Bengkulu — Yosia Yodan menutup satu fase penting dalam perjalanan pendidikannya dengan penuh rasa syukur. Di tengah kesibukan menjalankan aktivitas organisasi, kewirausahaan, profesional, dan keluarga, Yosia berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Hukum sekaligus Magister Hukum di Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H.
Momen bahagia itu berlangsung dalam prosesi yudisium Fakultas Hukum Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H. yang digelar di Ballroom Hotel Two K Azana Bengkulu, Sabtu, 22 Agustus 2026. Sebanyak 105 mahasiswa mengikuti prosesi tersebut, terdiri atas 80 lulusan Program Studi Sarjana Ilmu Hukum dan 25 lulusan Program Studi Magister Hukum.

Di antara para lulusan tersebut, Yosia Yodan menjadi salah satu sosok yang mencuri perhatian. Dikenal aktif dalam dunia organisasi, kewirausahaan, dan kepemudaan, Yosia tetap mampu menuntaskan pendidikan di tengah berbagai kesibukan yang dijalaninya.
Bagi Yosia, pencapaian tersebut bukan sekadar bertambahnya gelar akademik di belakang nama. Pendidikan hukum menjadi bagian dari perjalanan untuk terus memperluas wawasan, meningkatkan kapasitas diri, sekaligus memperkuat komitmen untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
Kebahagiaan Yosia terasa semakin lengkap karena dalam prosesi tersebut ia didampingi istri tercinta dan disaksikan langsung oleh kedua orang tuanya. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari momen yang menandai keberhasilan perjalanan panjang pendidikan Yosia.
Di balik pencapaian tersebut, terdapat doa, dukungan, pengorbanan, dan perjuangan orang-orang terdekat yang turut mengiringi setiap langkah. Karena itu, bagi Yosia, keberhasilan seorang anak tidak pernah berdiri sendiri.

Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Bengkulu itu memandang pendidikan sebagai proses yang tidak pernah benar-benar selesai. Gelar akademik yang diraih justru menjadi pengingat untuk terus belajar, bertumbuh, dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Dengan bekal pendidikan S.H. dan M.H., Yosia kini memiliki fondasi akademik yang semakin kuat untuk melengkapi kiprahnya di berbagai bidang. Baginya, ilmu hukum bukan hanya tentang memahami aturan, tetapi juga memahami keadilan, tanggung jawab, kepemimpinan, serta bagaimana mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat.
Momentum yudisium ini pun menjadi salah satu babak penting dalam perjalanan Yosia Yodan. Dari ruang akademik, ia membawa semangat untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata.

Yosia Yodan, S.H., M.H., M.M., MBA, menutup satu fase pendidikan dengan penuh rasa syukur. Bersama keluarga yang selalu menjadi sumber kekuatan, pencapaian tersebut menjadi pengingat bahwa kesuksesan bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang mencapai sesuatu, tetapi juga tentang siapa saja yang berjalan bersamanya dalam setiap proses.
Hari itu, bukan hanya dua gelar hukum yang diraih. Ada doa orang tua yang terjawab, ada perjuangan bersama pasangan yang menemukan titik pencapaian, dan ada satu pesan sederhana dari perjalanan Yosia Yodan: belajar, bertumbuh, dan mengabdi tidak mengenal batas usia maupun kesibukan.






