Dugaan Keracunan MBG di SDN 59 Bengkulu, Rahmad Widodo Minta Korban Ditangani Maksimal

Daerah184 Dilihat

Bengkulu — Wakil Ketua I DPRD Kota Bengkulu, Rahmad Widodo, berharap para siswa SD Negeri 59 Kota Bengkulu yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (4/9/2026), dapat segera mendapat penanganan medis secara maksimal.

Rahmad mengatakan, penanganan terhadap para korban harus menjadi prioritas agar kondisi mereka segera pulih dan kejadian tersebut tidak menimbulkan trauma berkepanjangan bagi anak-anak.

“Harapannya korban bisa ditangani dengan baik, sehingga bisa segera pulih kembali dan tidak menimbulkan trauma berkepanjangan,” kata Rahmad Widodo.

Selain penanganan terhadap korban, Rahmad meminta dapur penyedia makanan MBG dievaluasi secara menyeluruh oleh dinas terkait. Evaluasi tersebut penting untuk memastikan dari mana sumber dugaan keracunan berasal.

Menurutnya, pemeriksaan tidak boleh hanya berfokus pada makanan yang dikonsumsi, tetapi juga harus melihat seluruh tahapan proses penyediaan makanan, mulai dari bahan baku, pengolahan, penyimpanan hingga distribusi ke sekolah.

“Untuk dapur, saya minta melalui dinas terkait dievaluasi. Cari benar dari mana sumber keracunannya, termasuk apakah ada faktor kelalaian atau tidak,” ujarnya.

Rahmad menegaskan, apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya kelalaian dalam proses penyediaan maupun distribusi makanan, maka harus ada tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab.

“Kalau memang ada kelalaian, harus ada tindakan tegas. Ini supaya menjadi pembelajaran, termasuk bagi SPPG yang lain agar lebih berhati-hati,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh proses penyediaan makanan MBG dipastikan telah berjalan sesuai dengan prosedur operasional standar (protap) yang semestinya. Menurutnya, standar keamanan dan kualitas makanan harus menjadi perhatian utama karena program tersebut menyasar anak-anak.

“Pastikan semua proses sudah sesuai protap yang semestinya. Jangan sampai ada tahapan yang diabaikan sehingga kemudian menimbulkan kejadian seperti ini,” pungkas Rahmad.

Rahmad berharap kejadian di SDN 59 Kota Bengkulu dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG, sehingga program tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat tanpa mengorbankan keselamatan peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *