Dorong Transformasi Pengelolaan Zakat, BAZNAS RI Tekankan Sinergi BAZNAS se-Provinsi Bengkulu

Daerah65 Dilihat

Bengkulu, 30 OKTOBER 2026 – Transformasi pengelolaan zakat di daerah membutuhkan komitmen bersama dan sinergi yang berkelanjutan. Hal tersebut menjadi salah satu penekanan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia saat melaksanakan pembinaan terhadap BAZNAS Provinsi Bengkulu, Jumat (30/10/2026).

Bertempat di Ruang Media Center Kantor BAZNAS Provinsi Bengkulu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Pembinaan dihadiri Pimpinan Bidang Pengawasan dan Pengendalian BAZNAS RI, Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., bersama Kepala Bagian Pembinaan Daerah, H. Putra Erianton, Lc. Sementara dari BAZNAS Provinsi Bengkulu hadir Ketua BAZNAS, H. Yulkamra, M.Pd., didampingi Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, dan Wakil Ketua III.

Dalam kesempatan itu, Neyla Saida Anwar menyampaikan bahwa penguatan BAZNAS daerah harus dimulai dari kesamaan visi, koordinasi yang efektif, serta tanggung jawab kelembagaan yang berjalan secara berkesinambungan.

Ia menyoroti posisi strategis BAZNAS Provinsi sebagai penggerak pembinaan bagi BAZNAS Kabupaten/Kota. Oleh karena itu, kondisi dan perkembangan seluruh BAZNAS di wilayah provinsi perlu menjadi perhatian bersama.

“Untuk menguatkan BAZNAS daerah, maka BAZNAS Provinsi Bengkulu bertanggung jawab terkait kondisi BAZNAS Kabupaten/Kota, baik dari aspek penghimpunan, pendistribusian, keuangan, maupun sumber daya manusia (SDM). Dengan demikian, harus saling menguatkan antara BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota dalam mencapai target nasional,” jelas Neyla.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan tidak cukup hanya dilakukan pada aspek penghimpunan dana zakat. Pembenahan juga harus mencakup sistem pendistribusian, tata kelola keuangan, serta peningkatan kapasitas SDM agar seluruh proses pengelolaan ZIS dapat berjalan secara profesional dan akuntabel.

Pembinaan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi BAZNAS daerah agar semakin adaptif, solid, dan memiliki kinerja kelembagaan yang lebih baik.

Dengan adanya koordinasi dan pembinaan yang konsisten, BAZNAS Provinsi Bengkulu diharapkan mampu memperkuat hubungan kerja dengan BAZNAS Kabupaten/Kota sehingga potensi zakat di daerah dapat dikelola secara maksimal.

Pada akhirnya, transformasi kelembagaan tersebut bukan hanya berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi, tetapi juga pada semakin luasnya manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *