Ketua KONI Teuku Zulkarnain: Reward Rp1 Miliar untuk Peraih Emas Masih Mampu Ditanggung APBD

KONI Bengkulu30 Dilihat

Bengkulu — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menegaskan komitmennya memberikan penghargaan yang layak bagi atlet Bengkulu yang berhasil meraih medali emas pada ajang olahraga nasional.

Hal itu disampaikan Teuku Zulkarnain saat acara coffee morning bersama awak media di Kantor KONI Provinsi Bengkulu, Kamis (27/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa reward sebesar Rp1 miliar bagi setiap atlet peraih medali emas masih memungkinkan untuk dianggarkan melalui APBD Provinsi Bengkulu.

Menurut Teuku, jika Bengkulu mampu meraih enam medali emas, maka kebutuhan anggaran untuk reward mencapai sekitar Rp6 miliar. Ia menilai nominal tersebut merupakan bentuk penghargaan yang wajar atas perjuangan atlet membawa nama Bengkulu.

“Kalau kemampuan APBD kita, masih mampu. Kalau enam emas misalnya dapat, ya sekitar Rp6 miliar. Untuk putra-putri terbaik Bengkulu yang berjuang memberikan yang terbaik untuk Bengkulu, masa tidak boleh mendapatkan reward?” ujar Teuku.

Ia mengatakan, pemberian reward besar juga penting untuk meningkatkan motivasi atlet. Menurutnya, perjuangan atlet dalam meraih prestasi tidak mudah sehingga penghargaan yang diberikan harus sepadan dengan pencapaian mereka.

Teuku mencontohkan, pada PON Aceh-Sumut, atlet peraih medali emas dari Aceh mendapatkan reward sekitar Rp2 miliar. Karena itu, ia menilai reward Rp1 miliar untuk atlet Bengkulu masih merupakan angka yang realistis sekaligus dapat menjadi motivasi bagi atlet untuk berjuang maksimal.

“Kalau sudah capek-capek berjuang, bahkan sampai cedera, kemudian pulang hanya mendapatkan Rp50 juta atau Rp100 juta, tentu motivasinya berbeda. Kita tidak ingin seperti itu. Atlet pulang ke Bengkulu, reward-nya sudah kita siapkan dan sudah kita anggarkan. Tinggal diberikan karena itu hak mereka,” katanya.

Selain mengandalkan APBD, KONI Bengkulu juga akan mendorong keterlibatan dunia usaha dalam pembinaan atlet. Teuku mengatakan, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bengkulu nantinya akan diidentifikasi dan diajak berkolaborasi dalam mendukung pembinaan olahraga.

Skema yang ditawarkan antara lain melalui program bapak angkat atlet, di mana satu perusahaan dapat membantu membina satu atau dua atlet. Menurut Teuku, pola tersebut tidak hanya meringankan beban pemerintah, tetapi juga membuat dunia usaha memiliki rasa kepemilikan terhadap perkembangan olahraga di Bengkulu.

“Kita juga akan minta bantuan perusahaan. Misalnya satu perusahaan membina satu atlet atau satu perusahaan dua atlet. Mereka bisa membantu pembinaan. Jadi bapak angkatnya. Itu meringankan dan kemudian mereka merasa memiliki Bengkulu,” ujarnya.

Tak hanya soal reward, Teuku juga menyoroti pentingnya fasilitas dan akomodasi atlet selama mengikuti pertandingan. Ia menegaskan bahwa kebutuhan atlet harus menjadi prioritas, terutama terkait tempat tinggal, makanan, dan kondisi yang menunjang stamina.

Menurutnya, atlet harus mendapatkan tempat menginap yang nyaman dan layak agar dapat beristirahat dengan baik sebelum bertanding. Sementara para pengurus KONI, kata dia, harus siap menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada.

“Yang harus tidur di hotel bintang lima itu atlet. Kami pengurus KONI kalau perlu tidur di mes. Atlet harus dijaga, harus tidur nyenyak, jangan ada nyamuk menggigit, makanannya juga harus terjaga,” tegasnya.

Teuku menambahkan, persiapan akomodasi atlet juga akan dilakukan jauh-jauh hari sebelum pertandingan. Hotel yang diperuntukkan bagi atlet akan dipersiapkan terlebih dahulu sehingga kebutuhan mereka tidak menjadi persoalan saat pelaksanaan pertandingan.

“Kita pengurus nanti di mana ada tempat, di situ kita tidur. Jangan pengurusnya yang tidur enak, sementara atlet tidak mendapatkan fasilitas yang layak. Kita ingin memberikan yang terbaik untuk atlet,” katanya.

Ia berharap dukungan pemerintah, KONI, dunia usaha, dan masyarakat dapat menjadi motivasi bagi atlet Bengkulu untuk memberikan prestasi terbaik. Menurutnya, penghargaan dan fasilitas yang diberikan merupakan bentuk apresiasi atas perjuangan atlet sekaligus investasi bagi kemajuan olahraga Bengkulu.

Teuku juga memastikan persiapan menuju ajang olahraga tahun 2028 akan dilakukan secara lebih matang, termasuk dari sisi penganggaran dan pembinaan atlet. Ia berharap atlet-atlet potensial Bengkulu mendapatkan kesempatan dan dukungan maksimal untuk mengharumkan nama daerah.

“Pokoknya kalau anak-anak kita punya potensi, akan kita upayakan. Kalau memang bisa berangkat, kita cari upaya agar mereka bisa berangkat dan memberikan yang terbaik untuk Bengkulu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *