Dongkrak Harga dan Pendapatan Petani, Lebong Perkuat Hilirisasi Kopi

Daerah106 Dilihat

Kepahiang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong mulai memperkuat langkah hilirisasi kopi untuk mengubah potensi komoditas perkebunan tersebut menjadi sumber nilai tambah yang lebih besar bagi daerah dan petani. Tak hanya mengejar peningkatan produksi, pengembangan kopi diarahkan hingga ke tahap pengolahan dan pemasaran untuk membuka pasar yang lebih luas, termasuk peluang menembus pasar internasional.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lebong H. Azhari melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Lebong Dr. H. Syarifudin, M.Si., dalam rangkaian kegiatan Pelepasan Ekspor Perdana Kopi Bengkulu dan Bincang Kopi yang berlangsung di Kepahiang, Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema pengembangan kopi Bengkulu tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antardaerah dalam mendorong pengembangan komoditas kopi, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Sekda Lebong Syarifudin mengatakan, pengembangan komoditas kopi tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi di tingkat petani. Potensi kopi perlu diperkuat melalui pengolahan, peningkatan kualitas, hingga perluasan akses pasar agar mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.

“Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya kita untuk memperkuat ekosistem kopi, mulai dari petani, pengolahan hingga pemasaran. Harapannya, potensi kopi di Lebong dan daerah lainnya di Bengkulu dapat memberikan nilai tambah dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani,” ujar Syarifudin.

Menurutnya, Kabupaten Lebong memiliki potensi kopi yang masih sangat terbuka untuk dikembangkan, baik dari sisi produksi maupun kualitas. Karena itu, peningkatan kapasitas petani menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian, disertai perbaikan mutu pascapanen dan pengembangan produk olahan kopi.

Upaya tersebut dinilai penting agar kopi yang dihasilkan petani tidak berhenti sebagai komoditas bahan mentah dengan nilai jual terbatas. Melalui pengolahan dan diversifikasi produk, kopi dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sekaligus membuka peluang usaha baru di daerah.

Kerja sama antardaerah yang dilakukan tersebut mencakup penguatan rantai pasok, pemberdayaan petani, pengembangan hilirisasi produk, serta pemasaran secara terpadu. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing kopi Bengkulu.

Syarifudin menambahkan, pengembangan hilirisasi kopi juga perlu melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keterlibatan UMKM diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak produk olahan kopi yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

“Kalau produk kopi dapat dikembangkan dan diolah dengan baik, peluang pasarnya akan semakin luas, tidak hanya di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga berpotensi menembus pasar internasional,” katanya.

Rangkaian Pelepasan Ekspor Perdana Kopi Bengkulu dan Bincang Kopi di Kepahiang menjadi salah satu momentum untuk memperlihatkan potensi kopi Bengkulu sekaligus mendorong penguatan jejaring usaha dan pemasaran komoditas tersebut.

Pemkab Lebong berharap sinergi antardaerah dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penguatan sektor kopi diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing komoditas daerah, tetapi juga menjadi salah satu motor penggerak ekonomi serta berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *