Keluarga Febriansyah Soroti Sejumlah Kejanggalan Kebakaran Bumi Ayu, Minta Polisi Ungkap Penyebab Kematian

Daerah14 Dilihat

Bengkulu — Keluarga Febriansyah, korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran di kawasan Bumi Ayu, Kota Bengkulu, meminta kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian korban. Pihak keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan yang perlu diungkap melalui penyelidikan menyeluruh dan pemeriksaan forensik.

Hal tersebut disampaikan Aizan Dahlan, pengacara senior sekaligus Ketua Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Bengkulu yang juga merupakan paman korban, saat memberikan keterangan kepada awak media pada Jumat malam (23/10/2026).

Aizan mengatakan, pihak keluarga telah sepakat untuk mendampingi proses autopsi forensik terhadap jenazah Febriansyah yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Pemeriksaan tersebut akan dilakukan oleh tim forensik kepolisian di Rumah Sakit Bhayangkara.

Menurut Aizan, keputusan untuk melakukan autopsi diambil karena keluarga menemukan sejumlah hal yang dinilai janggal terkait peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa korban.

“Kami melihat ada beberapa kejanggalan dalam peristiwa ini. Karena itu, kami meminta pihak kepolisian menuntaskan persoalan ini agar penyebab meninggalnya almarhum dapat terungkap dengan jelas,” ujar Aizan.

Ia menegaskan, pihak keluarga akan mengawal proses pemeriksaan bersama kuasa hukum. Keluarga juga berencana mendampingi rangkaian pemeriksaan di rumah sakit maupun peninjauan tempat kejadian perkara (TKP) bersama pihak terkait.

Aizan berharap pemeriksaan forensik dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kematian Febriansyah. Untuk sementara, pihak keluarga memilih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari tim forensik kepolisian.

Pertanyakan Aktivitas Korban Sebelum Kebakaran

Selain meminta autopsi, keluarga turut menyoroti aktivitas Febriansyah sebelum peristiwa kebakaran terjadi.

Aizan menjelaskan, berdasarkan informasi yang diketahui keluarga, korban sebelumnya menjalani aktivitas pekerjaan di kantor. Pada Kamis sebelumnya, terdapat kegiatan audit yang melibatkan pihak dari Jakarta dan manajer setempat. Kegiatan tersebut berlangsung hingga menjelang Magrib.

Korban kemudian diketahui pulang ke rumah sekitar pukul 20.00 WIB bersama rekannya, Greg.

Namun, aktivitas korban pada malam terjadinya kebakaran menjadi salah satu hal yang ingin diketahui lebih lanjut oleh keluarga. Mereka mempertanyakan alasan korban kembali ke tempat kerjanya setelah sebelumnya menyelesaikan aktivitas pekerjaan.

“Yang menjadi pertanyaan bagi kami, mengapa malam itu almarhum kembali ke tempat kerjanya, sementara sebelumnya dia sudah bekerja dan mengikuti kegiatan audit. Hal ini tentu perlu ditelusuri oleh pihak kepolisian,” katanya.

Menurut Aizan, kronologi aktivitas korban sebelum kebakaran perlu diperiksa secara menyeluruh agar rangkaian peristiwa yang berujung pada meninggalnya Febriansyah dapat diketahui dengan jelas.

Ia menegaskan, pertanyaan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya keluarga mencari kepastian mengenai kejadian yang menimpa almarhum. Pihak keluarga menyerahkan proses pengungkapan fakta kepada kepolisian melalui penyelidikan dan pemeriksaan yang diperlukan.

Soroti Keberadaan Gembok dan Ponsel Korban

Keluarga juga menyoroti keberadaan sejumlah barang yang dinilai penting untuk membantu mengungkap peristiwa tersebut, termasuk gembok di lokasi kejadian dan telepon genggam milik korban yang menurut keterangan keluarga hingga Jumat malam belum diketahui keberadaannya.

Aizan berharap pihak kepolisian dapat menelusuri persoalan tersebut dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk petugas pemadam kebakaran, untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi lokasi saat kejadian.

Selain itu, keluarga mempertanyakan mengapa jenazah korban baru ditemukan pada pagi hari, sementara peristiwa kebakaran terjadi pada malam sebelumnya.

Bagi keluarga, hal-hal tersebut menjadi bagian dari rangkaian pertanyaan yang perlu dijawab melalui penyelidikan. Meski demikian, keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan resmi untuk memastikan fakta-fakta yang berkaitan dengan penyebab kematian korban.

Keluarga Dampingi Autopsi Sabtu Pagi

Aizan memastikan pihak keluarga akan mendampingi proses autopsi terhadap jenazah Febriansyah pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Jenazah korban saat ini masih berada di ruang jenazah Dokes untuk menjalani pemeriksaan oleh tim forensik kepolisian.

“Kami akan mendampingi proses pemeriksaan besok sekitar pukul 09.00 WIB. Karena ada beberapa kejanggalan, kami menunggu hasil autopsi dari pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya almarhum,” ungkapnya.

Pada Jumat malam, pihak keluarga juga mendatangi TKP untuk melihat langsung lokasi kebakaran. Selanjutnya, keluarga berencana mendampingi proses pemeriksaan bersama kepolisian dan ahli forensik, termasuk peninjauan lokasi kejadian.

Aizan menegaskan, fokus utama keluarga saat ini adalah memperoleh kepastian mengenai penyebab meninggalnya Febriansyah. Ia berharap seluruh proses penyelidikan berjalan secara profesional dan transparan sehingga berbagai pertanyaan yang masih muncul dapat terjawab.

“Kami ingin semuanya terungkap. Bagi keluarga, yang paling utama adalah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi hingga almarhum meninggal dunia. Karena itu, kami meminta agar perkara ini ditangani secara serius dan tuntas,” tegasnya.

Hingga Jumat malam, keluarga masih menunggu pelaksanaan autopsi dan hasil pemeriksaan forensik yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pagi. Penyebab pasti kematian Febriansyah serta rangkaian peristiwa sebelum dan saat kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *