Bengkulu — Rektor Universitas Bengkulu (UNIB), Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., memaparkan sejumlah capaian dan arah pengembangan universitas dalam satu tahun kepemimpinannya periode 2025–2029. Penguatan publikasi ilmiah, kerja sama, peningkatan pendapatan non-UKT, hingga pengembangan usaha universitas menjadi sejumlah fokus yang terus didorong.
Hal tersebut disampaikan Prof. Indra dalam kegiatan Coffee Morning bersama mitra media Universitas Bengkulu, Selasa (6/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa aktivitas penelitian di UNIB terus berkembang dan diharapkan berdampak pada peningkatan publikasi ilmiah, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Sekarang ini banyak penelitian yang sedang berlangsung. Sebagian penelitian tersebut dipresentasikan dalam seminar internasional dan nantinya juga menghasilkan publikasi internasional. Publikasi ini akan menambah jumlah publikasi kita,” ujar Prof. Indra.
Selain publikasi internasional, UNIB terus mendorong publikasi pada jurnal nasional terakreditasi yang masuk dalam sistem Science and Technology Index (SINTA). Saat ini, kata dia, publikasi UNIB yang terindeks SINTA mencapai 553 publikasi.
Jika digabungkan dengan 178 publikasi lainnya, jumlah publikasi UNIB telah mendekati 700 hingga 800 publikasi. Angka tersebut dinilai sudah mendekati jumlah dosen yang dimiliki universitas.
“Keinginan kita, jumlah publikasi ini lebih banyak dibandingkan jumlah dosen. Paling tidak rasionya satu banding satu. Jadi satu dosen setara dengan satu publikasi jurnal, baik pada jurnal nasional maupun jurnal internasional,” jelasnya.
Perkuat Kerja Sama
Di bidang kerja sama, Prof. Indra menyebut UNIB telah memiliki 26 Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan sepanjang 2026. Selain itu, sejumlah kerja sama lainnya masih dalam tahap proses.
Salah satu kerja sama yang sedang diinisiasi berkaitan dengan pengembangan proyek di Kabupaten Kepahiang. UNIB ingin mengambil peran melalui kontribusi akademik, termasuk pemetaan sosial atau social mapping.
Menurut Prof. Indra, pemetaan sosial diperlukan untuk melihat kebutuhan masyarakat yang berada di sekitar wilayah proyek atau ring satu. Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan menentukan bentuk kontribusi dan program pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat.
Tingkatkan Pendapatan Non-UKT
Prof. Indra juga mengungkapkan bahwa perguruan tinggi saat ini didorong untuk meningkatkan proporsi pendapatan yang berasal dari sektor non-UKT. Selama ini, salah satu sumber pendapatan utama perguruan tinggi berasal dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa.
Untuk itu, UNIB mulai memperkuat Badan Pengembangan Usaha Universitas Bengkulu (BPU) yang diharapkan mampu mengelola aset universitas agar memiliki nilai ekonomi lebih optimal sekaligus mengembangkan berbagai potensi usaha.
Salah satu konsep yang dikembangkan adalah social space dan working space yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini.
“Mahasiswa sekarang membutuhkan tempat untuk bekerja dan belajar. Mereka membawa laptop, kemudian membutuhkan kopi, makanan ringan, colokan listrik dan Wi-Fi. Kalau fasilitas itu tersedia, mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk belajar maupun bekerja,” katanya.
Menurutnya, pola tersebut juga terlihat di sejumlah kafe di luar kampus. Mahasiswa dapat memesan satu minuman, tetapi kemudian menggunakan tempat tersebut selama tiga hingga empat jam untuk mengerjakan tugas atau berdiskusi.
“Konsep seperti itu juga ingin kita kembangkan di kampus,” ujar Prof. Indra.
Ia mencontohkan fasilitas yang mulai tersedia di area bawah perpustakaan UNIB. Di kawasan tersebut telah tersedia ruang dan fasilitas yang mendukung mahasiswa untuk berkumpul sekaligus bekerja.
Prof. Indra berharap fasilitas tersebut tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas mahasiswa dan sivitas akademika.
“Kita ingin produktivitasnya seperti itu. Teman-teman berkumpul, berdiskusi, menulis, dan menghasilkan karya,” tuturnya.
Pertahankan Tata Kelola
Selain pengembangan akademik dan usaha, Prof. Indra menegaskan UNIB tetap berkomitmen mempertahankan tata kelola keuangan dan kinerja institusi.
UNIB mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan keuangan. Sementara itu, kinerja universitas yang dinilai oleh kementerian juga memperoleh predikat A.
“Ini yang memberikan nilai adalah kementerian. Tentu capaian ini akan terus kita pertahankan dan tingkatkan,” kata Prof. Indra.
Dalam satu tahun kepemimpinannya, Prof. Indra juga menegaskan bahwa UNIB akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan mitra strategis lainnya.
Ia menyampaikan bahwa UNIB memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan Provinsi Bengkulu.
“UNIB hadir untuk Bengkulu. Kita ingin terus memberikan kontribusi bagi daerah melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, dan kerja sama yang berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.





