Kaur – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 108 Kelompok 194 Universitas Bengkulu (UNIB) menggelar pelatihan pembuatan eco print bagi ibu-ibu di Desa Padang Baru, Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini bertujuan mendorong pemberdayaan perempuan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan potensi alam lokal melalui pengolahan limbah dedaunan menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis.
Pelatihan tersebut memanfaatkan beragam jenis daun yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar desa sebagai bahan utama untuk menghasilkan motif alami pada kain. Dengan teknik eco print, peserta diajarkan cara menciptakan corak dan warna alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis, sehingga proses produksinya lebih ramah lingkungan dan mendukung upaya pelestarian alam.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari ibu-ibu Desa Padang Baru yang mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan antusias. Selain menjadi media edukasi mengenai pemanfaatan limbah organik, pelatihan ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha kreatif berbasis ekonomi hijau yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Periode 108 Kelompok 194 Desa Padang Baru, Eka Bintang Pramana, mengatakan bahwa pelatihan eco print merupakan salah satu program kerja yang dirancang untuk mengintegrasikan pengelolaan limbah organik dengan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
“Kami melihat potensi dedaunan di Desa Padang Baru sangat melimpah, namun sering kali hanya menjadi limbah yang dibakar. Melalui pelatihan eco print ini, kami ingin mengajak ibu-ibu memanfaatkan daun-daun tersebut menjadi karya seni pada kain yang memiliki nilai estetika dan nilai jual. Harapan kami, selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, keterampilan ini juga dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha kreatif dan menambah pendapatan keluarga secara mandiri,” ujar Eka.

Sementara itu, Hubungan Masyarakat (Humas) KKN Kelompok 194 UNIB Desa Padang Baru, Alfarrel Zuhri Putra, menilai tingginya antusiasme peserta menjadi modal penting dalam mengembangkan eco print sebagai produk unggulan desa.
“Antusiasme ibu-ibu Desa Padang Baru selama pelatihan sangat luar biasa. Mereka cepat memahami proses pembuatan eco print, mulai dari pemilihan daun, penyusunan motif hingga menghasilkan cetakan alami pada kain. Kami juga berkomitmen membantu mempromosikan hasil karya mereka agar dikenal lebih luas. Harapannya, eco print ini dapat berkembang menjadi produk khas Desa Padang Baru yang ramah lingkungan, memiliki nilai seni, dan mampu bersaing di pasar,” ungkap Alfarrel.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNIB Periode 108 Kelompok 194 berharap keterampilan eco print dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Padang Baru sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan produk kerajinan yang ramah lingkungan, bernilai tambah, serta mendukung pelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Kaur.











