Mahasiswa KKN UNIB Periode 108 Kelompok 194 Pelopori Pengelolaan Sampah dan Pembuatan Kompos di Desa Padang Baru

Daerah203 Dilihat

Kaur – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 108 Kelompok 194 Universitas Bengkulu (UNIB) menginisiasi program pengelolaan lingkungan dan sampah di Desa Padang Baru, Kecamatan Kaur Tengah, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Program tersebut diwujudkan melalui pelatihan pembuatan pupuk kompos dari limbah kotoran ternak serta pemasangan plang edukasi dan larangan membuang sampah sembarangan di sejumlah titik rawan penumpukan sampah.

Kegiatan yang dipusatkan di salah satu area desa tersebut dihadiri oleh perangkat desa, kelompok tani, dan masyarakat yang antusias mengikuti pelatihan. Selain memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan limbah organik, warga juga diajak meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Pemerintah Desa Padang Baru memberikan apresiasi atas program yang dinilai mampu menjawab dua kebutuhan penting masyarakat, yakni peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan budaya peduli lingkungan.

“Kami sangat berterima kasih dan mendukung penuh inisiatif dari adik-adik mahasiswa KKN UNIB Periode 108 Kelompok 194. Pelatihan kompos ini membantu petani lokal, sementara pemasangan plang larangan serta edukasi waktu penguraian sampah sangat penting untuk menyadarkan warga agar tidak lagi membuang sampah sembarangan di titik rawan. Ini langkah nyata untuk Desa Padang Baru yang lebih bersih,” ujar Sriyatno, Kasi Umum yang mewakili Kepala Desa Padang Baru.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 194 Desa Padang Baru, Eka Bintang Pramana, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang secara terintegrasi sebagai solusi terhadap persoalan limbah organik dan sampah yang dihadapi masyarakat desa.

“Untuk sektor pertanian, kami mengedukasi warga mengenai formula pencampuran kotoran ternak dengan stimulan seperti EM4 dan tetes tebu sebagai starter fermentasi, serta sekam padi. Proses ini menghasilkan kompos siap pakai dalam waktu beberapa minggu. Selain itu, melihat adanya beberapa titik rawan penumpukan sampah, kami juga memasang plang larangan membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut agar kebersihan desa tetap terjaga,” jelas Eka.

Sementara itu, Hubungan Masyarakat (Humas) KKN Kelompok 194 Desa Padang Baru, Alfarrel Zuhri Putra, mengatakan bahwa mahasiswa tidak hanya memasang plang larangan, tetapi juga menyediakan papan edukasi mengenai waktu penguraian berbagai jenis sampah anorganik sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak pencemaran lingkungan.

“Kompos dari limbah ternak ini secara jangka panjang dapat memperbaiki struktur tanah. Namun, perjuangan menjaga lingkungan tidak cukup sampai di situ. Kami juga memasang plang edukasi yang menginformasikan berapa lama sampah anorganik seperti plastik dan kaleng dapat terurai secara alami di lingkungan. Kami berharap, melalui kombinasi edukasi pupuk organik dan kesadaran pengelolaan sampah ini, masyarakat Desa Padang Baru dapat terus merawat lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan bahkan setelah masa KKN kami berakhir,” ungkap Alfarrel.

Melalui program kerja yang mengintegrasikan sektor pertanian dan pelestarian lingkungan tersebut, mahasiswa KKN UNIB Periode 108 Kelompok 194 berharap dapat mendorong terwujudnya sistem pertanian organik yang lebih mandiri sekaligus menciptakan lingkungan Desa Padang Baru yang bersih, sehat, dan bebas dari penumpukan sampah. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan desa di Kabupaten Kaur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *