Bengkulu — Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami sejumlah siswa SD Negeri 59 Kota Bengkulu pada Jumat (4/9/2026) mendapat perhatian dari Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Sembiring.
Usin meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan investigasi menyeluruh dan mengungkap secara terbuka penyebab dugaan keracunan tersebut.
Menurutnya, persoalan yang menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak tidak boleh dianggap sepele. BGN bersama pihak terkait harus memastikan penyebab kejadian, mulai dari proses pengolahan, kualitas bahan makanan, distribusi hingga makanan tersebut dikonsumsi para siswa.
“BGN harus mengungkap secara terbuka penyebabnya. Jangan sampai persoalan seperti ini dianggap biasa, karena ini menyangkut keselamatan anak-anak,” tegas Usin.
Ia juga meminta agar seluruh pihak yang terbukti lalai atau melakukan pelanggaran diberikan sanksi berat sesuai ketentuan yang berlaku.
Usin menegaskan, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum dalam penyediaan makanan MBG, maka persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan secara administratif.
“Kalau memang ada kesalahan atau kelalaian, harus diberikan sanksi berat. Kalau ada unsur pidana atau pelanggaran hukum, tentu harus ada pertanggungjawaban hukumnya,” ujar Usin.
Selain mengusut penyebab kejadian, Usin meminta BGN dan instansi terkait memastikan seluruh siswa yang mengalami gejala mendapatkan penanganan medis secara cepat dan optimal.
Ia menilai evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG harus dilakukan secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, khususnya di sekolah-sekolah di Provinsi Bengkulu.
“Program MBG ini tujuannya baik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Karena itu, pelaksanaannya juga harus benar-benar menjamin keamanan makanan. Jangan sampai program yang baik justru menimbulkan persoalan bagi anak-anak,” pungkasnya.





