Jelang Konferprov, Hasan Minta PWI Bengkulu Kembali Jadi Rumah Besar Semua Wartawan

Daerah26 Dilihat

Bengkulu – Menjelang pelaksanaan Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkulu, mantan Ketua PWI Kabupaten Rejang Lebong dua periode, Hasan, mengajak seluruh anggota menjadikan momentum konferensi sebagai upaya mengembalikan PWI Bengkulu menjadi rumah besar bagi seluruh wartawan.

Menurut Hasan, PWI merupakan organisasi profesi yang harus berdiri untuk semua anggota tanpa membedakan asal perusahaan media, jaringan media, maupun kedekatan dengan pengurus.

“PWI Bengkulu harus menjadi rumah bagi seluruh anggota, bukan hanya mementingkan wartawan dari satu grup media tertentu. Organisasi ini tidak boleh dikuasai atau diarahkan hanya untuk kepentingan jaringan perusahaan media tertentu,” ujar Hasan, Minggu (12/7/2026).

Ia menegaskan, ketua PWI Provinsi Bengkulu yang terpilih nantinya harus mampu merangkul seluruh anggota dan menjalankan organisasi secara profesional, terbuka, serta berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI.

Menurutnya, seluruh anggota berhak memperoleh kesempatan, pelayanan, dan ruang yang sama dalam organisasi. Karena itu, kepengurusan PWI tidak boleh memberikan perlakuan berbeda hanya karena berasal dari kelompok atau perusahaan media tertentu.

“Ketua PWI harus menjadi pemimpin seluruh anggota, bukan hanya bagi wartawan yang berasal dari grup medianya sendiri. Semua anggota memiliki hak yang sama dalam organisasi,” katanya.

Hasan menilai, apabila organisasi lebih mengutamakan kepentingan satu kelompok media, kondisi tersebut berpotensi memunculkan kesenjangan, rasa ketidakadilan, hingga menurunkan kepercayaan anggota terhadap PWI.

“PWI bukan milik satu perusahaan media atau satu jaringan media. PWI adalah rumah bersama seluruh wartawan yang memenuhi ketentuan keanggotaan organisasi,” tegasnya.

Selain itu, Hasan juga meminta panitia Konferprov PWI Bengkulu melaksanakan seluruh tahapan pemilihan sesuai AD/ART PWI, termasuk menyiapkan bilik suara untuk menjamin pemungutan suara berlangsung langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Menurutnya, prinsip kerahasiaan suara merupakan bagian penting dalam menjaga kebebasan anggota menentukan pilihan tanpa tekanan dari pihak mana pun.

“Pemilihan secara rahasia bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut kebebasan anggota, keadilan bagi seluruh calon, serta legitimasi kepemimpinan yang dihasilkan,” ujarnya.

Hasan berharap Konferprov PWI Bengkulu dapat menghasilkan kepemimpinan yang mampu menyatukan seluruh anggota serta mengembalikan marwah organisasi sebagai wadah yang independen, profesional, dan mengutamakan kepentingan seluruh wartawan.

“PWI harus hadir untuk melindungi wartawan, meningkatkan kompetensi, dan memperjuangkan kesejahteraan seluruh anggotanya. Jangan sampai organisasi ini hanya menjadi kendaraan untuk memperkuat kepentingan satu grup media tertentu,” tutup Hasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *