Guru Di SDIT Rabbani Tak Mungkin Dibebastugaskan Tanpa Sebab

Pendidikan13 Dilihat

Bengkulu – Di SDIT Rabbani, yang menjadi pusat perhatian utama bukanlah gedungnya, bukan pula fasilitasnya, melainkan para murid. Mereka adalah amanah Allah yang harus memperoleh pendidikan terbaik, pembinaan akhlak yang mulia, dan keteladanan yang nyata dari guru-gurunya.

Karena itu, setiap guru di SDIT Rabbani memikul amanah yang sangat besar. Guru bukan sekadar mengajar di kelas, tetapi juga mendidik, membimbing, mengarahkan, serta menjadi contoh dalam ilmu, ibadah, akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Apalagi bila sering tak hadir, suka terlambat, atau tertidur saat mengajar, maka ini tak boleh dipertahankan.

Atas dasar itulah, guru di SDIT Rabbani tidak mungkin dibebastugaskan tanpa sebab. Setiap keputusan tentu didasarkan pada pertimbangan yang matang, objektif, dan mengutamakan kepentingan pendidikan peserta didik. Bukan karena suka atau tidak suka kepada seseorang, tetapi karena lembaga memiliki tanggung jawab menjaga kualitas pendidikan dan masa depan para santri.

Rabbani menginginkan setiap guru terus bertumbuh. Terus belajar, meningkatkan kompetensi, memperbaiki karakter, memperkuat kedisiplinan, serta memiliki dedikasi yang tinggi terhadap amanah yang diembannya. Menjadi guru berarti siap dievaluasi, dibina, dan bila diperlukan dikoreksi demi kebaikan bersama.

Ustadzah Marsu, Kepala SDIT Rabbani

Terlebih bagi guru yang telah memperoleh sertifikasi pendidik, amanah itu menjadi semakin besar. Sertifikasi bukan sekadar tambahan kesejahteraan, tetapi juga pengakuan atas profesionalisme yang harus dibuktikan setiap hari. Jangan sampai terjadi keadaan yang terbalik: setelah memperoleh sertifikasi, justru semangat mengajar menurun, disiplin melemah, inovasi berkurang, dan tanggung jawab semakin ringan. Sertifikasi seharusnya menjadi pendorong untuk bekerja lebih baik, bukan alasan untuk merasa sudah cukup.

Kami meyakini bahwa setiap guru memiliki potensi untuk menjadi pendidik yang luar biasa. Karena itu, sebelum mengambil keputusan yang berat, lembaga akan selalu mengedepankan pembinaan, dialog, pendampingan, dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Sebab tujuan kami bukan menghukum, tetapi membangun.

Namun demikian, apabila setelah berbagai upaya pembinaan dilakukan tetap tidak ada perubahan yang berarti, sementara kondisi tersebut berpotensi mengganggu kualitas pendidikan dan pembinaan santri, maka lembaga harus mengambil keputusan yang terbaik. Ini bukan karena hilangnya rasa kasih sayang, tetapi justru sebagai bentuk tanggung jawab terhadap amanah yang lebih besar.

Semoga seluruh guru di SDIT Rabbani senantiasa diberikan keikhlasan, kekuatan, dan semangat untuk terus menjadi teladan. Sebab kemuliaan seorang guru bukan hanya diukur dari lamanya mengajar atau besarnya tunjangan yang diterima, tetapi dari sejauh mana ia mampu menghadirkan ilmu yang bermanfaat, akhlak yang mulia, dan inspirasi yang mengantarkan murid-muridnya menuju ridha Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *