Bengkulu – Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan (Dapil) I Muara Bangkahulu, Teluk Segara, dan Sungai Serut, Ustaz Andi Saputra, S.Pd.I., menggelar Reses Kedua Masa Sidang Kedua Tahun 2026 pada Senin (3/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Menyerap dan Menyalurkan Aspirasi Masyarakat Kota Bengkulu” tersebut dimanfaatkan untuk menyerap berbagai aspirasi warga, mulai dari pembangunan infrastruktur, kebersihan lingkungan, pengembangan pariwisata, hingga usulan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Guru.
Dalam dialog bersama masyarakat, Andi Saputra mengatakan antusiasme warga cukup tinggi. Sejumlah usulan pembangunan yang telah disampaikan pada reses tahun sebelumnya kembali dipertanyakan karena belum seluruhnya terealisasi.
Ia menjelaskan, seluruh aspirasi masyarakat telah dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan. Beberapa usulan bahkan mulai menunjukkan perkembangan.
“Alhamdulillah, kami mendapat informasi bahwa pembangunan jalan di depan SMP Negeri 17 akan direalisasikan tahun ini. Begitu juga jalan di depan Al Azhar di kawasan Tanjung Agung yang sebelumnya telah diusulkan. Saat ini batas lahannya sudah mulai diukur dan mudah-mudahan segera terealisasi,” kata Andi Saputra.
Menurutnya, pembangunan Kota Bengkulu tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Seluruh elemen masyarakat harus ikut berperan karena kota ini merupakan rumah bersama yang harus dijaga dan dirawat.
Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah sejak dari rumah. Menurutnya, sampah yang dipilah memiliki nilai ekonomis karena dapat didaur ulang menjadi berbagai produk, sedangkan sampah yang tercampur justru menjadi persoalan lingkungan.
Selain itu, persoalan pariwisata juga menjadi perhatian dalam reses tersebut. Andi Saputra mengingatkan pentingnya menciptakan kenyamanan bagi wisatawan, mulai dari menjaga ketertiban parkir hingga memberikan pelayanan yang ramah dan menetapkan harga dagangan secara wajar agar wisatawan memiliki kesan baik dan tertarik kembali berkunjung ke Kota Bengkulu.
Isu lain yang mendapat perhatian adalah dunia pendidikan, khususnya perlindungan terhadap guru. Menurut Andi Saputra, guru saat ini menghadapi tantangan dalam menjalankan tugas pembinaan karena masih sering terjadi perbedaan persepsi antara tindakan pendidikan dan tindakan yang dianggap sebagai kekerasan.
Ia menilai Kota Bengkulu memerlukan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Guru agar para pendidik memiliki kepastian hukum dalam menjalankan tugasnya. Dengan adanya regulasi tersebut, batas antara proses pembinaan dan tindakan yang termasuk kekerasan dapat diatur secara jelas, sekaligus memberikan rasa aman bagi guru dalam mendidik peserta didik.
“Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga. Apa yang diajarkan di sekolah harus sejalan dengan pendidikan di rumah. Karena itu, guru perlu mendapatkan perlindungan agar dapat menjalankan tugasnya secara profesional tanpa rasa khawatir,” ujarnya.
Ia berharap regulasi tersebut dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional, yakni melahirkan generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan memiliki keterampilan yang baik.

Sementara itu, Camat Muara Bangkahulu, Bambang, mengapresiasi pelaksanaan reses tersebut karena menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.
Menurut Bambang, sinergi antara DPRD Kota Bengkulu dan Pemerintah Kota Bengkulu menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor.
Ia juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan, khususnya masih adanya masyarakat yang membuang sampah di depan Kantor Camat Muara Bangkahulu. Meski pengawasan rutin dilakukan bersama anggota Linmas dan masyarakat telah berulang kali diimbau, sampah masih ditemukan hampir setiap hari.
“Kami terus melakukan pengawasan dan membersihkan lokasi tersebut. Edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar kesadaran menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat,” ujar Bambang.





