Bengkulu – Rangkaian acara Bencoolen Fest 2026 menghadirkan talkshow bertajuk “Bengkulu Go Digital: UMKM Naik Kelas, Pasar Makin Luas” pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Coach Ade Idas sebagai narasumber untuk berbagi strategi digitalisasi dan pemasaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Talkshow tersebut menargetkan 150 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM dan masyarakat umum. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi pelaku usaha untuk memahami pemanfaatan teknologi digital dalam mengembangkan bisnis, memperluas jangkauan pemasaran, dan meningkatkan daya saing usaha.

Dalam pemaparannya, Coach Ade Idas menekankan pentingnya membangun branding dan menentukan target pasar sebagai langkah awal dalam mengembangkan usaha melalui platform digital. Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan peluang lebih besar bagi pelaku UMKM rumahan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat tanpa harus mengeluarkan modal pemasaran yang besar.
Coach Ade Idas berbagi pengalaman bahwa membangun bisnis dari skala rumahan memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam memperkenalkan produk kepada calon pelanggan. Namun, kehadiran media sosial dan marketplace kini memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produk sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.
Branding dan Target Pasar Jadi Kunci
Dalam sesi diskusi, Coach Ade Idas menjelaskan bahwa pelaku UMKM perlu memahami siapa target konsumen yang ingin dijangkau sebelum menentukan strategi pemasaran.
Sebagai contoh, pelaku usaha makanan ringan harus menentukan apakah produknya ditujukan untuk jajanan anak-anak, oleh-oleh khas daerah, atau camilan keluarga. Penentuan segmen pasar tersebut akan membantu pelaku usaha menyusun konten promosi yang lebih tepat sasaran.
Selain membangun branding bisnis, ia juga menyoroti pentingnya personal branding. Menurutnya, citra pemilik usaha dan citra bisnis dapat dibangun secara bersamaan agar masyarakat tidak hanya mengenal produknya, tetapi juga mengetahui sosok di balik usaha tersebut.
Coach Ade Idas turut mendorong pelaku UMKM agar tidak takut memulai membuat konten promosi, meskipun masih memiliki keterbatasan peralatan dan kemampuan teknis.
“Mulai aja dulu,” menjadi pesan utama yang ditekankan dalam pemaparannya. Pelaku usaha tidak perlu menunggu semuanya sempurna untuk memperkenalkan produk melalui media sosial.
Ia mengingatkan bahwa konten sederhana yang menampilkan produk, proses produksi, dan aktivitas usaha dapat menjadi langkah awal membangun kepercayaan konsumen. Khusus untuk produk makanan, kebersihan dan higienitas perlu diperhatikan agar konsumen merasa yakin terhadap kualitas produk yang ditawarkan.
Manfaatkan AI untuk Membantu Promosi
Selain media sosial dan marketplace, Coach Ade Idas juga membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu pelaku UMKM membuat konten pemasaran.
Teknologi AI, seperti ChatGPT, dapat digunakan untuk mencari ide promosi, menyusun deskripsi produk, dan membuat caption media sosial yang menarik. Dengan bantuan teknologi tersebut, pelaku UMKM yang belum terbiasa menulis materi promosi dapat lebih mudah menghasilkan konten sesuai kebutuhan bisnisnya.
Meski demikian, hasil yang dibuat dengan bantuan AI tetap perlu disesuaikan dengan karakter usaha dan kondisi produk sebenarnya. Kejujuran dalam menyampaikan informasi menjadi hal penting agar promosi tidak menimbulkan ekspektasi yang keliru di kalangan konsumen.
Coach Ade Idas juga menyarankan pelaku UMKM mempelajari konten dari bisnis sejenis sebagai sumber inspirasi. Konten yang mendapatkan banyak perhatian dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memahami tren dan minat konsumen, kemudian dikembangkan menjadi konten orisinal sesuai identitas bisnis masing-masing.
Media Sosial dan Marketplace Perlu Dioptimalkan
Dalam upaya memperluas pasar, media sosial dan marketplace dapat dimanfaatkan secara saling melengkapi.
Media sosial berfungsi untuk memperkenalkan produk, membangun kedekatan dengan calon pelanggan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap merek. Sementara itu, marketplace memudahkan konsumen menemukan produk dan melakukan transaksi pembelian.

Bagi pelaku UMKM rumahan yang memiliki keterbatasan modal, strategi pemasaran digital dapat dimulai dengan memanfaatkan perangkat yang sudah tersedia, seperti telepon genggam, untuk membuat foto dan video produk.
Konsistensi dalam membuat konten, memahami kebutuhan konsumen, serta mengevaluasi respons pasar juga menjadi bagian penting dalam mengembangkan strategi pemasaran digital.
Melalui talkshow “Bengkulu Go Digital: UMKM Naik Kelas, Pasar Makin Luas”, Bencoolen Fest 2026 menghadirkan ruang pembelajaran bagi pelaku UMKM dan masyarakat umum untuk memahami peluang digitalisasi dalam dunia usaha.
Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan profesionalisme, memperluas jangkauan pasar, serta mengembangkan bisnis secara lebih efektif dan berkelanjutan.





