Jakarta – Talenta muda asal Bengkulu kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Maurice Milan Joanes, siswa kelas V EST School Bengkulu, berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Indonesia Youth Piano Competition 2026 yang digelar di Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Milan berhasil meraih Juara 3 kategori Free Choice B dan Juara 2 kategori Specified Elementary 1. Pencapaian tersebut semakin istimewa karena diraih di tengah persaingan sekitar 180 pianis muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Yosia Yodan menyampaikan apresiasi sekaligus rasa bangganya atas prestasi yang ditorehkan Milan. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga membawa nama Provinsi Bengkulu ke panggung yang lebih luas.
“Sebagai putra Bengkulu, saya merasa bangga melihat Milan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan bersaing dengan talenta-talenta muda dari berbagai daerah. Prestasi ini membuktikan bahwa anak-anak Bengkulu memiliki potensi besar untuk tampil dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Yosia.
Ia menilai keberhasilan Milan bukanlah hasil yang diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dipenuhi latihan, kedisiplinan, keberanian, serta dukungan dari keluarga, sekolah, dan para pembimbing.
“Di balik setiap penghargaan terdapat kerja keras, ketekunan, dan dukungan banyak pihak. Terima kasih kepada kedua orang tua Milan, para guru, pelatih, serta semua pihak yang terus mendampingi perjalanan dan perkembangan bakatnya,” katanya.
Kompetisi piano bukanlah pengalaman baru bagi Milan. Sejak usia belia, ia aktif mengikuti berbagai ajang musik, baik di dalam maupun luar negeri. Sejumlah kompetisi telah diikutinya di Hong Kong, Singapura, Bali, hingga Jakarta.
Selain menempuh pendidikan di EST School Bengkulu, Milan mengembangkan kemampuan pianonya bersama Ambara Music Bengkulu dan Royal Music Indonesia di Jakarta. Latihan yang konsisten serta pengalaman tampil di berbagai kompetisi menjadi bekal penting bagi Milan untuk terus mengasah dan meningkatkan kemampuannya.
Yosia berharap pencapaian tersebut tidak membuat Milan cepat berpuas diri. Ia mendorong Milan untuk tetap rendah hati, terus belajar, dan menjadikan setiap kompetisi sebagai ruang untuk mengevaluasi sekaligus mengembangkan kemampuan.
“Prestasi ini bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang Milan. Saya berharap ia tetap rendah hati, konsisten berlatih, dan berani menghadapi tantangan yang lebih besar. Semoga suatu hari nanti Milan dapat mengharumkan nama Bengkulu dan Indonesia di berbagai panggung musik dunia,” tutur Yosia.
Menurut Yosia, prestasi Milan juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Bengkulu untuk berani mengenali, mengembangkan, dan memperjuangkan potensi yang mereka miliki.
“Anak-anak Bengkulu harus memiliki keberanian untuk bermimpi besar. Tugas kita bersama adalah menghadirkan pendidikan, pendampingan, dan ruang yang memungkinkan mereka tumbuh serta menunjukkan kemampuan terbaiknya,” pungkasnya.
Perjalanan Milan dari Bengkulu menuju berbagai panggung kompetisi di Hong Kong, Singapura, Bali, hingga Jakarta menjadi bukti bahwa talenta muda daerah mampu bersaing dan mencatatkan prestasi di tingkat yang lebih luas. Kiprahnya juga menunjukkan bahwa dengan latihan, dukungan, dan kesempatan yang tepat, anak-anak daerah memiliki peluang untuk berkembang hingga ke panggung nasional bahkan internasional.










