Bengkulu – Dugaan pencemaran limbah di kawasan Gudang Garam, Kelurahan Betungan, menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat saat Reses Kedua Masa Sidang Kedua Tahun 2026 Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Golkar, Kharisma Dwi Saputra, di Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Selebar dan Kecamatan Kampung Melayu.
Dalam dialog bersama warga, masyarakat mengeluhkan kondisi air sumur yang diduga telah tercemar sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Menanggapi keluhan tersebut, Kharisma mengatakan pihaknya akan mendorong Komisi II DPRD Kota Bengkulu untuk turun langsung ke lokasi guna memastikan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Kami akan meminta Komisi II melakukan peninjauan langsung. Permasalahan ini harus dipastikan melalui pengecekan di lapangan. Apabila terbukti terjadi pencemaran yang merugikan masyarakat, tentu harus segera ditindaklanjuti bersama pihak terkait,” ujar Kharisma, Minggu (2/8/2026).
Selain persoalan limbah, warga juga menyampaikan keluhan terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan SMP. Masyarakat mengaku masih kesulitan mendapatkan sekolah yang dekat dengan tempat tinggal karena sebagian besar sekolah negeri telah penuh.

Menurut Kharisma, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat selama kegiatan reses akan menjadi perhatian dan akan diperjuangkan melalui fungsi pengawasan DPRD agar pemerintah daerah dapat segera menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Reses merupakan agenda anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sebagai bahan dalam penyusunan kebijakan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah.





