Pekan QRIS Nasional 2026, BI Bengkulu Dorong Transaksi Digital yang Aman

Bengkulu — Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu mendorong masyarakat untuk semakin memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam aktivitas transaksi sehari-hari, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap keamanan dan perlindungan konsumen dalam transaksi digital.

Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, dalam kegiatan QRISperience Week Bengkulu 2026 dalam rangka Pekan QRIS Nasional 2026 yang berlangsung di The Avenue, Bencoolen Mall Lantai I, Kamis (13/8).

Kegiatan yang berlangsung pada 13–14 Agustus 2026 tersebut mengusung tema “Pakai QRIS untuk Indonesia Maju” dengan semangat “Bengkulu Pacak Digital”.

Muhammad Irfan mengatakan, kehadiran QRIS tidak hanya memberikan pilihan pembayaran yang lebih praktis, tetapi juga telah mendorong perubahan gaya hidup masyarakat dalam bertransaksi.

“QRIS tidak sekadar menambah opsi pembayaran bagi kita semua, tetapi juga mengubah gaya hidup dan kebiasaan kita. Dahulu kita sering membawa dompet ke mana-mana. Namun sekarang, ketika keluar rumah dan tidak membawa handphone, rasanya pasti ada yang kurang,” ujar Irfan.

Ia menjelaskan, hingga Juni 2026, lebih dari 309 ribu masyarakat di Provinsi Bengkulu telah rutin menggunakan QRIS. Penggunaan tersebut didukung lebih dari 257 ribu merchant yang tersebar di Provinsi Bengkulu.

Menurutnya, angka tersebut menjadi bukti bahwa digitalisasi transaksi di Bengkulu terus berkembang. Namun, perkembangan ekosistem pembayaran digital harus diikuti dengan penguatan perlindungan konsumen.

“Selain memberikan kemudahan dalam bertransaksi, digitalisasi juga menghadirkan risiko terkait perlindungan konsumen yang harus terus diperkuat,” katanya.

Karena itu, BI Bengkulu ingin masyarakat tidak hanya mampu menggunakan QRIS, tetapi juga memahami fitur keamanan yang tersedia, mengenali berbagai modus penipuan, serta mengetahui mekanisme pelaporan apabila mengalami atau menemukan permasalahan dalam transaksi digital.

“Kami ingin masyarakat di Provinsi Bengkulu tidak hanya mampu menggunakan QRIS, tetapi juga memahami fitur-fitur keamanannya, menyadari adanya berbagai modus penipuan yang mungkin terjadi, serta mengetahui ke mana harus melaporkan apabila menemukan atau mengalami hal tersebut,” jelasnya.

Pemprov Bengkulu Dorong Peningkatan Penggunaan QRIS

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, turut menghadiri kegiatan QRISperience dalam rangka Pekan QRIS Nasional 2026 yang dilaksanakan di The Avenue, Bencoolen Mall Lantai I, Kamis (13/8).

R.A. Denni menyampaikan, implementasi QRIS saat ini telah bergerak dari tahap membangun kesadaran menuju peningkatan penggunaan.

Menurutnya, agenda ke depan tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah pengguna dan merchant, tetapi juga memperluas frekuensi transaksi serta memperkuat pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan keamanan pembayaran digital.

Hal tersebut dinilai penting agar transformasi digital tidak hanya terlihat dari pertumbuhan jumlah pengguna dan merchant, tetapi juga dari semakin seringnya masyarakat menggunakan pembayaran digital dalam berbagai aktivitas ekonomi.

Dalam kegiatan Pekan QRIS Nasional 2026, BI Bengkulu memadukan edukasi perlindungan konsumen dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan komunitas.

Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain Mobile Legends Tournament, tari kreasi, lomba konten kreator, Ranking 1, serta lomba mewarnai untuk anak-anak.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengunjungi berbagai booth UMKM unggulan, layanan Samsat Digital, informasi perbankan dari anggota Badan Musyawarah Perbankan Daerah, hingga layanan PT Pos Indonesia.

Irfan juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu yang dinilai terus mendorong transformasi digital dalam pelayanan publik.

Ia menyebut seluruh pemerintah daerah di Provinsi Bengkulu saat ini telah berada dalam kategori digital. Sejumlah terobosan layanan publik juga telah dilakukan, di antaranya melalui aplikasi SIPADEK di Kota Bengkulu dan SIAP di Kabupaten Kepahiang.

“Hal ini merupakan wujud nyata kemudahan layanan publik yang patut kita banggakan,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, BI Bengkulu juga memberikan apresiasi kepada para pelaku dan pihak yang berkontribusi dalam mendorong digitalisasi di Provinsi Bengkulu melalui sejumlah penghargaan, termasuk QRIS Jelajah Indonesia (QJI) dan QRIS Banking Risk.

Rangkaian Pekan QRIS Nasional 2026 di Bengkulu diharapkan semakin memperkuat ekosistem pembayaran digital sekaligus meningkatkan literasi masyarakat agar dapat bertransaksi secara cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Dengan mengusung semangat “Pakai QRIS untuk Indonesia Maju”, kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong masyarakat Bengkulu semakin “Pacak Digital” dan menjadikan transaksi digital sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *