Mafindo Bengkulu Jajaki Kerja Sama dengan UINFAS, Perkuat Literasi Digital dan Edukasi Antihoaks

Daerah55 Dilihat

Bengkulu – Sekretaris DPW Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) Bengkulu, Iud Dwi Mursito, melakukan kunjungan ke Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu, Senin (10/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama antara Mafindo Bengkulu dan UINFAS Bengkulu, khususnya dalam memperkuat literasi digital serta edukasi antihoaks di lingkungan perguruan tinggi.

Kedatangan Iud Dwi Mursito diterima langsung oleh Wakil Rektor III UINFAS Bengkulu, Dr. Rahmad Ramdhani, M.Sos.I. Dalam pertemuan tersebut, Mafindo Bengkulu menyampaikan ajakan untuk membangun kolaborasi dalam meningkatkan kemampuan literasi digital, cek fakta, serta ketahanan masyarakat menghadapi penyebaran hoaks, penipuan digital dan berbagai bentuk disinformasi.

Iud mengatakan, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi muda yang kritis dan bertanggung jawab ketika menerima maupun menyebarkan informasi di ruang digital.

«“Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka juga perlu memiliki kemampuan untuk memeriksa informasi, memahami risiko di ruang digital, dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab,” ujar Iud.»

Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi semakin penting seiring pesatnya perkembangan teknologi digital, media sosial hingga kecerdasan artifisial (AI) yang membawa manfaat sekaligus tantangan baru bagi masyarakat.

Mafindo Bengkulu menawarkan sejumlah bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama UINFAS Bengkulu. Di antaranya seminar dan pelatihan literasi digital serta antihoaks, pelatihan teknik dasar cek fakta dan verifikasi informasi, hingga edukasi mengenai keamanan digital, penipuan daring dan perlindungan data pribadi.

Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada penguatan literasi kecerdasan artifisial dan pemanfaatannya secara bertanggung jawab. Mahasiswa juga berpeluang dilibatkan sebagai relawan atau kader literasi digital serta dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang literasi digital dan antihoaks.

“Harapannya nanti mahasiswa tidak hanya menjadi sasaran edukasi, tetapi juga bisa terlibat sebagai bagian dari gerakan literasi digital. Mereka bisa menjadi agen yang ikut mengedukasi masyarakat agar lebih kritis menghadapi informasi,” kata Iud.

Wakil Rektor III UINFAS Bengkulu, Dr. Rahmad Ramdhani, M.Sos.I., menyambut baik ajakan kerja sama yang disampaikan Mafindo Bengkulu.

Menurut Rahmad, kolaborasi di bidang literasi digital sejalan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini yang semakin dekat dengan media sosial, teknologi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial.

“Kami menyambut baik ajakan kerja sama ini. Literasi digital menjadi hal yang semakin penting bagi mahasiswa, terutama agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara positif, kritis dan bertanggung jawab,” ujar Rahmad.

Ia berharap penjajakan kerja sama tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui kegiatan konkret yang melibatkan mahasiswa, seperti seminar, pelatihan cek fakta, edukasi keamanan digital maupun program literasi digital lainnya.

Pertemuan Mafindo Bengkulu dan UINFAS Bengkulu sekaligus menjadi ruang awal untuk membahas bentuk serta rencana pelaksanaan kerja sama yang dapat dikembangkan kedua lembaga.

Mafindo Bengkulu berharap UINFAS Bengkulu dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam membangun ekosistem masyarakat yang lebih cerdas, kritis, aman dan tangguh dalam menghadapi derasnya arus informasi di ruang digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *