Bencoolen Fest 2026 Resmi Dibuka, BI Tekankan UMKM Tak Cukup Diberi Modal, Pasar Harus Diperluas

Bank Indonesia35 Dilihat

Bengkulu — Bencoolen Fest 2026 resmi dibuka di Bengkulu Indah Mall (BIM), Jumat (9/10/2026). Berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (11/10/2026), festival yang diinisiasi Bank Indonesia Provinsi Bengkulu bersama berbagai mitra ini diarahkan menjadi ruang promosi, perluasan pasar, dan penguatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Pembukaan festival ditandai dengan pernyataan resmi pembukaan oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang diwakili Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R.A. Denny, S.H., M.M. Kegiatan ini turut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi pemerintah daerah, Bank Indonesia, sektor perbankan, komunitas, dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bengkulu.

Di tengah tantangan pengembangan usaha kecil, Bencoolen Fest 2026 membawa pesan penting: UMKM tidak cukup hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga harus memiliki pasar agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Pesan tersebut ditegaskan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, dalam sambutannya. Menurutnya, pembiayaan bukan satu-satunya jawaban atas persoalan yang dihadapi UMKM. Pemberian kredit tanpa diiringi peningkatan produktivitas dan akses pasar justru berisiko menjadi beban bagi pelaku usaha.

“UMKM akan dapat tumbuh secara berkelanjutan apabila produk yang dihasilkan mampu terserap dengan baik oleh pasar, memiliki jangkauan pemasaran yang lebih luas, dan dapat diterima oleh masyarakat,” ungkap Irfan, Jum’at (9/10/2026).

Karena itu, Bencoolen Fest tidak hanya dirancang sebagai ajang pameran produk, tetapi juga sebagai sarana mempertemukan pelaku UMKM dengan konsumen, memperluas jangkauan pemasaran, serta membuka peluang transaksi secara langsung.

BI Dorong UMKM Naik Kelas, Bukan Sekadar Bertahan

Irfan menjelaskan, pengembangan UMKM merupakan bagian penting dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sistem keuangan yang kuat, menurutnya, harus mampu menopang kegiatan usaha dari berbagai skala, termasuk UMKM yang menjadi fondasi penting perekonomian daerah.

Melalui Bencoolen Fest 2026, Bank Indonesia mendorong penguatan UMKM melalui sejumlah pendekatan, mulai dari promosi produk, peningkatan kualitas, digitalisasi transaksi, hingga perluasan akses pasar.

Selama tiga hari pelaksanaan, festival menghadirkan sejumlah agenda utama, yakni promosi wastra dan fashion lokal, pengembangan kopi Bengkulu, serta akselerasi digitalisasi dan inklusi keuangan.

Pada sektor wastra dan fashion, peragaan busana digelar selama tiga malam dengan melibatkan berbagai organisasi perempuan dan sektor perbankan. Kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan eksposur produk lokal sekaligus memperluas peluang pasar bagi para pelaku usaha fashion di Bengkulu.

Sementara itu, sektor kopi mendapat perhatian melalui kompetisi latte art dan manual brew, serta diskusi mengenai peningkatan kualitas dan pengembangan usaha kopi lokal. Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai tambah kopi Bengkulu, mulai dari kualitas produk hingga penyajiannya kepada konsumen.

Festival juga menghadirkan edukasi digitalisasi UMKM, pengalaman bertransaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), pengenalan QRIS lintas negara atau cross-border, serta layanan perbankan dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.

Irfan mengajak masyarakat memanfaatkan festival tersebut dengan membeli produk UMKM dan menggunakan QRIS dalam transaksi.

Menurutnya, transaksi digital tidak hanya menawarkan kemudahan pembayaran, tetapi juga membantu membangun rekam jejak transaksi usaha yang dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan perbankan dalam menilai kelayakan calon penerima pembiayaan.

Dengan demikian, digitalisasi diharapkan tidak berhenti pada penggunaan teknologi pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun usaha yang lebih tertata dan memiliki akses lebih luas terhadap layanan keuangan formal.

Pemprov Bengkulu: Festival Harus Menggerakkan Uang di Masyarakat

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melalui Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R.A. Denny, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Bengkulu dan seluruh mitra penyelenggara atas terselenggaranya Bencoolen Fest 2026.

Menurut Denny, festival tersebut telah berkembang menjadi agenda bersama yang mempertemukan UMKM binaan Bank Indonesia, UMKM binaan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota, sektor perbankan, komunitas, dan pelaku usaha mandiri.

Kolaborasi tersebut mencerminkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Denny menegaskan, kegiatan seperti Bencoolen Fest perlu terus didorong karena dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung. Ketika sebuah kegiatan mampu menarik kunjungan masyarakat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara, tetapi juga pedagang, pelaku UMKM, dan sektor usaha lain yang terlibat.

“Ketika suatu kegiatan diselenggarakan dan masyarakat datang berkunjung, mereka tidak hanya menikmati acara, tetapi juga berbelanja dan melakukan transaksi ekonomi. Dengan demikian, uang berputar di tengah masyarakat dan memberikan manfaat bagi para pelaku usaha lokal,” pesan RA. Deny mewakili Gubernur Bengkulu.

Ia juga mencontohkan Festival Tabut yang selama ini menjadi salah satu daya tarik wisata Bengkulu. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa perputaran uang selama penyelenggaraan Festival Tabut dapat mencapai sekitar Rp26 miliar.

Angka tersebut menggambarkan besarnya potensi kegiatan budaya dan pariwisata dalam mendorong perdagangan, memperkenalkan produk lokal, serta membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Selain itu, Denny menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui program Semarak Merah Putih yang dirancang berlangsung selama 100 hari di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

Program tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan memberikan ruang bagi aktivitas masyarakat dan pelaku UMKM untuk berkembang melalui berbagai kegiatan ekonomi di daerah.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap pola kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dapat terus dikembangkan agar manfaat ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada kegiatan tertentu, tetapi juga dirasakan oleh pelaku usaha lokal.

Kolaborasi Harus Berujung pada Transaksi dan Keberlanjutan Usaha

Denny turut mengapresiasi peran Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan UMKM melalui edukasi, pendampingan, dan pembinaan. Menurutnya, upaya tersebut perlu berjalan beriringan dengan dukungan pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha, dan masyarakat.

Ia mengajak masyarakat untuk meramaikan Bencoolen Fest 2026 dengan mengunjungi stan-stan UMKM, mengenal produk lokal, dan melakukan pembelian.

Dukungan masyarakat melalui pembelian produk dinilai menjadi langkah nyata untuk membantu pelaku usaha mempertahankan keberlangsungan bisnis, meningkatkan produksi, dan memperluas pemasaran.

Di tengah keterbatasan keuangan pemerintah daerah dan tantangan perekonomian nasional, sinergi lintas sektor dinilai semakin penting. Akses pembiayaan, peningkatan kapasitas usaha, pemanfaatan teknologi, dan perluasan pasar perlu berjalan beriringan agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang.

Bencoolen Fest 2026 pun diharapkan menghasilkan manfaat yang lebih luas daripada sekadar kemeriahan acara selama tiga hari. Ukuran keberhasilannya tidak hanya terletak pada jumlah pengunjung atau banyaknya produk yang dipamerkan, tetapi juga pada transaksi yang tercipta, bertambahnya pelanggan, terbukanya peluang usaha, dan keberlanjutan bisnis para pelaku UMKM setelah festival berakhir.

Melalui kolaborasi Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Bengkulu, pemerintah kabupaten/kota, sektor perbankan, dan masyarakat, Bencoolen Fest 2026 diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi produk unggulan Bengkulu di pasar yang lebih luas.

Festival berlangsung hingga 11 Oktober 2026 di Bengkulu Indah Mall. Masyarakat diundang untuk hadir, menikmati berbagai rangkaian kegiatan, serta mendukung produk UMKM lokal sebagai bagian dari upaya bersama membangun perekonomian Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *