkir Alfamart, Sebut Bisa Serap Tenaga Kerja dan Tingkatkan PAD

Daerah125 Dilihat

BENGKULU — Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (SPSB) Bengkulu mendorong adanya pengelolaan parkir di gerai Alfamart sebagai upaya menyerap tenaga kerja sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal tersebut disampaikan Ketua Aliansi SPSB Bengkulu, Rendra Ginting, saat diwawancarai di sekretariat Aliansi SPSB Bengkulu, Selasa (15/9/2026).

Rendra menjelaskan, Aliansi SPSB Bengkulu terdiri dari 22 organisasi, termasuk empat asosiasi parkir. Menurutnya, keberadaan juru parkir (jukir) merupakan bagian dari perjuangan aliansi dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan buruh.

“Walaupun namanya Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh, juru parkir juga merupakan bagian di dalam kami,” ujar Rendra.

Dorong Penyerapan Tenaga Kerja

Rendra mengatakan, pihaknya meminta Pemda Kota Bengkulu agar pengelolaan parkir di Alfamart dapat dilakukan secara resmi dan tertib. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Ia menilai, Alfamart merupakan jaringan toko nasional yang terus berkembang sehingga memiliki potensi dalam menyerap tenaga kerja.

“Sampai hari ini saja, itu bisa menyerap tenaga kerja sekitar 160 orang. Artinya, ada rekan-rekan kita, saudara-saudara kita yang bisa bekerja di sana,” katanya.

Rendra menambahkan, kondisi lapangan pekerjaan di Bengkulu yang dinilai sulit menjadi salah satu alasan pihaknya mendorong pengelolaan parkir tersebut.

“Apalagi Pemda mengatakan ingin membantu rakyat. Artinya, inilah salah satu bentuk membantu rakyat agar mereka mendapatkan pekerjaan,” jelasnya.

Parkir Dinilai Beri Manfaat bagi Konsumen

Selain penyerapan tenaga kerja, Rendra menyebut keberadaan juru parkir juga dapat memberikan manfaat bagi konsumen dan lingkungan gerai.

Ia mengatakan, juru parkir dapat membantu menjaga keamanan dan ketertiban di area parkir, termasuk mengantisipasi gangguan dari orang mabuk, anak-anak yang ngelem, maupun pengamen.

Menurutnya, juru parkir juga dapat membantu mengawasi kendaraan dan barang milik konsumen yang berada di area parkir.

“Dengan adanya juru parkir, pengamanan juga bagi kita,” ungkapnya.

Rendra juga menyoroti kebersihan halaman gerai. Ia menilai, keberadaan juru parkir dapat membantu menjaga kebersihan area parkir dan halaman toko.

Pengelolaan Parkir Diharapkan Tingkatkan PAD

Lebih lanjut, Rendra mengatakan pengelolaan parkir yang tertib juga diharapkan dapat meningkatkan PAD Kota Bengkulu dari sektor pajak dan retribusi parkir.

Ia menilai, dengan adanya juru parkir dan proses pemarkiran yang jelas, perhitungan pendapatan parkir dapat lebih tertata.

“Harapan kita, dengan adanya juru parkir yang tertib dan bagus, termasuk juga di zona-zona lainnya, ini akan terjadi peningkatan PAD,” ujarnya.

Rendra menegaskan, kehadiran Aliansi SPSB Bengkulu bukan semata-mata memperjuangkan kepentingan juru parkir, tetapi juga membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan daerah.

“Intinya, peningkatan PAD,” tegasnya.

Dorong Penertiban Karcis dan Pembinaan Jukir

Rendra juga menekankan pentingnya penertiban karcis parkir, seragam, serta aturan kerja juru parkir. Menurutnya, hal tersebut diperlukan agar masyarakat mendapatkan pelayanan dari juru parkir resmi, bukan parkir liar.

Ia mengatakan, pembuatan karcis parkir seharusnya diarahkan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) karena berkaitan dengan regulasi pajak dan retribusi.

Selain itu, Aliansi SPSB Bengkulu berencana mengadakan pelatihan bagi juru parkir yang bergabung dalam aliansi secara berkala, yakni setiap dua bulan.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) juru parkir, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada konsumen dan masyarakat.

“Juru parkir yang bergabung dengan kita akan kita berikan pelatihan-pelatihan ke depan, supaya menjadi juru parkir yang profesional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *