Alami Batuk Parah dan Kejang, Miya Sebut Ditolak IGD RSUD M. Yunus karena Kapasitas Penuh

Daerah213 Dilihat

Bengkulu – Seorang warga Kota Bengkulu, Miya, mengaku tidak mendapatkan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD M. Yunus pada Kamis (30/7/2026) malam. Miya mengaku diminta pulang lantaran kapasitas IGD sedang penuh, padahal dirinya datang dalam kondisi batuk parah hingga mengalami kejang.

Miya mengatakan, dirinya mendatangi RSUD M. Yunus karena batuk yang dideritanya kembali kambuh dan kondisinya semakin memburuk. Namun, setibanya di rumah sakit, ia mengaku belum sempat turun dari mobil ketika petugas yang berada di bagian penerimaan pasien menyampaikan bahwa ruang IGD sudah penuh.

“Batuk saya kambuh lagi. Baru pulang dari rumah sakit, ditolak karena katanya penuh. Belum turun dari mobil, petugas sudah bilang, ‘Maaf Bu, IGD sudah penuh’,” ujar Miya.

Menurut Miya, petugas yang menyampaikan informasi tersebut merupakan petugas di bagian penerimaan pasien yang mengenakan pakaian putih dan menggunakan masker.

Ia kemudian berusaha meminta bantuan dokter yang selama ini menangani dirinya agar berkoordinasi dengan petugas IGD. Namun hingga beberapa saat menunggu, ia mengaku belum memperoleh kepastian mengenai pelayanan yang bisa diberikan.

“Saya sampai menelepon dokter yang biasa menangani saya dan meminta tolong agar berbicara dengan petugas IGD. Namun hingga saat itu belum juga ada jawaban,” katanya.

Miya mengungkapkan, saat tiba di RSUD M. Yunus kondisinya sudah cukup memprihatinkan. Ia mengaku tidak mampu berbicara karena batuk yang tidak kunjung berhenti. Selain itu, ia merasakan kram pada perut, nyeri di tulang ekor, serta rasa sakit di hampir seluruh tubuh.

“Kondisi saya saat datang sudah cukup parah. Saya tidak bisa berbicara karena batuk terus-menerus. Perut saya kram, tulang ekor terasa ngilu, dan seluruh badan terasa sakit,” tuturnya.

Karena merasa tidak mendapatkan penanganan, Miya memutuskan mencari pertolongan ke rumah sakit lain. Namun, menurut pengakuannya, kondisi serupa juga dialaminya sehingga akhirnya memilih kembali ke rumah.

“Karena tidak mendapat tanggapan, saya memutuskan pergi ke rumah sakit lain. Namun, di sana kondisinya juga sama sehingga akhirnya saya memilih pulang ke rumah,” ungkapnya.

Hingga Kamis malam, kondisi kesehatannya disebut belum membaik. Ia mengaku masih menahan rasa sakit dan sempat mengalami kejang-kejang.

“Sampai sekarang kondisi saya masih saya tahan sendiri. Badan saya sempat kejang-kejang, dan bagian depan maupun belakang tubuh masih terasa sakit,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen RSUD M. Yunus Bengkulu belum memberikan keterangan resmi terkait pengakuan Miya tersebut. Wartawan masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak rumah sakit mengenai kondisi kapasitas IGD pada Kamis malam serta prosedur penanganan pasien yang datang saat ruang IGD dalam keadaan penuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *