Bengkulu – Perbaikan saluran irigasi, jalan usaha tani, dan jalan lingkungan menjadi aspirasi utama yang disampaikan masyarakat dalam Reses Kedua Masa Sidang II Tahun 2026 Anggota DPRD Kota Bengkulu, Nuzuludin, SE, dari Fraksi Gerindra Daerah Pemilihan II yang meliputi Kecamatan Gading Cempaka dan Singaran Pati, Sabtu (1/8).
Mayoritas peserta yang hadir dalam kegiatan reses tersebut merupakan para petani. Karena itu, usulan yang disampaikan didominasi kebutuhan sektor pertanian guna mendukung produktivitas lahan persawahan.
Nuzuludin mengatakan, beberapa usulan masyarakat sebenarnya telah disampaikan kepada instansi terkait sekitar dua bulan lalu. Ia berharap usulan tersebut dapat segera direalisasikan seiring dimulainya pelaksanaan program pembangunan oleh Dinas PUPR Kota Bengkulu.
“Mayoritas aspirasi masyarakat berkaitan dengan sektor pertanian, terutama persoalan irigasi, jalan usaha tani, dan jalan lingkungan. Mudah-mudahan usulan yang telah kami sampaikan dapat segera direalisasikan,” kata Nuzuludin.

Selain perbaikan irigasi, masyarakat juga berharap adanya peningkatan kualitas jalan usaha tani agar aktivitas petani menuju lahan pertanian menjadi lebih mudah.
Nuzuludin menambahkan, sektor pertanian di wilayah tersebut memiliki potensi yang cukup besar. Saat ini terdapat sekitar 12 kelompok tani dengan jumlah anggota hampir 400 orang yang berasal dari Kelurahan Panorama dan wilayah sekitarnya.
“Kami melihat ada peningkatan anggaran untuk sektor pertanian, khususnya kawasan persawahan. Mudah-mudahan pada tahun anggaran 2027 program ini tetap dilanjutkan sehingga semakin memberikan manfaat bagi para petani,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Bengkulu, Dendi Yapimansah, mengatakan sebagian usulan perbaikan jalan lingkungan telah masuk dalam perencanaan. Salah satunya Jalan Danau XII yang kini telah memasuki tahap kontrak, sedangkan pekerjaan di kawasan Bukit Besar tinggal menunggu pelaksanaan fisik oleh rekanan.

Menurut Dendi, pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan Bidang Sumber Daya Air (SDA) terkait keluhan masyarakat mengenai saluran irigasi yang belum mengalir optimal ke area persawahan.
“Kami akan melakukan koordinasi dan investigasi di lapangan untuk mengetahui penyebabnya, apakah karena pendangkalan, penyumbatan, atau faktor lainnya. Hasilnya nanti akan kami laporkan kepada Bapak Nuzul sebagai tindak lanjut agar penanganannya dapat segera dilakukan,” jelasnya.
Selain persoalan jalan dan irigasi, dalam reses tersebut juga disampaikan sejumlah usulan dari Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan kewenangan pemerintah daerah.








