Direksi PT Bengkulu Mandiri Ditarget Tunjukkan Kinerja dalam Setahun, Fokus Tarik Investasi dan Tingkatkan PAD

Daerah30 Dilihat

Bengkulu – Direktur PT Bengkulu Mandiri (PT BM) Saud Alhujjaj dan Komisaris PT BM Ade Wahyuni resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Komisaris dan Direktur PT Bengkulu Mandiri Provinsi Bengkulu, yang digelar pada Rabu (29/7/2026).

Usai pelantikan, Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan target tegas kepada jajaran direksi dan komisaris PT Bengkulu Mandiri untuk menunjukkan kinerja nyata dalam waktu satu tahun. Penegasan tersebut disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, yang menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Denni menegaskan, seluruh jajaran direksi dan komisaris harus bekerja sebagai satu tim yang solid dengan menyusun rencana kerja yang terukur, baik untuk program yang akan dijalankan pada tahun ini maupun rencana kerja tahun berikutnya.

Menurutnya, selama ini PT Bengkulu Mandiri dinilai belum memiliki arah yang jelas terkait bidang usaha yang dijalankan. Selain itu, pelaporan kepada pemerintah daerah juga belum berjalan optimal sehingga kondisi tersebut tidak boleh kembali terulang pada kepengurusan yang baru.

“PT Bengkulu Mandiri merupakan perusahaan milik Pemerintah Provinsi Bengkulu. Karena itu, setiap perkembangan dan kegiatan perusahaan wajib dilaporkan kepada Gubernur melalui Kepala Biro Perekonomian, meskipun pemerintah daerah belum dapat memberikan dukungan anggaran,” ujar Denni.

Ia mengatakan, pengalaman pada periode sebelumnya harus menjadi evaluasi sehingga seluruh jajaran manajemen diminta menunjukkan hasil kerja yang terukur. Seluruh direksi yang telah melalui proses fit and proper test juga diberikan target kinerja selama satu tahun.

Apabila target tersebut tidak tercapai, direksi diminta siap menerima konsekuensi, termasuk mengundurkan diri atau diberhentikan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami memberikan target agar mereka lebih terpacu menunjukkan kinerja terbaik dan menghasilkan manfaat nyata bagi perusahaan maupun daerah,” katanya.

Selain itu, Denni juga menekankan pentingnya pembagian tugas antar-Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya, setiap BUMD harus memiliki fokus usaha masing-masing agar tidak terjadi tumpang tindih maupun persaingan antarlembaga.

“Kalau suatu bidang sudah menjadi tugas BIMEX, maka tidak perlu lagi dikerjakan PT Bengkulu Mandiri. Semua BUMD harus saling melengkapi agar pembangunan ekonomi daerah berjalan lebih optimal,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT Bengkulu Mandiri, Saud Alhujjaj, menyatakan pihaknya siap menjawab tantangan yang diberikan pemerintah daerah. Menurutnya, target satu tahun tersebut realistis karena kepengurusan saat ini tidak memulai dari nol, melainkan melanjutkan pembenahan yang telah dilakukan selama empat tahun terakhir.

Ia mengatakan fokus utama perusahaan ke depan adalah memperluas kerja sama internasional untuk mendatangkan investasi yang mampu menggerakkan perekonomian Bengkulu.

“Kami ingin menghadirkan investor yang dapat mengembangkan potensi daerah, mulai dari sektor kelapa sawit hingga pengolahan sampah,” ujarnya.

Saud menjelaskan, pengelolaan sampah menjadi salah satu program prioritas karena persoalan tersebut merupakan isu nasional. PT Bengkulu Mandiri berperan sebagai fasilitator untuk menghadirkan investor yang memiliki teknologi modern sehingga investasi dapat masuk ke Bengkulu tanpa bergantung pada kemampuan modal perusahaan.

Teknologi yang ditawarkan mengusung konsep waste to product, berbeda dengan konsep waste to electricity yang telah banyak diterapkan di sejumlah daerah. Melalui teknologi tersebut, sampah organik dapat diolah menjadi biochar dan karbon aktif, sedangkan sampah plastik dapat dikonversi menjadi High Speed Diesel (HSD) atau bahan bakar setara solar.

Menurut Saud, satu ton sampah plastik bahkan berpotensi menghasilkan sekitar 750 liter HSD, sehingga selain membantu mengatasi persoalan lingkungan juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

“Peran kami adalah mempermudah masuknya investasi ke Bengkulu sehingga mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” katanya.

Di sisi lain, Komisaris PT Bengkulu Mandiri, Ade Wahyuni, menegaskan bahwa tugas komisaris adalah memperkuat fungsi pengawasan terhadap jalannya perusahaan. Menurutnya, jabatan komisaris merupakan amanah untuk mewakili kepentingan Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai pemegang saham tunggal.

Ia memastikan pengawasan akan difokuskan agar seluruh program perusahaan berjalan secara berkelanjutan, menghasilkan manfaat nyata, serta memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami akan terus mendorong dan mendukung direksi agar bekerja lebih cepat dan lebih efektif sehingga hasilnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat maupun pemerintah daerah,” ujar Ade.

Terkait penyertaan modal, Ade mengaku masih mempelajari kondisi internal perusahaan karena baru dilantik sebagai komisaris. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan seluruh BUMD di Bengkulu, termasuk Bank Bengkulu dan BIMEX, agar masing-masing menjalankan fungsi sesuai bidang usahanya dan saling mendukung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan kolaborasi tersebut, PT Bengkulu Mandiri diharapkan mampu menjadi motor penggerak investasi, memperkuat peran BUMD, serta meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *