Jaga Stabilitas Harga, BI Bengkulu Dorong Produksi dan Pasokan Pangan Tetap Terjamin

Bank Indonesia27 Dilihat

Bengkulu – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu terus mendorong penguatan produksi dan ketersediaan pasokan pangan guna menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi di daerah.

Berdasarkan pemantauan hingga September 2026, inflasi Provinsi Bengkulu tercatat berada di kisaran 3,3 persen. Sementara itu, BI Bengkulu memproyeksikan inflasi hingga akhir 2026 berada di sekitar 3 persen.

Proyeksi tersebut mempertimbangkan perkembangan berbagai komponen pembentuk inflasi, mulai dari harga yang diatur pemerintah, inflasi inti, hingga kelompok pangan bergejolak.

Komoditas pangan menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menjaga stabilitas harga. Oleh karena itu, kesinambungan produksi dan kecukupan pasokan harus terus dijaga agar tidak memicu gejolak harga di pasaran.

“Produksi cabai, padi, dan komoditas strategis lainnya perlu dijaga agar tetap baik sehingga pasokannya cukup dan stabilitas harga dapat terpelihara,” jelasnya.

Upaya menjaga stabilitas harga tersebut membutuhkan sinergi berbagai pihak, terutama dalam memastikan ketersediaan komoditas pangan strategis dan menjaga kelancaran distribusi dari tingkat produsen hingga konsumen.

Selain pengendalian inflasi, penguatan perekonomian daerah juga perlu didukung melalui peningkatan produksi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perluasan investasi, serta peningkatan ekspor.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

BI Bengkulu berharap sinergi pengendalian inflasi dan penguatan sektor ekonomi produktif dapat terus ditingkatkan agar perekonomian Provinsi Bengkulu tetap tumbuh di tengah dinamika ekonomi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *