INKINDO Bengkulu Dorong Konsultan Adaptif Hadapi Perkembangan AI dan Perubahan Arah Pembangunan

Daerah14 Dilihat

Bengkulu — Dewan Pengurus Provinsi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (DPP INKINDO) Bengkulu menggelar Rapat Kerja Provinsi (RAKERPROV) Tahun 2026 di Hotel Santika Bengkulu, Senin (31/8/2026).

Mengusung tema “Membangun Kebersamaan dan Keakraban serta Profesionalisme Konsultan untuk Mewujudkan INKINDO Bengkulu yang Adaptif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran pengurus dan anggota untuk menyusun serta menyepakati arah program kerja organisasi selama empat tahun ke depan.

Ketua DPP INKINDO Bengkulu, Ir. Dwi Oktarini, ST., MM., MT., mengatakan RAKERPROV digelar agar seluruh anggota memahami arah kebijakan dan program yang akan dijalankan pengurus selama masa kepengurusan empat tahun.

“Rapat kerja ini penting agar seluruh anggota mengetahui apa yang akan dilakukan pengurus selama empat tahun ke depan. Salah satu fokus kita adalah meningkatkan kemampuan dan daya saing anggota, sekaligus mendorong anggota agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi saat ini,” ujar Dwi.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang yang harus direspons oleh para konsultan.

“Perkembangan AI hari ini sangat cepat dan luar biasa. Ini tidak boleh kita tinggalkan. Karena itu, DPP mendorong adanya workshop dan pelatihan AI bagi anggota,” katanya.

Dwi menjelaskan, pemanfaatan AI tidak hanya berkaitan dengan mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas pekerjaan konsultan, termasuk dalam mendukung perencanaan pembangunan dan infrastruktur di Bengkulu.

Untuk meningkatkan kapasitas anggota, DPP INKINDO Bengkulu juga mendorong kerja sama dengan DPP INKINDO di daerah lain, khususnya DPP INKINDO DKI Jakarta yang dinilai telah cukup intensif dalam mengembangkan program peningkatan kapasitas dan pemanfaatan teknologi AI.

“Kita berharap Bengkulu juga bisa melakukan hal yang sama. Jangan sampai kita tertinggal. Kita harus terus meningkatkan kemampuan anggota agar mampu mengikuti perkembangan teknologi,” jelasnya.

Selain perkembangan teknologi, Dwi menilai konsultan juga harus mampu membaca arah kebijakan pemerintah. Menurutnya, perubahan prioritas pembangunan yang mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat justru membuka ruang bagi konsultan untuk mengambil peran lebih luas.

Ia mencontohkan program penanaman jagung yang membutuhkan dukungan infrastruktur agar dapat berjalan secara optimal.

“Kalau pemerintah mendorong program pertanian, tentu tetap membutuhkan infrastruktur, termasuk irigasi. Di situlah konsultan dapat mengambil peran. Jadi, kita jangan melihat konstruksi secara terlalu kaku hanya pada dunia konstruksi, tetapi harus melihat ke mana arah kebijakan pemerintah dan kebutuhan pembangunan,” ungkapnya.

Dwi menegaskan, konsultan harus mampu menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung keberhasilan pembangunan.

“Sebagai konsultan, kita harus adaptif dan mampu menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan pembangunan. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kompetensi anggota menjadi sangat penting,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan tenaga profesional lokal. Menurutnya, tenaga ahli dari luar daerah masih dapat dilibatkan pada tahap awal untuk berbagi pengalaman dan transfer pengetahuan. Namun, dalam jangka panjang, Bengkulu harus mampu mencetak dan mengembangkan tenaga profesional sendiri.

“Tenaga kerja jangan terus-menerus diimpor. Pada awalnya mungkin kita masih membutuhkan tenaga dari luar untuk belajar, tetapi ke depan kita harus mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Kita harus memiliki tenaga profesional yang kompeten dan berdaya saing,” tegas Dwi.

Dalam kegiatan RAKERPROV tersebut, keterlibatan vendor juga menjadi bagian yang dinilai penting dalam mendukung peningkatan pengetahuan para konsultan. Para vendor diharapkan tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga memberikan edukasi mengenai keunggulan, fungsi, serta penerapan produk yang mereka tawarkan.

Dengan demikian, konsultan dapat memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menentukan produk yang sesuai untuk kebutuhan perencanaan maupun pembangunan, dengan tetap mempertimbangkan aspek kualitas dan kemampuan anggaran.

Dwi berharap RAKERPROV INKINDO Bengkulu Tahun 2026 tidak hanya menghasilkan program kerja organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, profesionalisme, dan daya saing seluruh anggota.

“Kita ingin INKINDO Bengkulu menjadi organisasi yang adaptif, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *